← Beranda
B50 Resmi Berlaku, Apakah Mesin Diesel Lama Masih Aman? Ini Penjelasan Pakar
AntaraKamis, 2 Juli 2026 | 17.21 WIB
Pengujian BBM solar B50. (Istimewa)

JawaPos.com - Mulai 1 Juli 2026, pemerintah resmi menerapkan penggunaan biodiesel B50 secara nasional. Kebijakan ini memunculkan pertanyaan di kalangan pemilik kendaraan diesel, apakah penggunaan B50 akan memengaruhi performa mesin dan membutuhkan perawatan ekstra? 

Bahan bakar ini merupakan campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit (FAME) dan 50 persen solar. Kebijakan tersebut menjadi langkah lanjutan setelah Indonesia lebih dulu menerapkan B35 dan B40 sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Lantas, apakah penggunaan B50 akan berdampak pada kendaraan diesel yang saat ini beredar di Indonesia? Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menjelaskan dampaknya serta komponen yang perlu mendapat perhatian.

Dilansir dari laman Antara, pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu mengatakan bahwa pemilik kendaraan diesel tidak perlu khawatir berlebihan. 

Ia menjelaskan, kendaraan yang selama ini sudah menggunakan B40 umumnya telah beradaptasi dengan kandungan biodiesel sehingga transisi ke B50 tidak akan menimbulkan perubahan yang signifikan.

Yannes mengatakan, pada awal penerapan biodiesel, kandungan FAME memang memiliki efek membersihkan endapan yang selama bertahun-tahun menumpuk di tangki maupun saluran bahan bakar. 

Namun, setelah penggunaan B40 selama lebih dari satu tahun, sebagian besar endapan tersebut sudah terangkat sehingga efek pembersihan saat menggunakan B50 menjadi jauh lebih kecil.

Artinya, pengguna kendaraan diesel tidak perlu melakukan penggantian filter bahan bakar secara mendadak hanya karena beralih ke B50.

Emisi Lebih Rendah, Konsumsi BBM Sedikit Berbeda

Selain mendukung program energi terbarukan, biodiesel B50 juga disebut memberikan manfaat dari sisi lingkungan. Kandungan biodiesel yang lebih tinggi mampu menurunkan emisi karbon monoksida (CO) dan asap buang dibandingkan solar konvensional.

Meski demikian, Yannes mengingatkan bahwa nilai kalor biodiesel sedikit lebih rendah dibandingkan solar murni. Akibatnya, konsumsi bahan bakar berpotensi sedikit lebih tinggi, meski perbedaannya relatif kecil dan tidak akan terlalu terasa pada penggunaan sehari-hari.

Selama kendaraan mendapatkan perawatan secara rutin, performa mesin diesel dengan B50 diperkirakan tetap setara dengan saat menggunakan B40.

Komponen yang Perlu Lebih Sering Dipantau

Meski tidak memerlukan perlakuan khusus, ada beberapa komponen yang sebaiknya menjadi perhatian pemilik kendaraan diesel selama menggunakan B50.

Komponen pertama adalah filter bahan bakar. Filter menjadi bagian paling sensitif dalam sistem penyaluran bahan bakar karena berfungsi menyaring kotoran sebelum masuk ke sistem injeksi.

Pada kendaraan dengan usia pakai yang cukup lama, penggantian filter dapat dilakukan sedikit lebih cepat apabila diperlukan.

Selain filter, pemilik kendaraan juga disarankan memeriksa kondisi seal, O-ring, dan selang bahan bakar yang terbuat dari karet.

Biodiesel memiliki sifat yang sedikit lebih agresif dibandingkan solar biasa sehingga dalam jangka panjang komponen berbahan karet berpotensi mengalami penurunan kualitas lebih cepat.

Komponen lain yang juga perlu mendapat perhatian adalah sistem injeksi common rail dan pompa bahan bakar bertekanan tinggi. Pemeriksaan berkala akan membantu menjaga sistem bahan bakar tetap bekerja secara optimal.

Hindari Menyimpan B50 Terlalu Lama

Yannes juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas bahan bakar. Tangki bahan bakar sebaiknya selalu dalam kondisi bersih dan biodiesel B50 tidak disarankan disimpan terlalu lama karena kualitasnya dapat menurun seiring waktu.

Servis berkala di bengkel resmi atau bengkel yang memahami karakteristik biodiesel tetap menjadi langkah terbaik untuk menjaga keandalan kendaraan diesel.

"Selama perawatan dilakukan secara rutin sesuai rekomendasi pabrikan, kendaraan diesel dapat menggunakan B50 dengan aman dan tetap optimal," jelas Yannes.

Pemerintah Pastikan Seluruh Sektor Siap

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan implementasi wajib B50 telah siap diterapkan di berbagai sektor. 

Sebelum diberlakukan secara nasional, biodiesel B50 telah melalui serangkaian uji coba pada berbagai jenis kendaraan dan alat berat, mulai dari mobil diesel, truk, kereta api, kapal, alat pertanian hingga alat berat di sektor pertambangan.

Dengan kesiapan tersebut, pemerintah berharap penggunaan B50 tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga mampu menekan emisi serta meningkatkan pemanfaatan biodiesel berbasis minyak sawit dalam negeri tanpa mengurangi keandalan kendaraan diesel.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra