← Beranda
Data Gaikindo: Penjualan Retail Mazda Masih Lesu Meski Distribusi Mobil Naik Dua Digit
Dony Lesmana Eko PutraSabtu, 4 Juli 2026 | 05.42 WIB
Mazda CX-80 di GIIAS 2025. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kinerja penjualan Mazda di Indonesia pada lima bulan pertama 2026 menunjukkan fenomena yang menarik. Di saat distribusi mobil dari pabrik ke dealer (wholesales) tumbuh dua digit, penjualan langsung ke konsumen justru masih mengalami penurunan. 

Kondisi ini mengindikasikan bahwa peningkatan pasokan belum sepenuhnya diikuti oleh permintaan pasar.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan wholesales Mazda sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai 1.351 unit.

Angka tersebut meningkat 17,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Namun, tren positif itu belum tercermin pada penjualan ritel. Sepanjang lima bulan pertama tahun ini, PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) hanya membukukan penjualan retail sebanyak 1.241 unit, atau turun 5,6 persen dibandingkan Januari-Mei 2025.

Penurunan ini memperpanjang tren melemahnya penjualan ritel Mazda di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Januari-Mei 2025, penjualan retail Mazda tercatat 1.315 unit, atau sudah turun 30,2 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang masih mencapai 2.107 unit.

Bahkan, penjualan ritel pada Januari-Mei 2024 juga telah mengalami penurunan sekitar 3 persen dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun 2023.

Perbedaan arah antara wholesales dan retail tersebut menunjukkan adanya tantangan di pasar otomotif nasional. Meski distribusi kendaraan ke jaringan dealer meningkat, daya serap pasar belum mampu mengimbangi pasokan yang tersedia.

Situasi ini juga mencerminkan bahwa persaingan di segmen kendaraan premium semakin ketat.

Di tengah banyaknya pilihan model baru dan meningkatnya kompetisi, produsen dituntut menghadirkan strategi yang mampu mendorong minat beli konsumen sekaligus menjaga keseimbangan stok di jaringan dealer.

Ke depan, menarik untuk melihat apakah peningkatan wholesales Mazda pada awal tahun ini dapat berujung pada kenaikan penjualan ritel pada paruh kedua 2026, atau justru menjadi sinyal bahwa pasar masih membutuhkan waktu untuk kembali pulih.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra