← Beranda
Pasar Mobil Listrik Global Menguat, Tapi China dan Amerika Serikat Justru Melambat
AntaraMinggu, 21 Juni 2026 | 23.33 WIB
Salah satu tipe baterai yang digunakan mobil listrik dari Chery. (Nanda/JawaPos.com)

JawaPos.com - Minat masyarakat dunia terhadap mobil listrik masih menunjukkan tren pertumbuhan positif. Sepanjang Mei 2026, pendaftaran kendaraan listrik global mencapai sekitar 1,8 juta unit atau naik 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV), terutama di Eropa yang menjadi pasar dengan pertumbuhan tercepat saat ini.

Eropa Jadi Penggerak Utama Pasar Mobil Listrik

Data terbaru dari BMI menunjukkan Eropa menjadi kontributor terbesar terhadap pertumbuhan kendaraan listrik global pada Mei 2026.

Kawasan tersebut mencatat peningkatan pendaftaran kendaraan listrik hingga 23 persen secara tahunan menjadi sekitar 415.000 unit.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh berbagai program insentif pemerintah yang masih berjalan di sejumlah negara Eropa. Selain itu, tingginya harga bahan bakar juga mendorong konsumen beralih ke kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Kondisi ini membuat permintaan terhadap mobil listrik maupun kendaraan plug-in hybrid terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Penjualan Kendaraan Listrik Global Terus Bertumbuh

Secara keseluruhan, penjualan kendaraan listrik dunia masih berada di jalur positif. Penjualan gabungan kendaraan listrik murni (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV) tercatat meningkat selama tiga bulan berturut-turut.

Sementara secara kumulatif, penjualan kendaraan listrik global selama Januari hingga Mei 2026 naik 0,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi masih menjadi salah satu tren utama industri otomotif dunia meskipun menghadapi berbagai tantangan di sejumlah pasar besar.

China Mulai Melambat

Di sisi lain, China yang selama ini dikenal sebagai pasar kendaraan listrik terbesar di dunia justru mengalami penurunan pada Mei 2026.

Pendaftaran kendaraan listrik di negara tersebut tercatat turun 9 persen menjadi sekitar 987.000 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan ini terjadi setelah berakhirnya sejumlah program stimulus pemerintah, termasuk insentif tukar tambah kendaraan dan keringanan pajak pembelian mobil listrik yang sebelumnya menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar.

Akibatnya, sejumlah produsen otomotif China kini semakin agresif memperluas pasar ke luar negeri, termasuk menjalin kerja sama manufaktur dan memanfaatkan fasilitas produksi di kawasan Eropa.

Amerika Utara Mengalami Kontraksi

Pasar kendaraan listrik di Amerika Utara juga menghadapi tekanan yang cukup besar. Pada Mei 2026, jumlah pendaftaran kendaraan listrik di kawasan tersebut turun 26 persen menjadi sekitar 123.000 unit.

Penurunan tersebut dipengaruhi oleh berakhirnya berbagai insentif pajak kendaraan listrik di Amerika Serikat.

Selain itu, kebijakan pemerintah yang lebih longgar terhadap regulasi emisi karbon turut memengaruhi arah perkembangan pasar kendaraan listrik.

Sejumlah analis menilai fokus industri otomotif Amerika Serikat kini mulai bergeser ke kendaraan hybrid dan mobil bermesin pembakaran internal yang dianggap lebih sesuai dengan kondisi pasar saat ini.

Masa Depan Mobil Listrik Masih Menjanjikan

Meski menghadapi perlambatan di beberapa negara besar, prospek kendaraan listrik global masih dinilai positif.

Dukungan kebijakan pemerintah, peningkatan teknologi baterai, serta kesadaran konsumen terhadap efisiensi energi dan emisi karbon diperkirakan akan terus mendorong pertumbuhan pasar dalam jangka panjang.

Bagi produsen otomotif, perubahan dinamika pasar global ini menjadi sinyal penting untuk menyesuaikan strategi bisnis, termasuk memperluas pasar baru dan menghadirkan kendaraan listrik dengan harga yang lebih kompetitif.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra