Pertumbuhan penjualan yang kuat tersebut menjadi salah satu pendorong kenaikan penjualan mobil secara keseluruhan di Indonesia, yang tumbuh 18,3 persen dalam tujuh bulan pertama tahun ini.

Lebih dari separuh penjualan merek-merek Tiongkok tersebut berasal dari BYD dan Jaecoo, yang masing-masing mencatatkan penjualan sebanyak 29.826 unit dan 20.534 unit.

BYD kini menempati peringkat kelima sebagai merek terlaris di Indonesia dengan pangsa pasar 5,8 persen, sementara Jaecoo di posisi kedelapan dengan pangsa 4 persen.

Saat ini terdapat 18 merek kendaraan asal China yang terdaftar di Gaikino, termasuk dua di antaranya merupakan pabrikan mobil niaga, yakni FAW dan Farizon.

Dari belasan merek tersebut, mayoritas melaporkan pertumbuhan penjualan grosir yang kuat, misalnya BYD yang tumbuh 82 persen hingga Geely yang melonjak 861 persen dalam setahun.

Memasuki paruh kedua tahun ini, sejumlah merek Tiongkok telah memperkenalkan lini kendaraan baru melalui ajang Gaikino Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang digelar pada akhir Juli hingga awal Agustus, dengan kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) tetap menjadi salah satu fokus utama.

Selain itu, setidaknya tiga merek baru asal Tiongkok resmi memasuki pasar Indonesia dalam sebulan terakhir, yakni Zeekr dan Leapmotor yang melakukan debut dalam ajang GIIAS 2026, serta Hongqi yang diperkenalkan pada pekan lalu.

Baca Juga: Gaikindo Optimistis dengan Tren Positif GIIAS 2026

Sebagai pendatang baru, Hongqi, yang merupakan merek mobil legendaris asal Tiongkok, akan meramaikan segmen kendaraan premium di tanah air dengan memperkenalkan SUV listrik Hongqi E-HS9 sebagai model pertamanya. (*)