← Beranda
Ferrari Luce Produksi Pertama Laku Rp 713,7 M dalam Lelang, Naik 60 Kali Lipat dari Harga Normal
AntaraSabtu, 22 Agustus 2026 | 05.21 WIB
Ferrari Luce. (Speedsters)

 

 

JawaPos.com - Mobil listrik pertama Ferrari, yakni Luce, unit produksi pertamanya terjual seharga 40 juta USD (Rp 713,7 miliar) dalam sebuah lelang di Amerika Serikat. 

Angka itu bernilai 60 kali lipat lebih dari perkiraan harga jual normal untuk unit standarnya. Dalam prosesnya, unit produksi pertama Luce yang diberi identitas “Chassis 0” ini, diyakini menjadi mobil baru termahal di dunia.

Jumlah itu bahkan mengalahkan perkiraan harga jual eceran 30 juta USD untuk mobil convertible produksi terbatas Rolls-Royce Boat Tail, lapor laman Drive, Senin (17/8) waktu setempat.

Hasil penjualan Luce dalam lelang RM Sotheby’s di California pada akhir pekan lalu itu akan disumbangkan kepada badan amal Ferrari Foundation, yang berencana menggunakan dana tersebut untuk program pendidikan.

Biaya premi pembeli dibebaskan oleh rumah lelang. Dengan demikian, 40 juta dolar AS merupakan seluruh jumlah yang harus dibayarkan oleh pembeli, yang dilaporkan merupakan miliarder, penemu, dan filantropis asal Amerika Serikat, Herbert Wertheim.

Luce “Chassis 0” diyakini menjadi kendaraan dengan harga penjualan lelang tertinggi kelima sepanjang sejarah, tanpa memperhitungkan inflasi, untuk kendaraan dari tahun produksi mana pun.

Sementara itu, mobil baru termahal berikutnya terjual dengan harga setengahnya, yakni Ferrari Daytona SP3 seharga 26 juta dolar AS (Rp463,8 miliar).

Rekor harga lelang tertinggi untuk sebuah kendaraan masih dipegang oleh Mercedes-Benz 300SLR Uhlenhaut Coupe 1955 yang terjual seharga 143 juta dolar AS (Rp2,5 triliun) pada 2022.

Unit produksi pertama tersebut dilaporkan terinspirasi oleh “tema cahaya”, dengan lapisan cat putih unik Madreperla. Rumah lelang RM Sotheby’s mengatakan lapisan tersebut menghasilkan pantulan warna “hijau hingga ungu” tergantung kondisi.

Mobil tersebut dilengkapi detail berwarna hitam, kaliper rem berwarna perak, serta pelek putih unik. Di bagian interior, mobil ini menggunakan opsi “Le Mans metallic leather”.

Mobil tersebut diproduksi sesuai spesifikasi Amerika Serikat. Karena itu, jika pembeli berada di luar AS dan ingin mengendarainya di jalan raya di negara asalnya, RM Sotheby’s menyatakan bahwa pembeli bertanggung jawab atas “ekspor, impor, dan federalisasi” kendaraan.

Ferrari akan mengirim Luce kembali ke Italia setelah lelang, dengan pengiriman akhir kepada pembeli baru dijadwalkan pada kuartal pertama 2027 (Januari hingga Maret).

Luce merupakan mobil listrik pertama Ferrari, dengan desain dari mantan desainer Apple, Sir Jony Ive, yang menuai kritik keras dari penggemar, pemilik Ferrari, maupun investor merek tersebut.

Luca di Montezemolo, yang menjabat sebagai chairman Ferrari pada 1991 hingga 2014, termasuk salah satu kritikus paling keras terhadap mobil tersebut. Luce diklaim mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam 2,5 detik berkat empat motor listrik.

Baca Juga: Mobil Listrik Ferrari Luce Dipastikan Meluncur di Indonesia, Kapan Ya?

“Kita berisiko menghancurkan sebuah mitos, dan saya sangat menyayangkan hal itu. Saya berharap setidaknya mereka menghilangkan logo Prancing Horse dari mobil tersebut,” katanya pada Mei. “Ini pasti mobil yang setidaknya tidak akan ditiru oleh orang-orang China dari kita," ia menambahkan. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan