JawaPos.com - GAC Indonesia mengapresiasi keberlanjutan insentif kendaraan listrik di Indonesia yang dinilai sebagai sinyal positif.
kebijakan itu dinilai akan mendorong industri kendaraan listrik atau EV di Indonesia tumbuh lebih baik.
Apresiasi itu disampaikan pada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, yang memastikan kebijakan insentif terbit pada tahun ini.
CEO GAC Indonesia, Andry Ciu menjelaskan, insentif kendaraan listrik akan menjaga momentum pertumbuhan industri kendaraan listrik (EV) di Indonesia.
Baca Juga: Harga Mobil Listrik GAC di GIIAS Bandung 2026 Ternyata Lebih Murah
“Kebijakan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan minat konsumen, tetapi juga mempercepat transisi menuju kendaraan listrik dan memperkuat ekosistem industrinya,” kata Andry Ciu saat dihubungi JawaPos.com, Kamis (10/9).
Di sisi lain, apabila insentif kendaraan listrik membuat permintaan naik, pihaknya siap merespons peningkatan permintaan dengan tetap menyesuaikan volume produksi berdasarkan demand yang sehat dan berkelanjutan.
Kami akan mencermati detail kebijakan dan mekanismenya sebelum menyesuaikan production planning sesuai perkembangan pasar,” ungkapnya.
Dengan fondasi produksi lokal yang telah dimiliki, pihaknya juga ingin memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan suplai sekaligus terus membangun bisnis dan ekosistem EV yang sustainable di Indonesia.
“Kami berharap insentif ini juga dapat mendorong lokalisasi, investasi, dan penguatan industri dalam negeri, sehingga pertumbuhan EV dapat berjalan secara berkelanjutan,” lanjutnya
Baca Juga: Insentif Mobil Listrik Segera Terbit, Chery Siap Tambah Produksi
Sebagai informasi, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kebijakan insentif kendaraan listrik di Indonesia akan terbit pada tahun ini.
Pasalnya, pihak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menganggarkan dananya.
Bahkan, Purbaya menyatakan bakal mematangkan aturan terkait bersama dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).