← Beranda
BYD Resmikan Pabrik di Subang, Nilai Investasi Capai Rp 11,6 Triliun
Nanda PrayogaKamis, 3 September 2026 | 21.07 WIB
PT BYD Motor Indonesia meresmikan pabrik di Subang Smartpolitan Industrial Park, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Kamis (3/9). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - PT BYD Motor Indonesia meresmikan pabrik di Subang Smartpolitan Industrial Park, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Kamis (3/9). Fasilitas ini merupakan pemenuhan komitmen BYD pada program insentif dari pemerintah.

Pabrik ini sendiri diklaim melibatkan 5.000 pekerja lokal dan akan meningkat menjadi 20.000 pekerja lokal jika bekerja pada kapasitas penuh. Pabrik ini sendiri memiliki kapasitas 150 ribu per tahun, lahan 126 hektar, dan investasi Rp 11,6 triliun.

Peresmian pabrik ini sendiri dihadiri oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, hingga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Kim Ji Won Jadi Dokter Bedah Jenius Tanpa Toleransi Kesalahan di Drama ‘Doctor X’ 

Dalam sambutannya, Liu Xueliang, Vice President of BYD Co., Ltd, mengungkapkan rasa terimakasihnya atas peresmian pabrik ini.

“Terima kasih kepada staf BYD di Indonesia yang sudah mewujudkan visi kami dan sudah puluhan tahun yang lalu kami punya impian kendaraan yang saat ini anda lihat, perjalanan ini sudah lebh dr 30 tahun atau tepatnya 35 tahun,” kata Liu Xueliang.

Dalam kesempatan yang sama, Menperin Agus mengungkapkan bahwa keputusan BYD sudah tepat membangun pabrik di Subang, Jawa Barat. Sebab, pertumbuhan perekonomian di provinsi tersebut tampak tinggi 5,73 persen year-on-year.

Tak hanya itu, Menperin Agus pun menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto yak tak sempat hadir.

Baca Juga: RUU Perampasan Aset Dinilai Tak Tepat Atur Ancaman Hukuman Mati, Tapi Langkah Miskinkan Koruptor

“Beliau memberikan pesan dan juga meyakini bahwa transformasi market menuju green mobility dan beliau sampaikan juga salam untuk pimpinan BYD dan sangat yakin bahwa BYD akan sukses di Indonesia,” kata Agus.

Peresmian fasilitas produksi BYD dinilai menjadi momentum strategis, terutama di tengah tren penjualan mobil listrik di Indonesia yang terus mengalami peningkatan. Agus menyebut langkah tersebut juga menandai upaya BYD untuk tidak hanya memperkuat posisinya sebagai penguasa pasar, tetapi mulai meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri.

Model pertama yang dirakit di fasilitas tersebut adalah BYD M6 DM, yang telah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen.

EDITOR: Bintang Pradewo