← Beranda
BBM Mobil Diesel Makin Boros? Pertamina Lubricant Berikan Tips agar Tetap Irit dan Mesin Awet
Dony Lesmana Eko PutraSelasa, 4 Agustus 2026 | 00.08 WIB
Tim Brand Owner Pertamina Fastron, Mulianto,Tim Brand Owner Pertamina Fastron, Mulianto saat talk show terkait perawatan mesin diesel di GIIAS 2026. (Dony/JawaPos.com)

JawaPos.com - Tak sedikit pemilik mobil diesel mengeluhkan biaya operasional yang terus meningkat, terutama akibat konsumsi bahan bakar yang terasa semakin boros. Padahal, penyebabnya tidak selalu berasal dari jenis BBM yang digunakan.

Kondisi mesin yang kurang terawat juga dapat membuat proses pembakaran tidak optimal sehingga efisiensi kendaraan ikut menurun.

Mobil diesel modern kini dibekali teknologi yang semakin canggih, mulai dari sistem common rail hingga turbocharger yang bekerja dengan presisi tinggi.

Seluruh komponen tersebut saling berkaitan sehingga ketika salah satunya mengalami penurunan performa, dampaknya bisa langsung terasa pada tenaga mesin, konsumsi bahan bakar, hingga biaya perawatan.

Tim Brand Owner Pertamina Fastron, Mulianto, mengatakan perawatan berkala sebaiknya tidak dianggap sebagai beban, melainkan investasi untuk menjaga kendaraan tetap efisien dalam jangka panjang.

"Perawatan berkala perlu dilihat sebagai investasi untuk menjaga efisiensi kendaraan diesel, bukan hanya dilakukan ketika muncul gejala kerusakan. Mesin yang terawat membantu proses pembakaran tetap optimal sehingga konsumsi bahan bakar lebih efisien dan umur pakai komponen menjadi lebih panjang," ujarnya saat sesi talk show di both Pertamina Lubricant di GIIAS 2026.

Mulianto memberikan tips langkah sederhana yang dapat dilakukan pemilik kendaraan diesel agar mesin tetap bertenaga sekaligus hemat bahan bakar.

1. Rutin Mengganti Filter Bahan Bakar

Filter solar berfungsi menyaring kotoran sebelum bahan bakar masuk ke sistem injeksi. Jika kondisinya mulai kotor atau tersumbat, aliran bahan bakar menjadi tidak lancar sehingga pembakaran tidak berlangsung sempurna. Akibatnya, tenaga mesin menurun dan konsumsi BBM meningkat.

2. Gunakan BBM Sesuai Spesifikasi Mesin

Setiap mesin diesel dirancang menggunakan standar bahan bakar tertentu. Menggunakan solar dengan spesifikasi yang direkomendasikan pabrikan dapat menjaga sistem injeksi tetap bersih, sekaligus membantu menghasilkan pembakaran yang lebih efisien.

3. Jangan Menunda Ganti Oli Mesin

Oli memiliki tugas penting untuk melumasi komponen mesin, mengurangi gesekan, membantu mendinginkan suhu kerja, sekaligus membersihkan sisa pembakaran. Penggantian oli beserta filter secara berkala akan menjaga performa mesin tetap stabil dan memperpanjang usia komponen.

4. Bersihkan Sistem Injeksi Secara Berkala

Setelah kendaraan menempuh sekitar 20.000 kilometer, pembersihan sistem injeksi atau purging dapat dilakukan untuk menghilangkan endapan karbon yang mulai terbentuk di ruang bakar. Langkah ini membantu menjaga suplai bahan bakar tetap optimal sehingga tenaga mesin tetap responsif.

5. Rawat Turbocharger dengan Cara yang Benar

Bagi mobil diesel yang sudah menggunakan turbo, biasakan membiarkan mesin tetap menyala selama dua hingga lima menit sebelum dimatikan, terutama setelah perjalanan jauh. Cara sederhana ini membantu menurunkan suhu turbo secara perlahan sehingga umur pakainya lebih panjang.

6. Pastikan Sistem Pendingin Selalu Optimal

Mesin diesel bekerja pada temperatur yang tinggi. Karena itu, radiator dan cairan pendingin harus selalu dalam kondisi prima. Penggantian coolant sesuai jadwal akan membantu menjaga suhu mesin tetap stabil sekaligus mencegah risiko overheat.

Selain perawatan rutin, penggunaan oli yang sesuai spesifikasi pabrikan juga menjadi faktor penting dalam menjaga performa mesin diesel. Oli dengan formulasi khusus mampu memberikan perlindungan lebih baik terhadap gesekan, menjaga kebersihan mesin dari endapan jelaga, sekaligus membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Dengan perawatan yang tepat, pemilik mobil diesel tidak hanya dapat menikmati performa mesin yang tetap optimal, tetapi juga menghemat konsumsi bahan bakar dan mengurangi risiko perbaikan mahal di kemudian hari.

"Pendekatan ini menjadi solusi yang lebih efektif untuk menekan biaya operasional dibanding hanya berfokus pada penghematan saat mengisi bahan bakar," pungkas Mulianto.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra