JawaPos.com - Persaingan memperebutkan konsumen di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 tak lagi hanya berlangsung di area pameran. Di tengah pesatnya perkembangan digital, tenaga penjual berbagai merek otomotif mulai memanfaatkan TikTok, Instagram, hingga website sebagai sarana promosi untuk menjangkau calon pembeli.
Strategi ini bahkan terbukti mampu menghasilkan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) langsung dari siaran live. Jika sebelumnya tenaga penjual hanya mengandalkan interaksi langsung dengan pengunjung di booth, kini media sosial menjadi kanal pemasaran yang tak kalah efektif untuk mendatangkan calon konsumen.
Platform seperti TikTok Live dan Instagram Live mulai dimanfaatkan sebagai etalase digital untuk memperkenalkan produk, menjawab pertanyaan calon pembeli, hingga menawarkan berbagai promo yang tersedia selama pameran berlangsung.
Salah satu tenaga penjual BYD yang ditemuin JawaPos.com mengungkapkan bahwa strategi live streaming memberikan dampak nyata terhadap penjualan.
"Kebetulan saya di bagian offline jadi saya langsung berinteraksi dengan konsumen langsung di GIIAS, kalau temen-temen itu beda divisi, mereka bagian online. Nanti konsumen yang tertarik langsung diarahkan kebagian lain atau adminlah istilahnya nanti mereka menghubungi lagi bikin janji biasnya untuk test drive hingga SPK," ujarnya, (4/8).
Bahkan tak sedikit konsumen yang tertarik dengan cara online, mereka mencoba hingga akhirnya SPK. Menurutnya inovasi tetap dilakukan untuk menarik konsumen.
Fenomena serupa juga mulai diterapkan oleh sejumlah merek lain. Sales Mitsubishi memanfaatkan kombinasi live streaming dan promosi berbayar di media sosial untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus menarik minat konsumen yang tidak sempat datang ke lokasi pameran.
Meski tren pemasaran digital terus berkembang, tidak semua tenaga penjual menjadikan live streaming sebagai strategi utama.
Beberapa sales Wuling dan Geely masih mengutamakan pendekatan tatap muka karena dinilai mampu membangun kepercayaan serta memudahkan calon konsumen memahami fitur dan keunggulan produk secara langsung.
Perubahan pola perilaku konsumen membuat strategi pemasaran otomotif ikut bertransformasi. Kehadiran media sosial kini bukan lagi sekadar sarana promosi, tetapi telah menjadi salah satu kanal penting dalam menghasilkan prospek penjualan.
Kombinasi antara pendekatan konvensional di booth pameran dengan pemasaran digital melalui TikTok, Instagram, maupun platform online lainnya diperkirakan akan menjadi tren baru industri otomotif. Bagi para tenaga penjual, kemampuan memanfaatkan teknologi digital kini menjadi faktor penting untuk meningkatkan peluang mendapatkan pelanggan sekaligus mendongkrak penjualan selama GIIAS 2026.