JawaPos.com - Mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla berhasil menjadi mobil terlaris di Korea Selatan pada Juli 2026 dengan mengalahkan sejumlah brand lokal yang selama ini mendominasi pasar.
CarsCoops pada Senin (17/8) waktu setempat melaporkan bahwa data menunjukkan penjualan Juli 2026, Tesla berhasil membukukan sekitar 10.237 unit kendaraan, setara 33,1 persen dari total mobil impor yang terdaftar di Korea Selatan.
Meski turun dari 11.119 unit pada Juni, Tesla tetap unggul jauh dari merek-merek premium asal Jerman yang dipasarkan di Korea Selatan dalam periode tersebut.
Jenama BMW berada di posisi kedua dengan 6.533 unit, sedangkan Mercedes-Benz mencatat 3.959 unit.
Bahkan, jika digabung, penjualan kedua merek tersebut hanya sedikit melampaui capaian Tesla.
Model Y menjadi motor utama kesuksesan Tesla. Pada Juli, sebanyak 8.705 unit Model Y terjual. Angka tersebut bahkan membuatnya mengungguli Hyundai Grandeur yang membukukan 8.532 unit dan menjadi mobil dengan penjualan tertinggi di Korea Selatan pada bulan tersebut.
Varian Model Y Premium menjadi pilihan terbesar konsumen dengan 6.612 unit, sementara Model Y Premium Long Range mencatat penjualan 2.092 unit.
Kinerja Tesla sepanjang Januari-Juli 2026 juga menunjukkan lonjakan signifikan. Penjualan perusahaan mencapai 66.376 unit, meningkat 149,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Model Y menyumbang 52.064 unit, disusul Model 3 sebanyak 10.392 unit.
Capaian tersebut menjadi semakin penting karena pasar otomotif Korea Selatan secara historis kuat dikuasai merek domestik seperti Hyundai dan Kia.
Kehadiran Tesla menunjukkan perubahan preferensi konsumen, khususnya terhadap kendaraan listrik dan teknologi yang ditawarkan merek asing.
Hingga tujuh bulan pertama 2026, BMW 5-Series menjadi mobil impor terlaris kedua setelah Model Y dengan penjualan 13.756 unit.
Baca Juga: Musk Alihkan Strategi Energi Surya Tesla, Matahari Kini Jadi Bahan Bakar Era AI dan Robotika
Data tersebut memperlihatkan Tesla bukan sekadar pemain baru, tetapi mulai menantang dominasi merek lokal di salah satu pasar otomotif paling kompetitif di Asia. (*)