JawaPos.com - PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) bersiap mencuri perhatian di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 dengan menghadirkan empat model baru yang akan memperkuat lini kendaraan elektrifikasi.
Salah satu yang paling dinanti adalah Hyundai Ioniq 3 yang untuk pertama kalinya hadir di Indonesia, disusul sebuah MPV listrik berkapasitas tujuh penumpang yang masih berstatus prototipe.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa Hyundai semakin serius memperluas pilihan mobil listrik dan hybrid di pasar nasional.
Hyundai memastikan akan menampilkan lebih banyak kendaraan dibandingkan penyelenggaraan GIIAS tahun sebelumnya.
Jika biasanya hanya membawa 12 unit display, pada GIIAS 2026 pabrikan asal Korea Selatan tersebut akan memamerkan total 14 kendaraan.
Presiden Direktur PT Hyundai Motors Indonesia, Kenny Lee, mengatakan ada empat model baru yang akan diperkenalkan kepada publik selama pameran berlangsung. Salah satu model yang dipastikan hadir adalah Hyundai Ioniq 3.
"Biasanya kami membawa 12 kendaraan di GIIAS. Tahun ini akan ada 14 kendaraan dan empat model baru, salah satunya Hyundai Ioniq 3," ujar Kenny Lee di Jakarta.
Hyundai Ioniq 3 Siap Debut di Indonesia
Hyundai Ioniq 3 pertama kali diperkenalkan secara global di Eropa pada April 2026. Mobil listrik ini mengusung desain yang disebut sebagai aero hatchback, memadukan karakter hatchback kompak dengan sentuhan crossover.
Tampilannya diperkuat penggunaan pelindung bodi (cladding) di sekeliling kendaraan sehingga memberikan kesan lebih tangguh. Sementara pada varian N Line, Hyundai menyematkan bumper bergaya sporty, diffuser belakang, spoiler, serta velg berukuran 19 inci. Adapun versi standar menggunakan pelek 16 inci.
Dari sisi teknologi, Ioniq 3 dibangun menggunakan platform Electric-Global Modular Platform (E-GMP) berarsitektur 400 volt yang juga digunakan pada beberapa model kendaraan listrik Hyundai dan Kia.
Platform ini dirancang untuk menghadirkan efisiensi energi sekaligus mendukung pengembangan berbagai konfigurasi tenaga.
Untuk pasar global, Hyundai menawarkan dua pilihan penggerak roda depan (FWD). Varian Standard Range dibekali motor listrik bertenaga 144 hp yang dipadukan baterai berkapasitas 42,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 344 kilometer berdasarkan standar WLTP.
Sementara itu, versi Long Range menggunakan baterai 61 kWh yang mampu menempuh perjalanan hingga 496 kilometer. Kedua varian sama-sama menghasilkan torsi maksimum 250 Nm sehingga tetap menawarkan akselerasi yang responsif untuk penggunaan harian.
Hyundai Perluas Pilihan EV dan Hybrid
Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, menjelaskan bahwa empat model baru tersebut akan mengisi segmen pasar yang berbeda.
Menurutnya, Hyundai akan menghadirkan kendaraan di kategori SUV listrik, SUV hybrid, MPV hybrid, serta MPV listrik.
Selain itu, Hyundai juga menyiapkan sebuah mobil listrik konsep berkapasitas tujuh penumpang yang akan diperkenalkan secara resmi menjelang pembukaan GIIAS 2026.
Kehadiran model konsep tersebut menjadi salah satu agenda penting Hyundai dalam memperlihatkan arah pengembangan produk elektrifikasi untuk pasar Indonesia.
MPV Listrik 7 Penumpang Berpotensi Diproduksi Lokal
Meski belum mengungkap detail spesifikasi, MPV listrik konsep yang akan dipamerkan disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan proyek kendaraan listrik tujuh penumpang yang tengah dikembangkan bersama Kia.
Model tersebut diperkirakan akan memanfaatkan fasilitas produksi Hyundai di Cikarang, Jawa Barat, yang selama ini menjadi basis perakitan sejumlah model Hyundai di Indonesia.
Sejumlah spekulasi juga menyebut kendaraan itu berpotensi menggunakan platform yang sudah dikembangkan pada Stargazer maupun Carens. Pendekatan tersebut dinilai dapat mempercepat proses pengembangan sekaligus menekan biaya produksi tanpa harus membangun platform baru dari awal.
Strategi Hyundai Perkuat Pasar Elektrifikasi
Kehadiran empat model baru di GIIAS 2026 menunjukkan strategi Hyundai yang semakin agresif di pasar kendaraan elektrifikasi nasional.
Selama ini Hyundai dikenal melalui lini SUV listrik seperti Kona Electric, Ioniq 5, hingga Ioniq 9. Kini perusahaan mulai memperluas portofolio ke segmen MPV yang memiliki permintaan besar di Indonesia.
Langkah tersebut sekaligus membuka peluang lebih luas bagi konsumen yang menginginkan kendaraan listrik maupun hybrid sesuai kebutuhan, baik untuk penggunaan keluarga maupun mobilitas harian.
Dengan semakin beragamnya pilihan produk, Hyundai berupaya memperkuat posisinya di tengah persaingan pasar kendaraan elektrifikasi yang terus berkembang di Indonesia.