← Beranda
Krisis Berlanjut, Produsen Mobil Jerman Volkswagen Akan Pangkas 50 Ribu Pegawainya
AntaraSabtu, 5 September 2026 | 18.02 WIB
Pabrik Volkswagen di Osnabrück, Jerman (Financial Times)

JawaPos.com – Produsen mobil legendaris Jerman Volkswagen (VW) bakal melakukan efisiensi secepatnya. Rencananya perusahaan otomotif berusia 89 tahun itu akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Dikutip dari Antara pada Sabtu (5/9), Dewan Pengawas Grup Volkswagen dengan suara bulat menyetujui Rencana Masa Depan 2030 Dewan Eksekutif. Rencana itu mencakup "penyesuaian tenaga kerja di seluruh grup secara global sekitar 50 ribu posisi”.

"Hingga 2035, Volkswagen Group akan merampingkan sekitar 50 persen portofolio modelnya. Serta mengurangi kompleksitas penawarannya sekitar 75 persen," demikian pernyataan VW yang dikutip Antara.

Perusahaan tersebut tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai waktu pelaksanaan pemangkasan pekerjaan. Atau bagaimana pemangkasan tersebut akan didistribusikan di antara merek dan wilayah operasinya.

"Ini merupakan sinyal kuat bagi masa depan Volkswagen Group. Kami bertanggung jawab atas seluruh tenaga kerja kami, para mitra kami, dan pekerjaan industri di seluruh dunia," ujar Oliver Blume, CEO Volkswagen Group, sebagaimana dikutip dalam pernyataan tersebut.

Krisis yang ada di tubuh VW memang terbaca kencang sejak dua tahun terakhir. Parameter terbesar yaitu keputusan VW menutup fasilitas produksi ikonik mereka di Dresden, Jerman pada Desember 2025. Penutupan itu yang menjadi langkah mundur pabrik pertama di dalam negeri sepanjang 88 tahun sejarah perusahaan tersebut.

Sebelum penutupan pabrik, pada 2024 VW dengan dewan pekerja dan serikat buruh menyepakati rencana pemutusan hubungan kerja terhadap 35 ribu karyawan. Usai melakukan PHK, VW juga melakukan pengurangan kapasitas produksi di Jerman.

Tekanan terhadap VW memang datang dari berbagai arah. Tarif impor kendaraan di Amerika Serikat, diperkirakan membebani perusahaan hingga sekitar EUR 5 miliar per tahun.

 

Di saat bersamaan, margin keuntungan kendaraan listrik terus tertekan, sementara persaingan di pasar Tiongkok semakin sengit akibat dominasi produsen lokal yang menawarkan produk lebih kompetitif.

Selain opsi penutupan pabrik, manajemen juga dikabarkan akan mengkaji pemindahan produksi model tertentu ke fasilitas yang tingkat utilisasinya rendah, termasuk pabrik Zwickau. Opsi lain adalah menghentikan penugasan model baru, secara bertahap sehingga produksi berakhir tanpa penutupan mendadak.

Tidak hanya VW yang mengalami kesulitan, sejumlah produsen lain seperti BMW dan Mercedes-Benz juga melakukan efisiensi untuk menyesuaikan diri dengan perubahan pasar global, meningkatnya kompetisi kendaraan listrik, serta tekanan biaya produksi. Keputusan yang diambil VW dalam beberapa bulan mendatang, diyakini akan menjadi salah satu penentu arah industri otomotif Eropa di masa depan.

 

 

 

 

 

 

EDITOR: Diar Candra