← Beranda
Harga Mobil Listrik GAC di GIIAS Bandung 2026 Ternyata Lebih Murah
Dony Lesmana Eko PutraKamis, 10 September 2026 | 16.09 WIB
Aion V yang dipajang di GIIAS 2026 Bandung. (Dony/JawaPos.com)

JawaPos.com - Munculnya berbagai merek dan model baru di segmen kendaraan listrik menjadikan persaiangan semakin ketat. Salah satu pemain yang terus memperluas pasar adalah GAC melalui lini kendaraan listrik Aion dan Hyptec.

Momentum tersebut bertepatan dengan pencapaian GAC secara global yang kini telah memiliki 30 juta pemilik kendaraan. Capaian itu menjadi salah satu indikator perkembangan GAC di pasar otomotif dunia, sekaligus menjadi bekal bagi perusahaan untuk memperluas pasar kendaraan elektrifikasi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Indonesia sendiri menjadi salah satu pasar yang menarik bagi produsen kendaraan listrik seiring meningkatnya pilihan mobil listrik dan perubahan kebutuhan konsumen.

Jawa Barat Jadi Pasar Potensial Mobil Listrik

GAC Indonesia melihat Jawa Barat sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi besar dalam perkembangan kendaraan elektrifikasi. Bandung sebagai pusat aktivitas ekonomi dan mobilitas di Jawa Barat memiliki karakter konsumen yang cukup beragam. 

Kebutuhan terhadap kendaraan perkotaan yang nyaman, efisien, sekaligus memiliki teknologi modern menjadi salah satu faktor yang mendorong perkembangan segmen mobil listrik.

Kondisi tersebut membuat persaingan di kelas kendaraan listrik semakin menarik. GAC saat ini memiliki beberapa produk yang bermain di segmen berbeda, seperti Aion UT, Aion V, dan Hyptec HT.

Aion UT menyasar kebutuhan mobilitas perkotaan, sedangkan Aion V berada di kelas SUV listrik. Sementara Hyptec HT mengisi segmen yang lebih premium.

Head of Sales GAC Indonesia, Andreas, mengatakan pencapaian 30 juta pemilik kendaraan secara global tidak sekadar berkaitan dengan jumlah kendaraan. Menurut dia, angka tersebut juga menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap produk GAC.

"Pencapaian 30 juta pemilik kendaraan GAC di seluruh dunia merupakan refleksi dari kepercayaan konsumen yang terus tumbuh terhadap GAC. Bagi kami, pencapaian ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang perjalanan yang kami bangun bersama konsumen," ujar Andreas.

Dalam ajang GIIAS Bandung 2026, GAC membawa sejumlah model yang menjadi bagian dari portofolio kendaraan elektrifikasinya di Indonesia.

Salah satunya Aion UT. Mobil listrik tersebut menyasar konsumen yang membutuhkan kendaraan untuk mobilitas harian di perkotaan. Kemudian ada Aion V yang berada di segmen SUV listrik. 

Model ini menawarkan ruang dan format kendaraan yang lebih fleksibel untuk kebutuhan keluarga maupun perjalanan dengan jarak lebih jauh. Di kelas premium, GAC menampilkan Hyptec HT.

Kehadiran ketiga model tersebut memperlihatkan strategi GAC untuk tidak hanya bermain di satu ceruk pasar mobil listrik. GAC mencoba menjangkau konsumen dari kebutuhan mobilitas perkotaan hingga SUV dan kendaraan premium.

Harga Mobil Listrik GAC di GIIAS Bandung 2026

Selain memamerkan produk, GAC juga memberikan harga khusus selama GIIAS Bandung 2026. Aion UT varian standard harga normalnya 
Rp347 juta, di GIIAS Bandung dibanderol Rp314 juta. Aion UT varian premium harga normal Rp397 juta di GIIAS Bandung dijual Rp374 juta.

Sedangkan Aion V varian Exclusive harga normalnya Rp501 juta di GIIAS Bandung dipasarkan Rp461 juta. Ada juga Aion V varian Luxury harganya Rp562 juta, di GIIAS Bandung dijual Rp497 juta. Ada juga Hyptec HT varian Premium yang mempunyai harga normal Rp757 juta untuk GIIAS Bandung dipasarkan Rp701 juta.

Harga tersebut berlaku selama program pameran hingga 13 September 2026 dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Bagi calon konsumen yang masih mempertimbangkan mobil listrik, GAC juga menyediakan fasilitas test drive.

Langkah tersebut menjadi penting karena karakter mobil listrik memiliki sejumlah perbedaan dibandingkan mobil bermesin konvensional, mulai dari respons akselerasi, karakter pengereman regeneratif hingga pengoperasian fitur kendaraan.

Dengan mencoba langsung, calon konsumen dapat menilai apakah karakter kendaraan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Teknologi baterai, jarak tempuh, fitur keselamatan, kenyamanan, layanan purnajual, ketersediaan pengisian daya, hingga kepercayaan terhadap merek menjadi faktor yang semakin penting dalam keputusan konsumen.

GAC pun perlu membuktikan bahwa pencapaian global tersebut dapat diterjemahkan menjadi pengalaman kepemilikan yang relevan bagi konsumen Indonesia. Khususnya di Jawa Barat, yang berpotensi menjadi salah satu wilayah penting dalam pertumbuhan kendaraan elektrifikasi nasional.

Melalui GIIAS Bandung 2026, konsumen setidaknya mendapat kesempatan untuk melihat langsung perkembangan lini mobil listrik GAC sekaligus membandingkannya dengan pilihan kendaraan elektrifikasi lain yang kini semakin banyak tersedia di pasar.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra