JawaPos.com - Pemilik mobil Aito di China ramai membicarakan masa depan merek tersebut setelah Huawei mengubah pola kerja sama dengan Seres.
Sejumlah pemilik bahkan melakukan aksi simbolis dengan mengganti logo Aito pada mobil mereka menggunakan emblem DFSK, merek yang juga berada di bawah Seres.
Aksi tersebut ramai di media sosial Weibo. Sebagian pemilik menggunakan humor untuk menggambarkan perubahan posisi Aito, dari salah satu merek utama dalam ekosistem Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA) menjadi merek yang kini lebih banyak dikendalikan Seres.
Dilansir dari CNC, Minggu (20/9) kalau perubahan kerja sama Huawei dan Seres diumumkan pada 15 September 2026.
Dalam skema baru, Seres mengambil peran utama dalam pengembangan produk, desain, pemasaran, jaringan penjualan, hingga layanan purnajual Aito.
Sementara itu, Huawei tetap berada dalam ekosistem HIMA dengan memberikan dukungan teknologi. HIMA juga menyatakan hak dan layanan bagi pemilik Aito tetap berjalan.
Perubahan tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan sebagian pemilik, terutama terkait posisi Aito sebagai merek kendaraan premium.
Salah satu pemilik Aito M7, misalnya, mempertanyakan apakah mobil yang dibelinya dengan harga lebih dari 300.000 yuan atau sekitar Rp794 juta (menggunakan kurs sekitar Rp2.660 per 1 yuan) masih mampu mempertahankan citra dan nilai premium setelah peran Huawei berkurang. Keluhan tersebut kemudian mendapat perhatian luas di Weibo.
Foto sejumlah Aito M7 dengan emblem DFSK pun beredar di media sosial. Aksi ini lebih banyak dipandang sebagai bentuk sindiran dan ekspresi kekhawatiran pemilik terhadap arah baru Aito, bukan perubahan merek secara resmi.
DFSK Ikut Terseret
DFSK sendiri merupakan merek yang kini sepenuhnya berada di bawah Seres dan dikenal dengan produk kendaraan berharga lebih terjangkau, termasuk mobil listrik kecil dan kendaraan komersial ringan.
Di tengah ramainya tren tersebut, sebuah dealer DFSK dilaporkan memasang spanduk dukungan kepada pemilik Aito. Dealer tersebut bahkan menggambarkan DFSK sebagai “rumah” bagi Aito, meski belum ada pernyataan resmi dari DFSK mengenai tren penggantian emblem tersebut.
Bagi Aito, perubahan ini menjadi babak baru setelah Huawei sebelumnya memegang peran besar dalam pengembangan produk, desain, pemasaran, serta jaringan penjualan.
Aito sendiri tetap menjadi bagian dari HIMA, tetapi kini memiliki pola kerja sama yang berbeda dari merek HIMA lainnya seperti Luxeed, Stelato, Maextro, dan Shangjie.
Perubahan kendali tersebut juga terjadi ketika Seres menghadapi tekanan kinerja keuangan. Pada semester pertama 2026, Seres mencatat rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham sebesar 1,72 miliar yuan, berbanding laba 2,94 miliar yuan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kini, perhatian pasar tertuju pada kemampuan Seres mempertahankan posisi Aito di segmen premium setelah mengambil kendali lebih besar, sekaligus menjaga pengalaman dan layanan yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem Huawei.