← Beranda
Jetour Ungkap Cara Kerja Teknologi Hybrid i-DM di T1 dan T2, Apa Bedanya dan Seberapa Irit?
Rian AlfiantoKamis, 6 Agustus 2026 | 21.54 WIB
Jetour Indonesia jelaskan mengenai teknologi i-DM mereka di GIIAS 2026. (Rian/JawaPos.com).

JawaPos.com - PT Jetour Sales Indonesia resmi memperkenalkan teknologi Intelligent Dual Mode (i-DM) yang akan menjadi sistem penggerak utama pada Jetour T1 i-DM dan Jetour T2 i-DM. Teknologi plug-in hybrid (PHEV) ini dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan mobil bertenaga, hemat bahan bakar, sekaligus tetap nyaman digunakan di berbagai kondisi jalan.

Lantas, bagaimana cara kerja sistem i-DM, apa perbedaan antara Jetour T1 i-DM dan T2 i-DM, serta apa keunggulannya dibandingkan hybrid konvensional?

Jetour menjawab pertanyaan tersebut melalui teknologi yang mengombinasikan mesin bensin, motor listrik, dan transmisi hybrid yang bekerja secara otomatis sesuai kebutuhan berkendara.

Teknologi i-DM menggabungkan mesin 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine, motor listrik, serta Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Ketiga komponen tersebut dikendalikan oleh sistem pintar yang mampu menentukan sumber tenaga paling efisien, baik menggunakan motor listrik sepenuhnya, mesin bensin, maupun kombinasi keduanya.

Kendaraan diklaim mampu memberikan akselerasi yang responsif tanpa mengorbankan konsumsi bahan bakar. Sistem juga bekerja otomatis sehingga pengemudi tidak perlu berpindah mode secara manual saat menghadapi perubahan kondisi jalan.

Product Senior Manager PT Jetour Sales Indonesia, Irwan Nugraha Kurnia, mengatakan setiap pengguna memiliki kebutuhan berkendara yang berbeda sehingga karakter teknologi i-DM pada kedua model sengaja dibuat tidak sama.

"Karena itu, Intelligent Dual Mode (i-DM) kami hadirkan dengan karakter yang berbeda pada Jetour T1 i-DM dan Jetour T2 i-DM, sehingga masing-masing mampu memberikan pengalaman berkendara yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup konsumen," kata Irwan Nugraha di arena GIIAS 2026.

Perbedaan Jetour T1 i-DM dan T2 i-DM

Meski sama-sama mengusung teknologi plug-in hybrid, Jetour T1 i-DM dan T2 i-DM memiliki orientasi penggunaan yang berbeda.

Jetour T2 i-DM ditujukan bagi konsumen yang gemar berpetualang dan membutuhkan performa lebih tinggi. Model ini dibekali dua motor listrik yang dipadukan dengan transmisi 3-Speed DHT, sehingga mampu menghasilkan akselerasi yang lebih cepat dan penyaluran tenaga yang lebih optimal di berbagai kondisi jalan.

Sementara itu, Jetour T1 i-DM lebih difokuskan untuk penggunaan harian. Mobil ini menggunakan satu motor listrik dengan transmisi 1-Speed DHT yang diklaim mampu menghadirkan karakter berkendara lebih halus, nyaman, dan efisien, baik untuk mobilitas di perkotaan maupun perjalanan jarak jauh.

Sistem Hybrid Menyesuaikan Kondisi Jalan Secara Otomatis

Salah satu pembeda utama teknologi i-DM adalah penggunaan Hybrid Management System yang mampu memilih skenario kerja mesin dan motor listrik secara otomatis sesuai kondisi berkendara.

Jetour T1 i-DM dibekali lima skenario hybrid, sedangkan Jetour T2 i-DM memiliki sembilan skenario hybrid yang memberikan fleksibilitas lebih besar dalam mengatur distribusi tenaga.

Product Trainer PT Jetour Sales Indonesia, Fatur Farhananda, menjelaskan sistem tersebut dirancang agar efisiensi tetap terjaga tanpa mengurangi performa kendaraan.

"Teknologi i-DM dirancang untuk menjaga efisiensi di berbagai kondisi berkendara. Sistem akan secara otomatis memilih skenario penggerak yang paling optimal, baik saat menghadapi lalu lintas stop and go di perkotaan maupun ketika melaju pada kecepatan tinggi di jalan tol, sehingga performa dan efisiensi tetap dapat berjalan beriringan," ujar Fatur dalam kesempatan yang sama.

Selain pengaturan otomatis, pengemudi juga dapat menyesuaikan karakter kendaraan melalui pilihan Driving Mode, Power Mode, dan Battery Level Mode sesuai kebutuhan perjalanan.

Pada T2 i-DM, sistem plug-in hybrid tersebut diklaim mampu menghadirkan jarak tempuh lebih dari 1.200 kilometer dalam kondisi baterai dan tangki bahan bakar penuh.

Mobil ini juga telah mendukung DC Fast Charging hingga 50 kW yang memungkinkan pengisian daya baterai dari 30 persen ke 80 persen dalam waktu sekitar 27 menit.

Untuk mendukung aktivitas luar ruang, T2 i-DM turut dilengkapi fitur Vehicle to Load (V2L) 3,3 kW sehingga baterai mobil dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik portabel untuk mengoperasikan berbagai perangkat elektronik saat berkemah atau kegiatan outdoor lainnya.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra