← Beranda
Berikut 7 Penyebab BBM Boros Walau Mobil Terasa Normal Banget
Nanda PrayogaSabtu, 19 September 2026 | 21.11 WIB
Ilustrasi indikator BBM (Istimewa).

JawaPos.com - Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang tiba-tiba menjadi lebih boros tidak selalu disertai gejala kerusakan yang terasa pada mobil. Mesin masih bisa menyala normal, tarikan tetap terasa baik, dan tidak ada lampu indikator yang menyala di panel instrumen.

Namun, ada sejumlah hal yang dapat membuat konsumsi BBM meningkat secara perlahan. Beberapa di antaranya bahkan berkaitan dengan kebiasaan berkendara dan kondisi komponen yang sering luput dari perhatian.

Lantas, apa saja yang perlu kamu cek?

1. Tekanan Ban Kurang

Tekanan ban yang berada di bawah rekomendasi pabrikan dapat meningkatkan hambatan gulir ketika mobil berjalan. Kondisi tersebut membuat mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menggerakkan kendaraan.

Karena itu, jangan hanya memeriksa kondisi ban ketika terlihat kempis. Kamu sebaiknya mengecek tekanan secara berkala dan menyesuaikannya dengan rekomendasi yang tercantum pada mobil.

2. Filter Udara Kotor

Filter udara yang sudah terlalu kotor dapat menghambat aliran udara menuju mesin. Padahal, mesin membutuhkan pasokan udara yang cukup agar proses pembakaran berlangsung dengan baik.

Jika filter sudah dipenuhi debu dan kotoran, performa mesin bisa ikut terpengaruh dan konsumsi BBM berpotensi meningkat. Pemeriksaan serta penggantian filter perlu dilakukan sesuai kondisi dan jadwal perawatan kendaraan.

 

3. Sering Menginjak Pedal Gas secara Agresif

Kebiasaan berakselerasi secara agresif dapat membuat konsumsi BBM meningkat, terutama jika dilakukan berulang kali dalam perjalanan. Putaran mesin yang lebih tinggi membuat kebutuhan bahan bakar ikut bertambah.

Jika ingin lebih hemat, kamu bisa membiasakan akselerasi secara bertahap dan menjaga kecepatan tetap stabil ketika kondisi jalan memungkinkan. Cara berkendara seperti ini juga membantu mengurangi kebutuhan pengereman dan akselerasi berulang.

4. Terlalu Sering Membawa Beban Berat

Beban kendaraan turut memengaruhi kebutuhan tenaga mesin. Semakin berat muatan yang dibawa, semakin besar pula tenaga yang diperlukan untuk menggerakkan mobil, khususnya ketika berakselerasi atau melewati tanjakan.

Karena itu, coba periksa kembali barang-barang yang selalu berada di dalam mobil. Jika ada barang yang sebenarnya tidak diperlukan untuk perjalanan sehari-hari, mengeluarkannya dapat membantu mengurangi beban kendaraan.

5. Terlalu Lama Membiarkan Mesin Idle

Membiarkan mesin tetap menyala ketika mobil sedang berhenti tetap membutuhkan BBM, meskipun kendaraan tidak berpindah tempat. Kebiasaan ini bisa membuat konsumsi bahan bakar menjadi kurang efisien jika dilakukan dalam waktu lama dan berulang.

 

Kondisi tersebut cukup sering terjadi ketika menunggu seseorang atau berhenti cukup lama. Jika memang tidak ada kebutuhan untuk mempertahankan mesin tetap menyala, kamu bisa mempertimbangkan untuk mematikannya sesuai situasi dan kondisi.

6. Kondisi Oli Mesin Tidak Sesuai

Oli mesin berperan dalam membantu mengurangi gesekan antarbagian mesin yang bergerak. Penggunaan oli yang tidak sesuai spesifikasi atau kondisi oli yang sudah tidak optimal dapat memengaruhi kerja mesin.

Karena itu, pastikan oli yang digunakan sesuai rekomendasi pabrikan dan lakukan penggantian berdasarkan jadwal perawatan. Jangan menunggu sampai mesin terasa bermasalah untuk mengecek kondisi oli.

7. Gaya Berkendara di Jalan Macet

Perjalanan dalam kondisi lalu lintas padat membuat mobil lebih sering berhenti dan kembali berakselerasi. Pola berkendara seperti ini memang dapat membuat konsumsi BBM lebih tinggi dibandingkan perjalanan dengan kecepatan yang lebih stabil.

Jika rute harian kamu sering menghadapi kemacetan, angka konsumsi BBM yang lebih tinggi belum tentu langsung menunjukkan adanya kerusakan pada mobil. Namun, jika perubahan konsumsi terasa drastis tanpa perubahan rute maupun pola berkendara, pemeriksaan kendaraan tetap perlu dilakukan.

EDITOR: Diar Candra