← Beranda
Defensive Driving Jadi Kunci Keselamatan Berkendara, Ini Tips Menghindari Kecelakaan di Jalan
Dony Lesmana Eko PutraJumat, 29 Mei 2026 | 22.40 WIB
ilustrasi: Test drive penting dilakukan sebelum memutuskan membeli mobil baru. (Suzuki).

JawaPos.com - Keselamatan berkendara menjadi salah satu aspek yang semakin mendapat perhatian di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan padatnya lalu lintas di berbagai kota besar.

Selain kemampuan mengemudi, faktor yang tidak kalah penting adalah penerapan budaya defensive driving atau berkendara defensif untuk meminimalkan risiko kecelakaan di jalan.

Defensive driving merupakan teknik berkendara yang menekankan sikap antisipatif terhadap berbagai potensi bahaya selama perjalanan.

Dengan pendekatan ini, pengemudi tidak hanya bereaksi terhadap kondisi yang terjadi, tetapi juga mampu memprediksi risiko dan mengambil keputusan yang tepat sebelum situasi berkembang menjadi berbahaya.

Menurut Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), potensi risiko di jalan selalu ada, terutama saat volume kendaraan meningkat seperti pada periode libur panjang maupun musim mudik.

"Potensi risiko perjalanan selalu ada, termasuk saat lalu lintas meningkat seperti pada periode libur panjang. Agar semua pengguna jalan bisa meminimalisir potensi tersebut bersama-sama, akan lebih baik jika kita menerapkan defensive driving," ujar Hariadi, Jumat (29/5) di Jakarta.

Pentingnya Defensive Driving untuk Mengurangi Risiko Kecelakaan

Defensive driving tidak hanya membantu menjaga keselamatan pengemudi dan penumpang, tetapi juga memberikan perlindungan bagi pengguna jalan lainnya.

Dengan menerapkan teknik berkendara defensif, pengemudi memiliki waktu lebih banyak untuk mengantisipasi kondisi darurat dan menghindari potensi tabrakan.

Penerapan defensive driving juga dinilai relevan di Indonesia yang memiliki karakter lalu lintas beragam, mulai dari jalan perkotaan yang padat hingga jalur antarkota dengan kondisi berbeda-beda.

Tips Defensive Driving yang Perlu Diterapkan Pengendara

Untuk membantu pengemudi meningkatkan keselamatan selama perjalanan, terdapat beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan.

1. Pastikan Kendaraan dalam Kondisi Prima

Sebelum memulai perjalanan, lakukan pemeriksaan dasar terhadap kondisi kendaraan. Komponen seperti ban, rem, lampu, wiper, serta cairan kendaraan perlu dipastikan berfungsi dengan baik untuk mengurangi risiko gangguan di perjalanan.

2. Jaga Jarak Aman

Menjaga jarak dengan kendaraan di depan menjadi salah satu prinsip utama defensive driving. Ruang yang cukup memungkinkan pengemudi memiliki waktu reaksi lebih baik ketika terjadi pengereman mendadak atau kondisi darurat lainnya.

3. Gunakan Lajur Sesuai Aturan

Perpindahan jalur secara mendadak sering menjadi pemicu kecelakaan. Oleh karena itu, pengemudi disarankan menggunakan lajur sesuai kebutuhan dan selalu memberikan isyarat dengan lampu sein sebelum berpindah jalur.

4. Pantau Situasi di Sekitar Kendaraan

Pengemudi perlu rutin memeriksa kaca spion dan memperhatikan area sekitar kendaraan, termasuk titik buta atau blind spot. Langkah ini membantu meningkatkan kewaspadaan terhadap pergerakan kendaraan lain.

5. Kendalikan Kecepatan dan Emosi

Berkendara dengan kecepatan sesuai aturan serta menjaga emosi tetap stabil menjadi faktor penting dalam menciptakan perjalanan yang aman. Perilaku agresif di jalan dapat meningkatkan risiko kecelakaan secara signifikan.

6. Beristirahat Saat Kondisi Tubuh Lelah

Kelelahan dapat menurunkan konsentrasi dan memperlambat respons pengemudi. Jika mulai merasa mengantuk atau lelah, sebaiknya berhenti sejenak di rest area atau lokasi aman untuk beristirahat.

Teknologi Pendukung Keselamatan Semakin Dibutuhkan

Selain perilaku berkendara yang baik, perkembangan teknologi otomotif juga turut membantu meningkatkan keselamatan pengguna kendaraan.

Salah satu perangkat yang kini banyak digunakan adalah kamera pemantau perjalanan atau dashcam yang berfungsi sebagai alat dokumentasi sekaligus membantu memantau kondisi di sekitar kendaraan.

Sejumlah pabrikan otomotif bahkan mulai menghadirkan fitur pemantauan yang terintegrasi dengan kendaraan. Salah satunya melalui teknologi Smart e-Mirror yang disematkan pada Suzuki New XL7 Alpha Hybrid.

Fitur tersebut menghadirkan tampilan visual area belakang kendaraan melalui kamera yang dipasang di bagian belakang mobil. Teknologi ini menawarkan sejumlah manfaat yang mendukung penerapan defensive driving.

Mengurangi Blind Spot dan Meningkatkan Visibilitas
Posisi kamera dengan sudut pandang lebih lebar memungkinkan pengemudi melihat area belakang kendaraan secara lebih jelas, termasuk ketika kabin terisi penuh penumpang atau barang bawaan.

Selain itu, tampilan visual yang lebih terang dan stabil membantu pengemudi mengenali potensi bahaya lebih cepat sehingga dapat mengambil keputusan secara tepat saat berkendara.

Rekaman Perjalanan Jadi Bukti Penting

Keunggulan lain dari teknologi pemantauan modern adalah kemampuan merekam kondisi perjalanan dari depan maupun belakang kendaraan.

Rekaman tersebut dapat menjadi dokumentasi penting apabila terjadi insiden lalu lintas atau situasi yang membutuhkan bukti visual.

Meski demikian, teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu. Faktor utama keselamatan tetap bergantung pada perilaku pengemudi di balik kemudi.

"Kehadiran fitur ini menjadi relevan bagi konsumen yang membutuhkan visibilitas tambahan, terutama saat berkendara bersama keluarga, membawa barang bawaan, atau menempuh jalur antarkota dengan kondisi lalu lintas beragam," jelas Hariadi.

Ia menegaskan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan kewaspadaan pengemudi. Menurutnya, kombinasi antara teknologi keselamatan dan budaya defensive driving merupakan kunci utama untuk menciptakan perjalanan yang aman.

"Teknologi dapat membantu perjalanan menjadi lebih aman, tetapi perilaku berkendara antisipatif tetap menjadi faktor penentu. Defensive driving membantu pengemudi tetap waspada dan terkendali dalam menghadapi berbagai situasi di jalan," tutup Hariadi.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra