← Beranda
Biaya Ganti Baterai Jaecoo J5 EV Nyaris Rp 200 Juta? Begini Aturan Garansinya
Nanda PrayogaKamis, 20 Agustus 2026 | 00.22 WIB
JAECOO J5 EV. (Dinarsa Kurniawan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Jaecoo J5 EV tengah menjadi perbincangan di jagat maya. Sebab, unit yang disebut baru tiga minggu dipakai baterainya bermasalah, dan biaya penggantiannya mencapai Rp 195 juta.

Tentu saja hal itu bikin heboh, karena netizen menaksir harga baterai Jaecoo lebih dari setengah harga mobil aslinya.

Sebagai informasi, harga Jaecoo J5 EV di Indonesia saat ini berkisar antara Rp 279.900.000 hingga Rp 337.500.000 (On The Road Jakarta).

Saat ini, Jaecoo J5 EV masih memimpin daftar mobil listrik terlaris di Indonesia tahun 2026 dengan penjualan 20.145 unit hingga Juli 2026.

Baca Juga: Viral! Jaecoo J5 EV Baru 3 Minggu Bermasalah, Baterai Disebut Tembus Rp 195,5 Juta

Dengan basis produksi lokal, J5 EV melesat jauh meninggalkan kompetitor seperti BYD Atto 1 ataupun Geely EX2.

Melihat hal ini, tentu publik bertanya-tanya mengenai mekanisme dari garansi baterai Jaecoo J5 EV.

Jaecoo J5 sendiri memiliki estimasi penggantian baterai yang berada di kisaran Rp 150-170 jutaan.

Sebagai model listrik perdana Jaecoo di Indonesia, J5 EV sendiri dibekali paket perlindungan menyeluruh.

Garansi standar sendiri berada dalam jangka waktu enam tahun atau 150.000 kilometer, dilengkapi jaminan komponen high-voltage selama delapan tahun atau 160.000 kilometer.

Baca Juga: Jaecoo J5 EV Raih Penjualan Sebanyak 3.200 selama Juli 2026, Naik 4,9 Persen Dibandikan Juni

Selain itu, konsumen pun dikabarkan akan dimanjakan dengan Free Labor Service empat tahun atau 60.000 kilometer, Free Roadside Assistance selama satu tahun, Free Pick Up Service dua tahun, dan Free Internet on Vehicle selama satu tahun.

Proses perawatan sendiri didukung oleh teknisi bersertifikasi dan fasilitas bengkel yang telah ditingkatkan agar sesuai standar global Jaecoo.

Sebelumnya, Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Mohamad Ilham Pratama sempat menjelaskan bahwa proses penggantian baterai yang bermasalah di diler pun tergolong cepat dan tak berbelit-belit.

"Jadi pada saat baterai ada problem nih, misalkan, amit-amit ya, baterainya ini harus diganti. Dia kan tentunya ada garansi. Kita urus garansinya, kita ambil pesan (baterai) dari stok, kita bawa (ke dealer), pasang (di mobil). Mungkin sehari dua hari, itu termasuk pengurusan dokumen segala macam," ungkap Ilham.

Garansi Baterai Hangus bila Mobil Berpindah Tangan

Meski begitu, garansi baterai J5 pada dasarnya terikat pada pembeli pertama yang mendaftar.

Baca Juga: Recall Jaecoo J7 Bukan yang Pertama di Australia, Kali Ini 171 Unit Terancam Kehilangan Tenaga

Artinya, jika mobil tersebut telah terjual atau berpindah tangan maka garansi untuk pembeli pertama seketika hangus.

Hanya saja, bukan berarti proteksinya akan total menghilang. Garansi tetap akan melekat pada kendaraan dan bisa dilanjutkan oleh pemilik baru dengan melakukan registrasi ulang atas nama dirinya sendiri.

"Hal ini bisa dilakukan dengan mengajukan permohonan ke pihak diler, lantas bakal dikalkulasi ulang untuk tempo garansinya," pungkas Ilham.

Sementara itu, kabar Jaecoo J5 EV bermasalah viral setelah diunggah oleh akun Instagram @tjcarsmedia.

Pemilik bernama Theodorus mengaku mendengar suara “pletak” saat berkendara menuju Semarang, lalu muncul indikator kura-kura hijau yang membatasi kecepatan kendaraan hingga 30 km/jam.

Baca Juga: Jaecoo Perkenalkan Teknologi Parkir Otomatis SIVP di GIIAS 2026, Diluncurkan Pertama Kali di Indonesia

Setelah mobil dimatikan sekitar 40 menit, kendaraan kembali normal, tetapi indikator tersebut muncul lagi keesokan harinya.

Theodorus kemudian membawa mobil ke bengkel Jaecoo Semarang dan mendapat informasi bahwa bagian baterai mengalami kerusakan sehingga harus diganti dengan biaya hampir Rp 195,5 juta.

Ia juga menghubungi customer service Jaecoo melalui email, tetapi mengaku tidak mendapat tindak lanjut setelah mengisi data yang diminta.

Kondisi itu membuatnya kecewa dan berharap seluruh J5 EV mendapat perlindungan tambahan pada bagian bawah kendaraan.

Sementara itu, Jaecoo Semarang menjelaskan kerusakan tersebut diduga terjadi setelah kendaraan terkena puing atau batu yang terlempar ke bagian bawah mobil.

Baca Juga: 10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo

Benturan disebut mengenai cover pelindung dan cooling pipe battery pack hingga menyebabkan kebocoran cairan pendingin.

Kondisi tersebut kemudian membuat sistem kendaraan otomatis membatasi tenaga untuk mencegah baterai mengalami overheat.

 

EDITOR: Bayu Putra