← Beranda
Biaya Hidup dan Mobilitas Terus Naik: EV Chery Tawarkan Ongkos Harian Mulai Rp7 Ribuan
ARMSenin, 22 Juni 2026 | 22.00 WIB
Ilustrasi mobillistrik Chery. (Istimewa)

JawaPos.com – Setiap pagi, jutaan warga perkotaan berangkat bekerja dengan satu tujuan yang sama: sampai ke kantor tepat waktu. Namun belakangan, perjalanan rutin itu tidak lagi sekadar soal macet atau cuaca. Ada satu hal lain yang semakin sering menjadi perhatian, yakni biaya transportasi yang terus meningkat.

Kenaikan harga BBM dalam beberapa waktu terakhir membuat banyak keluarga mulai menghitung ulang pengeluaran bulanan. Bagi komuter yang menempuh perjalanan puluhan kilometer setiap hari, biaya bahan bakar menjadi salah satu pos pengeluaran yang paling terasa dampaknya.

Di tengah tekanan biaya hidup yang terus meningkat, masyarakat kini semakin selektif dalam memilih kendaraan. Tidak hanya nyaman digunakan, tetapi juga mampu membantu mengelola pengeluaran transportasi secara lebih efisien.

Ketika Pengeluaran Transportasi Menjadi Beban Rutin
Bagi keluarga urban, biaya transportasi seringkali menjadi pengeluaran yang tidak bisa dihindari. Mulai dari perjalanan ke kantor, mengantar anak sekolah, berbelanja kebutuhan rumah tangga, hingga aktivitas akhir pekan.

Baca Juga: SUV Premium Huawei-Chery Punya Teknologi Canggih dan Performa Buas, Desain Mirip Ferrari Purosangue

Masalahnya, pengeluaran tersebut bersifat berulang. Sedikit kenaikan biaya harian dapat berubah menjadi angka yang cukup besar ketika diakumulasikan selama satu bulan bahkan satu tahun.

Karena itu, banyak masyarakat mulai melirik kendaraan elektrifikasi sebagai alternatif yang lebih efisien. Selain menawarkan pengalaman berkendara yang modern, kendaraan listrik juga dikenal memiliki biaya operasional yang lebih terukur dibanding kendaraan konvensional.

Simulasi Biaya Harian Kendaraan Listrik Chery
Sebagai salah satu produsen yang aktif menghadirkan kendaraan elektrifikasi di Indonesia, Chery menawarkan beberapa pilihan kendaraan listrik yang dirancang untuk kebutuhan mobilitas harian.

Berdasarkan pengujian internal Chery Indonesia, biaya penggunaan listrik per kilometer pada lini EV Chery tergolong efisien.  

Sebagai gambaran:

• ⁠Chery Q memiliki biaya listrik sekitar Rp181 per km
• ⁠Chery E5 sekitar Rp205 per km
• ⁠Chery J6T sekitar Rp284 per km  

Jika seorang komuter menempuh perjalanan sekitar 40 kilometer per hari, maka estimasi biaya energi yang dikeluarkan dapat berada pada kisaran:

• ⁠Chery Q: sekitar Rp7.240 per hari
• ⁠Chery E5: sekitar Rp8.200 per hari
• Chery J6T: sekitar Rp11.360 per hari

Angka tersebut memberikan gambaran bagaimana kendaraan listrik dapat membantu pengguna mengelola biaya mobilitas secara lebih terukur untuk aktivitas sehari-hari.  

Bukan Sekadar Hemat, Tetapi Juga Praktis
Efisiensi biaya tentu menjadi salah satu pertimbangan utama. Namun bagi banyak pengguna, kendaraan harian juga harus mampu menjawab kebutuhan mobilitas yang beragam.

Mulai dari perjalanan kerja, menjemput keluarga, hingga aktivitas akhir pekan, kendaraan harus tetap nyaman digunakan tanpa membuat pemiliknya terus-menerus khawatir terhadap biaya operasional.

Di sinilah kendaraan listrik mulai menjadi pilihan yang semakin relevan. Selain menawarkan biaya energi yang lebih terkendali, teknologi elektrifikasi juga memberikan pengalaman berkendara yang lebih tenang dan praktis untuk penggunaan sehari-hari.

Menjaga Mobilitas Tanpa Mengorbankan Keuangan Keluarga
Dalam kondisi ekonomi yang menuntut masyarakat semakin bijak mengatur pengeluaran, setiap keputusan finansial memiliki dampak jangka panjang. Termasuk dalam memilih kendaraan.

Alih-alih hanya melihat harga pembelian, banyak konsumen kini mulai mempertimbangkan total biaya penggunaan kendaraan selama bertahun-tahun. Efisiensi biaya operasional menjadi salah satu faktor yang semakin diperhitungkan.

Melalui lini kendaraan listriknya seperti Chery Q, Chery E5, dan Chery J6T, Chery menghadirkan alternatif mobilitas yang dirancang untuk membantu masyarakat tetap produktif tanpa harus terbebani pengeluaran transportasi yang terus meningkat.

Sebab pada akhirnya, kendaraan bukan hanya alat untuk berpindah tempat. Di tengah biaya hidup yang semakin tinggi, kendaraan juga menjadi bagian dari strategi keluarga dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan mobilitas dan kesehatan finansial jangka panjang.

EDITOR: Mohamad Nur Asikin