← Beranda
Mobil Terkena Abu Vulkanik? Ini 4 Bagian yang Wajib Dicek agar Mesin Tetap Aman
Dony Lesmana Eko PutraSelasa, 8 September 2026 | 18.22 WIB
Mobil habis lewat hujan Abu Vulkanik ada beberapa bagian yang harus diperiksa. (IAMI)

JawaPos.com - Abu vulkanik bukan hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi kendaraan jika menempel atau masuk ke sejumlah komponen.

Karena itu, pemilik kendaraan yang melintas di wilayah terdampak erupsi gunung api perlu melakukan pemeriksaan setelah perjalanan.

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengingatkan pemilik kendaraan, khususnya kendaraan komersial, untuk memperhatikan sistem pemasukan udara ke mesin dan kondisi kaca setelah kendaraan terpapar abu vulkanik.

Abu vulkanik memiliki partikel sangat halus yang dapat membuat filter udara mobil lebih cepat kotor. Jika aliran udara terganggu, kinerja mesin juga berpotensi ikut terpengaruh.

Berikut beberapa bagian yang perlu diperiksa setelah kendaraan terkena abu vulkanik.

1. Periksa Filter Udara Mesin

Filter udara menjadi komponen pertama yang perlu diperhatikan. Fungsinya menyaring kotoran sebelum udara masuk ke mesin.

Ketika kendaraan digunakan di tengah paparan abu vulkanik, beban kerja filter udara menjadi lebih berat. Kotoran yang menumpuk dapat menghambat aliran udara menuju mesin.

Karena itu, cek filter udara setelah mobil terkena abu vulkanik, terutama jika kendaraan digunakan dalam waktu lama atau beroperasi di area dengan konsentrasi debu tinggi.

Filter yang sudah terlalu kotor sebaiknya ditangani sesuai prosedur dan rekomendasi pabrikan. Jangan asal membersihkan atau menggunakan kembali filter yang kondisinya sudah tidak layak.

2. Cek Pipa dan Hose Saluran Udara

Selain filter, periksa juga pipa dan hose yang menjadi jalur udara menuju mesin. Pastikan tidak ada bagian yang rusak, longgar, bocor, atau sambungannya tidak rapat.

Kondisi saluran udara yang tidak baik dapat mengganggu sistem pemasukan udara, terutama pada kendaraan yang menggunakan turbocharger.

“Udara yang kotor dan membawa debu atau abu vulkanik perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan beban kerja sistem penyaringan udara. Pengguna juga perlu memastikan pipa dan hose saluran udara menuju mesin dalam kondisi baik serta memiliki kekencangan yang sesuai,” ujar Business Solution Director Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Anjar Rosjadi, Selasa (8/9) di Jakarta.

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan lebih sering pada kendaraan komersial yang memiliki intensitas operasional tinggi.

3. Jangan Langsung Lap Kaca yang Terkena Abu

Bagian lain yang sering luput diperhatikan adalah kaca mobil. Hindari langsung mengelap kaca yang masih dipenuhi abu vulkanik. Partikel abu bersifat abrasif sehingga dapat meningkatkan risiko munculnya baret pada permukaan kaca.

Begitu pula dengan penggunaan wiper dalam kondisi kaca kering. Cara tersebut berpotensi menggesekkan partikel abu dengan kaca.

Cara yang lebih aman adalah siram kaca menggunakan air mengalir terlebih dahulu hingga sebagian besar abu luruh. 

Setelah itu, cuci menggunakan sabun dan air bersih sebelum kaca dikeringkan. Langkah ini penting karena kaca yang bersih berkaitan langsung dengan visibilitas pengemudi.

4. Periksa Kendaraan Sebelum Kembali Beroperasi

Setelah melewati area yang terkena abu vulkanik, pemeriksaan kendaraan sebaiknya dilakukan sebelum kembali digunakan untuk aktivitas rutin.

Untuk kendaraan yang terpapar abu dalam jumlah banyak, pemilik dapat membawa kendaraan ke bengkel resmi atau bengkel mitra Isuzu untuk pemeriksaan lebih menyeluruh.

Isuzu juga menyediakan layanan Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) yang memungkinkan pemeriksaan dan perawatan dilakukan di lokasi tertentu sehingga kendaraan tidak selalu harus dibawa ke bengkel.

“Apabila kendaraan terpapar abu vulkanik dalam jumlah cukup banyak atau digunakan secara intensif di wilayah terdampak, kami menyarankan pengguna melakukan pemeriksaan di jaringan bengkel Isuzu,” kata Anjar.

Dengan pemeriksaan pada filter udara, saluran pemasukan udara, serta kebersihan kaca, risiko gangguan selama kendaraan kembali beroperasi dapat diminimalkan.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra