← Beranda
6 Tips Mencegah Tabrakan Beruntun, Jangan Asal Pindah Lajur dan Jaga Jarak
Dony Lesmana Eko PutraMinggu, 6 September 2026 | 21.31 WIB
Tabrakan Beruntun di Puncak Bogor, Libatkan Belasan Kendaraan

JawaPos.com - Tabrakan beruntun bisa terjadi dalam hitungan detik ketika pengemudi gagal menjaga jarak, melaju terlalu cepat, atau tidak memperhatikan kondisi kendaraan di sekitarnya. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risikonya.

Kecelakaan beruntun umumnya melibatkan lebih dari dua kendaraan. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari jarak antar kendaraan yang terlalu dekat, pengereman mendadak, kecepatan yang tidak sesuai, hingga pengemudi yang kehilangan konsentrasi.

Karena itu, cara mencegah tabrakan beruntun tidak hanya dengan mengandalkan kemampuan mengerem, tetapi juga membutuhkan perilaku berkendara yang aman dan kondisi mobil yang prima.

Berikut sejumlah tips yang dapat diterapkan pengemudi.

1. Jaga Jarak Aman

Jangan mengemudi terlalu dekat dengan kendaraan di depan. Salah satu cara sederhana untuk memperkirakan jarak adalah menggunakan aturan tiga detik.

Pilih objek tetap di pinggir jalan. Ketika kendaraan di depan melewati objek tersebut, hitung tiga detik sebelum mobil melewati titik yang sama.

Jika mobil melaju lebih cepat, jarak aman sebaiknya ditambah. Begitu pula ketika hujan, jalan licin, atau jarak pandang terbatas.

Jarak yang cukup memberikan waktu bagi pengemudi untuk bereaksi ketika kendaraan di depan melakukan pengereman mendadak.

2. Patuhi Batas Kecepatan

Kecepatan kendaraan harus disesuaikan dengan aturan dan kondisi jalan. Mengemudi terlalu cepat dapat membuat jarak pengereman semakin panjang.

Sebaliknya, melaju jauh lebih lambat dari arus lalu lintas juga dapat membuat kendaraan lain harus melakukan manuver mendadak.

Selain memperhatikan batas kecepatan, pengemudi perlu menyesuaikan laju kendaraan dengan kepadatan lalu lintas, kondisi jalan dan cuaca.

3. Hindari Menjadi Lane Hogger

Lane hogger adalah kebiasaan menggunakan lajur tertentu, terutama lajur kanan di jalan dengan beberapa lajur, tanpa alasan yang tepat sehingga menghambat kendaraan lain.

Setelah selesai mendahului, segera kembali ke lajur yang sesuai apabila kondisi memungkinkan. Jangan terus berada di lajur kanan hanya karena jalan sedang sepi.

Kebiasaan tersebut dapat membuat kendaraan dari belakang melakukan pengereman atau manuver mendadak untuk mendahului.

4. Patuhi Rambu dan Marka Jalan

Jangan mengabaikan rambu batas kecepatan, larangan menyalip maupun marka jalan. Garis lurus pada marka tertentu, misalnya, tidak boleh diperlakukan sembarangan sebagai ruang untuk berpindah lajur atau menyalip.

Memaksakan manuver di area yang dilarang dapat meningkatkan risiko tabrakan, terutama ketika pengemudi tidak memiliki cukup ruang untuk mengantisipasi kendaraan dari arah lain.

5. Fokus dan Rajin Cek Spion

Pengemudi perlu menjaga konsentrasi dan memperluas pandangan terhadap kondisi di sekitar kendaraan. Hindari menggunakan ponsel ketika mobil berjalan. Selain itu, periksa spion secara berkala untuk mengetahui posisi kendaraan di belakang dan samping.

Saat menghadapi kondisi darurat, informasi dari spion dapat membantu pengemudi menentukan tindakan dengan lebih aman, terutama ketika harus melakukan pengereman atau berpindah lajur.

6. Pastikan Lampu Mobil Berfungsi

Lampu kendaraan bukan sekadar aksesori, tetapi menjadi alat komunikasi dengan pengguna jalan lain.

Salah satu yang paling penting adalah lampu rem. Jika lampu tersebut mati, pengemudi di belakang bisa terlambat mengetahui bahwa kendaraan di depannya sedang mengurangi kecepatan atau berhenti.

Periksa secara berkala lampu rem, lampu sein, lampu utama, lampu mundur dan lampu lainnya. Pastikan seluruhnya berfungsi sebelum melakukan perjalanan.

Servis Berkala Jangan Diabaikan

Selain perilaku pengemudi, kondisi kendaraan juga menentukan kemampuan mobil merespons situasi darurat. Servis berkala diperlukan untuk memastikan berbagai komponen kendaraan tetap bekerja sesuai fungsinya. 

Pemeriksaan dapat membantu menemukan masalah pada sistem pengereman, lampu, ban maupun komponen lain sebelum berkembang menjadi gangguan saat berkendara.

Marketing Division Head Auto2000, Nur Imansyah Tara, mengatakan sejumlah kebiasaan pengemudi dapat meningkatkan risiko tabrakan beruntun.

“Tabrakan beruntun kerap terjadi lantaran pengguna kendaraan tidak patuh aturan lalu lintas seperti menjadi lane hogger, mengemudi di kecepatan yang tidak sesuai, tidak menjaga jarak aman, dan mengemudi di bahu jalan,” ujarnya, Sabtu (5/9/2026).

Menurutnya, kondisi kendaraan juga perlu diperhatikan untuk membantu mencegah kecelakaan. Pada akhirnya, mencegah tabrakan beruntun dimulai dari kebiasaan sederhana: jaga jarak, patuhi aturan lalu lintas, fokus mengemudi, gunakan lajur dengan benar, dan pastikan mobil selalu dalam kondisi prima.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra