JawaPos.com - Taksi hijau asal Vietnam, Green SM kembali menjadi sorotan. Kali ini, armada tersebut terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil sport Toyota 86 yang telah dimodifikasi di kawasan Metland Cyber City, Green Lake City Boulevard, Karang Tengah, Tangerang, Banten, Kamis (28/5).
Insiden tersebut diunggah oleh akun Instagram @nmaa_ind dan dengan cepat viral di media sosial. Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan, “Sakit tapi nggak berdarah! Taxi VinFast Tabrak Toyota 86 yang sudah full dress up.”
Berdasarkan narasi video yang beredar, pemilik Toyota 86 mengaku kecewa atas kejadian yang menimpanya. Pasalnya, mobil yang telah mendapatkan berbagai ubahan tersebut mengalami kerusakan cukup parah di bagian belakang.
“Buset sudah ganteng-ganteng tiba-tiba disundul dari belakang dan hancur semua. Kebiasaan taksi ini, ini gimana cara benerinnya bos,” ungkap pria dalam video tersebut.
Dari rekaman yang beredar, terlihat bagian bumper belakang Toyota 86 berwarna hijau mengalami kerusakan cukup serius. Sementara itu, taksi Green SM berbasis mobil listrik VinFast juga tampak mengalami kerusakan pada bagian kiri depan.
“Bisa naik loh dia ini ke kiri atas. Bisa kek gitu ya,” lanjut pria tersebut.
Unggahan tersebut kemudian menuai beragam komentar dari warganet. Salah satunya akun @muhammad_hik**** yang menyinggung sejumlah insiden yang sebelumnya melibatkan armada Green SM.
“Taksi anomali itu lagi. Penasaran siapa beking di belakangnya,” tulisnya.
Sementara akun @zethendra*** meminta perusahaan untuk lebih selektif dalam merekrut dan membina pengemudi. “WOI @id.greensm PILIH DRIVER TUH TOLONG UNTUK SELEKSI BISA LEBIH DIPERKETAT DONG, LIAT NIH 86 BODYKIT KARMA DITABRAK SAMA DRIVER LO,” tulisnya.
Deretan Insiden Lalin Armada Taksi Green SM
Sebelum insiden yang menimpa Toyota 86 di Tangerang, armada Green SM juga sempat menjadi sorotan dalam beberapa kecelakaan yang viral di media sosial.
Kasus paling besar terjadi pada 27 April 2026 di perlintasan rel dekat Stasiun Bekasi Timur, tepatnya di Jalan Ampera, Bulak Kapal, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Saat itu, sebuah taksi Green SM diduga berhenti atau mengalami gangguan di atas perlintasan rel tanpa palang pintu sekitar pukul 20.40 WIB.
Kendaraan tersebut kemudian tertabrak KRL Commuter Line yang melintas menuju Jakarta. Insiden awal itu memicu gangguan perjalanan kereta hingga berujung tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan rangkaian KRL yang tertahan di Stasiun Bekasi Timur.
Kecelakaan tersebut menyebabkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Kasus itu bahkan membuat pihak kepolisian, Kementerian Perhubungan, hingga KNKT melakukan investigasi terhadap operasional Green SM.
Belum lama setelah tragedi Bekasi Timur, pada 28 April 2026, sebuah video kembali viral yang memperlihatkan dugaan kecelakaan antara taksi Green SM dengan pengendara sepeda motor di Jalan Casablanca atau kawasan depan Mall Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan.
Berdasarkan narasi yang beredar di media sosial, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB dan memicu berbagai komentar warganet karena muncul hanya sehari setelah insiden kereta di Bekasi. Meski begitu, detail kronologi dan hasil penyelidikan resmi terkait kejadian tersebut belum banyak dipublikasikan.
Selain insiden tersebut, beberapa kejadian di jalan raya juga sempat menjadi sorotan. Salah satunya terjadi di Karang Tengah, Tangerang, pada awal 2026, ketika sebuah unit dilaporkan bergerak mundur hingga menabrak bangunan.
Ada pula kecelakaan tunggal di kawasan Roxy pada 2025, serta insiden benturan dengan kendaraan lain di Jakarta pada akhir tahun yang sama.
Selain itu, dalam beberapa bulan terakhir juga beredar sejumlah video viral yang memperlihatkan armada Green SM diduga melawan arus dan terlibat insiden lalu lintas di sejumlah ruas jalan Jakarta.
Berbagai kejadian tersebut membuat nama operator taksi listrik asal Vietnam itu kerap menjadi perbincangan publik di media sosial, terutama terkait kualitas pelatihan pengemudi dan standar keselamatan operasional perusahaan.
Rentetan insiden tersebut membuat publik mulai mempertanyakan kesiapan operasional Green SM yang tengah agresif memperluas armada taksi listriknya di Indonesia.
Mulai dari dugaan pelanggaran lalu lintas, kecelakaan dengan pengguna jalan lain, hingga keterlibatan dalam tragedi kereta Bekasi Timur, nama Green SM kini tak hanya identik dengan ekspansi kendaraan listrik, tetapi juga sorotan terhadap aspek keselamatan dan kompetensi pengemudinya.