Perasaan itu juga sempat dirasakan Dirga saat pertama kali mencoba motor listrik milik ALVA di ajang IIMS Surabaya 2026 yang berlangsung di Grand City Convention Center.
Sebelum naik ke atas motor, dia mengaku masih takut dan belum percaya dengan performa kendaraan listrik.
Namun kesan itu berubah hanya dalam beberapa menit setelah mencoba ALVA N3 Next Gen di area test drive.
Pengalaman pertama tersebut justru membuatnya mulai memahami mengapa motor listrik semakin banyak dibicarakan.
“Ternyata naik N3 ini cukup enak, soalnya ini pertama kalinya saya naik motor listrik. Awalnya sih agak takut-takut, tapi setelah dicoba ternyata lebih enak dan mesinnya jauh lebih halus daripada motor konvensional yang biasa kita pakai,” ujar Dirga kepada JawaPos.com, Selasa (26/5/2026).
Sensasi berkendara tanpa suara mesin kasar menjadi pengalaman baru baginya. Tarikan motor listrik terasa lebih ringan dan minim getaran dibanding motor berbahan bakar bensin.
“Tarikannya jauh lebih smooth dan halus. Kalau naik motor bensin biasanya ada rasa ‘ngung’, nah motor listrik ini mulus banget. Tarikannya nyaman dan terasa enteng dibandingkan motor biasa,” katanya.
Bukan hanya soal akselerasi, handling motor juga membuatnya terkesan. Menurut dia, motor listrik terasa lebih mudah dikendalikan saat bermanuver di jalan maupun tikungan sempit.
“Untuk handling-nya nyaman dan ringan banget waktu dibuat belok. Jadi, kalau untuk pengendara wanita atau ibu-ibu rasanya sangat cocok karena motornya gampang dikendalikan,” lanjutnya.
Dirga juga mencoba fitur keselamatan Hill Start Assist yang tertanam di motor tersebut. Fitur itu membuat motor tetap diam saat berhenti di tanjakan tanpa khawatir mundur ke belakang.
“Fitur safety-nya juga oke. Tadi saya coba menahan rem selama 3 detik, dan setelah itu motornya tidak merosot atau glonjor ke belakang di tanjakan, posisinya tetap stay. Begitu gas dibuka, kita bisa langsung jalan lagi. Jadi terasa aman banget,” ungkapnya.
Pengalaman berbeda dirasakan Dirga saat menjajal ALVA Cervo Q yang punya karakter lebih sporty. Motor itu langsung memberikan sensasi tenaga besar sejak pertama gas diputar.
“Katanya ini itu mesinnya jauh lebih gede, habis itu 19 detik aja udah bisa sampai kecepatan 100. Nah, gua tadi udah nyobain, ternyata mesinnya ini jambak banget, tarikannya enak, habis gitu kencang, asli kencang,” katanya.
Menurut dia, motor tersebut cocok untuk pengguna yang menyukai performa agresif dan perjalanan cepat. Meski bertenaga besar, posisi berkendara tetap terasa nyaman.
“Dia jauh lebih sporty, oke banget sih. Apalagi buat lo yang suka kencang-kencangan atau berangkat mepet, ini cocok banget. Nyaman sih, handling-nya juga enak, posisi riding-nya juga nyaman banget,” lanjut Dirga.
Cerita Dirga menjadi gambaran perubahan persepsi masyarakat terhadap motor listrik. Dari yang awalnya takut mencoba, kini mulai muncul rasa percaya setelah merasakan langsung pengalaman berkendaranya.
Perubahan itu juga mulai terlihat dari arah kebijakan pemerintah daerah. Di Surabaya, kendaraan listrik perlahan bukan lagi sekadar pilihan, tetapi mulai menjadi bagian dari strategi penghematan energi.
Eri Cahyadi menargetkan seluruh kendaraan dinas Pemerintah Kota Surabaya beralih ke kendaraan listrik mulai Mei 2026. Kebijakan itu dilakukan di tengah upaya efisiensi penggunaan bahan bakar minyak dan krisis energi global.
Menurut Eri Cahyadi, pemerintah kota telah melakukan berbagai langkah penghematan energi sesuai arahan pemerintah pusat. Salah satunya melalui sistem kerja work from home bagi aparatur sipil negara.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga melelang kendaraan operasional lama yang usianya lebih dari tujuh tahun. Lelang kendaraan tersebut dilakukan bertahap sejak April 2026.
“Makanya itu kita hari ini juga punya komitmen, 80 kendaraan operasional juga kita lelang, yaitu untuk kendaraan sepeda motor dan mobil yang belum terlelang,” ujar Eri Cahyadi.
Pemkot Surabaya menargetkan transisi kendaraan dinas berbahan bakar minyak menuju kendaraan listrik bisa dimulai setelah proses lelang selesai seluruhnya. Nantinya kendaraan dinas akan menggunakan sistem sewa.
“Kalau lelangnya sudah berhasil semua, maka di bulan Mei kendaraan dinas kita ganti dengan mobil listrik semuanya. Baik motor maupun mobil, nanti kita menggunakan sistem sewa,” lanjutnya.
Langkah tersebut menunjukkan kendaraan listrik mulai dianggap sebagai solusi nyata, bukan sekadar tren sesaat. Dukungan pemerintah menjadi salah satu faktor penting yang mempercepat adopsi kendaraan listrik di Jawa Timur.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, menyebut ada 85 unit kendaraan yang dilelang. Terdiri atas 70 kendaraan roda empat, 13 kendaraan roda dua, dan dua kendaraan roda tiga.
Menurut Wiwiek, kebijakan itu merupakan bagian dari upaya penghematan energi secara masif. Pemerintah kota juga menargetkan hasil lelang kendaraan mencapai Rp 6,3 miliar pada 2026.
Di tengah perubahan tersebut, ALVA melihat Jawa Timur sebagai salah satu pasar potensial kendaraan listrik. Kehadiran mereka di IIMS Surabaya 2026 menjadi momentum memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap motor listrik.
Product Specialist ALVA Surabaya Feris mengatakan, pihaknya membawa berbagai promo dan program kepemilikan fleksibel agar masyarakat lebih mudah mencoba kendaraan listrik.
Menurut dia, pendekatan itu penting untuk menjawab keraguan calon pengguna baru.
“Kami hadir di IMS Surabaya, tepatnya di Grand City Convention Center, dari tanggal 26 sampai 31 Mei 2026. Di event ini, ALVA membawa banyak promo menarik dan hadiah langsung. Khusus untuk ALVA N3 Next Gen, ada promo potongan hingga Rp 6.000.000, sedangkan untuk ALVA Cervo Series ada diskon sampai Rp 1.500.000,” ujar Feris.
ALVA juga menghadirkan ALVA N3 Next Gen yang dirancang untuk kebutuhan mobilitas harian masyarakat perkotaan. Motor tersebut mengutamakan kenyamanan berkendara sekaligus tetap tampil modern.
“ALVA N3 Next Gen adalah produk terbaru kami yang didesain sangat cocok untuk kebutuhan mobilitas harian, mulai dari berangkat kerja, ke pasar, hingga mengantar anak sekolah. Selain kenyamanannya yang sudah sangat ergonomis, desain motor ini juga tetap terlihat stylish,” katanya.
Feris menambahkan, motor tersebut dibuat fungsional untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Area dek motor bahkan bisa digunakan membawa barang belanjaan hingga galon air.
“Menariknya, motor ini juga sangat fungsional karena area deknya bisa digunakan untuk membawa barang belanjaan, tabung gas, hingga galon air,” lanjutnya.
Untuk menjawab persoalan harga baterai yang selama ini menjadi kekhawatiran masyarakat, ALVA menghadirkan program “Bebas Pas”. Program itu menggunakan sistem sewa baterai berbasis jarak tempuh pengguna.
“Bagi konsumen yang ingin mencoba langsung, kami punya program khusus bernama ‘ALVA N3 Next Gen Bebas Pas’. Ini adalah program langganan sewa baterai dengan biaya awal mulai dari Rp125.000 per bulan,” jelas Feris.
Lewat skema tersebut, pengguna dengan jarak tempuh rendah cukup membayar biaya dasar tanpa tambahan kuota kilometer. Sistem itu dinilai lebih fleksibel dan adil bagi konsumen.
“0–700 kilometer biaya kuota kilometernya Rp0, hanya bayar sewa dasar Rp125 ribu. Kalau 701–1.800 kilometer ada tambahan Rp75 ribu, sedangkan di atas 1.800 kilometer dikenakan tambahan Rp225 ribu,” terangnya.
ALVA juga menghadirkan lini Cervo Series untuk pengguna yang menginginkan performa lebih tinggi. Motor tersebut dirancang dengan karakter sporty khas Italia untuk kebutuhan touring maupun perjalanan jarak jauh.
“Untuk pencinta kecepatan dan kenyamanan jarak jauh, kami menghadirkan ALVA Cervo Series. Menawarkan desain sporty khas Italia, motor ini mampu menembus kecepatan hingga 110 km/jam dengan jarak tempuh mencapai 125 km,” kata Feris.
Soal infrastruktur pengisian daya, ALVA mengklaim pengguna tidak perlu khawatir. Saat ini mereka telah memiliki 280 titik charging station yang tersebar di berbagai daerah Indonesia.
“Pengguna ALVA tidak perlu khawatir saat menjelajah Indonesia. Saat ini, ALVA telah memiliki 280 titik pengecasan atau charging station yang tersebar secara nasional,” ujarnya.
Seluruh fasilitas pengecasan tersebut juga bisa digunakan gratis oleh pemilik motor ALVA. Langkah itu menjadi bagian dari upaya membangun rasa aman dan nyaman bagi pengguna kendaraan listrik.
Sebagai motor listrik premium karya anak bangsa, ALVA diproduksi oleh PT Ilectra Motor Group dengan sertifikasi ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, dan INDI 4.0.
ALVA juga terus berkembang bersama komunitas pengguna melalui ALVA Owners Club Surabaya dan Jawa Timur.
Perlahan, motor listrik mulai bergerak dari sekadar rasa penasaran menuju kepercayaan nyata.
Bukan hanya karena teknologinya semakin matang, tetapi juga karena masyarakat kini mulai merasakan sendiri kenyamanan dan manfaatnya di jalanan Jawa Timur.