JawaPos.com - Helm bukan sekadar pelengkap gaya saat berkendara. Perlengkapan ini menjadi pelindung utama kepala yang dapat mengurangi risiko cedera fatal ketika terjadi kecelakaan di jalan raya.
Karena itu, pengendara sepeda motor perlu memahami jenis helm yang sesuai dengan kebutuhan sekaligus memastikan kualitasnya memenuhi standar keamanan.
Penggunaan helm sendiri telah diwajibkan dalam aturan lalu lintas di Indonesia. Selain melindungi kepala dari benturan, helm juga membantu pengendara tetap nyaman saat menghadapi panas matahari, debu, hujan hingga terpaan angin di perjalanan.
Beragam jenis helm hadir di pasaran dengan karakteristik dan fungsi yang berbeda. Memilih helm yang tepat tidak hanya meningkatkan keamanan, tetapi juga membuat aktivitas berkendara lebih nyaman.
Mengenal Jenis Helm dan Fungsinya
Helm Full Face
Helm full face dikenal sebagai jenis helm dengan perlindungan paling maksimal. Desainnya menutup seluruh bagian kepala hingga dagu sehingga mampu melindungi area rahang dan wajah dari benturan.
Jenis helm ini banyak digunakan untuk perjalanan jarak jauh atau touring karena memberikan perlindungan lebih baik saat berkendara dalam kecepatan tinggi.
Selain itu, beberapa helm full face modern juga dilengkapi lapisan peredam keringat dan ventilasi udara agar tetap nyaman digunakan dalam cuaca panas.
Helm Modular
Sekilas, helm modular terlihat mirip dengan helm full face. Bedanya, bagian dagu pada helm ini dapat dibuka sehingga lebih fleksibel digunakan.
Helm modular cocok bagi pengendara yang menginginkan perlindungan maksimal namun tetap praktis. Namun perlu memastikan kualitas engsel dan sistem pengunci helm benar-benar kokoh agar tetap aman ketika terjadi benturan.
Helm Open Face
Helm open face atau yang kerap disebut helm tiga perempat memiliki desain terbuka pada bagian wajah. Helm ini umumnya lebih ringan dan nyaman digunakan untuk mobilitas harian di dalam kota.
Meski tidak memiliki pelindung dagu, helm open face tetap mampu melindungi bagian kepala dengan baik. Visor atau kaca pelindung pada bagian depan juga membantu mengurangi paparan debu dan angin saat berkendara.
Helm Off Road
Ciri khas helm off road terlihat dari bentuk moncong yang lebih panjang dan visor atas yang berfungsi melindungi mata dari sinar matahari maupun cipratan lumpur.
Helm off road umumnya memiliki desain aerodinamis dengan ventilasi besar agar pengendara tetap nyaman saat melintasi jalur berat.
Tips Memilih Helm yang Tepat
Agar keselamatan dan kenyamanan tetap terjaga, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum membeli helm.
Pastikan helm memiliki sertifikasi SNI.
Pilih ukuran yang pas agar tidak terlalu longgar atau sempit.
Gunakan helm dengan material berkualitas seperti ABS dan EPS.
Periksa kualitas visor agar jernih dan tahan gores.
- Pilih sistem penguncian yang aman seperti Double D Ring atau Microlock.
- Pastikan ventilasi udara berfungsi baik agar kepala tidak mudah panas.
- Sesuaikan jenis helm dengan kebutuhan berkendara.
- Pilih desain yang sesuai selera tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
- Pada akhirnya, helm bukan sekadar aksesori pelengkap berkendara, melainkan investasi keselamatan.
- Memilih helm yang tepat dan berkualitas bisa menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko fatal saat berada di jalan.
Helm Riding Juga Punya Masa Kedaluwarsa, Pengendara Wajib Tahu Tanda-Tandanya
Banyak pengendara motor mengira helm bisa dipakai selamanya selama bentuknya masih terlihat bagus. Padahal, helm riding memiliki masa pakai atau usia kedaluwarsa yang perlu diperhatikan demi menjaga keselamatan saat berkendara.
Faktanya, material pelindung pada helm dapat mengalami penurunan kualitas seiring waktu. Meski tidak pernah jatuh atau mengalami benturan keras, kemampuan helm dalam menyerap benturan tetap bisa berkurang akibat usia pemakaian, paparan panas matahari, kelembapan, hingga keringat.
Karena itu, pengendara perlu memahami kapan helm harus diganti agar perlindungan kepala tetap maksimal ketika terjadi kecelakaan di jalan.
Helm Punya Umur Pakai
Sebagian besar produsen helm merekomendasikan masa penggunaan helm sekitar tiga hingga lima tahun sejak pertama kali dipakai. Namun, usia tersebut bisa lebih singkat tergantung intensitas penggunaan dan cara perawatannya.
Komponen penting seperti lapisan busa EPS (Expanded Polystyrene), shell atau cangkang luar, hingga tali pengikat akan mengalami penurunan fungsi seiring waktu.
Jika dibiarkan, helm tidak lagi mampu memberikan perlindungan optimal saat terjadi benturan.
Paparan sinar ultraviolet, suhu panas, hujan, serta kebiasaan menyimpan helm sembarangan juga mempercepat kerusakan material.
Tanda Helm Sudah Kedaluwarsa
Pengendara sebaiknya mulai waspada jika menemukan beberapa tanda berikut pada helm yang digunakan sehari-hari.
1. Busa Bagian Dalam Mulai Kempis
Lapisan busa yang sudah menipis atau terasa longgar menandakan daya serap benturan mulai menurun. Kondisi ini membuat helm tidak lagi pas di kepala dan berisiko mengurangi perlindungan saat kecelakaan.
2. Cangkang Helm Retak atau Rapuh
Retakan kecil pada bagian luar helm sering dianggap sepele. Padahal, kondisi tersebut dapat memengaruhi kekuatan struktur helm saat menerima benturan keras.
3. Tali Pengikat Mulai Aus
Tali pengaman yang mulai longgar, berbulu, atau sulit dikunci menjadi pertanda helm perlu segera diganti. Komponen ini sangat penting agar helm tetap terpasang dengan baik saat terjadi benturan.
4. Visor Kusam dan Buram
Kaca helm yang sudah buram atau penuh goresan bisa mengganggu visibilitas pengendara, terutama saat malam hari atau hujan deras.
5. Pernah Mengalami Benturan Keras
Helm yang pernah terjatuh keras atau terlibat kecelakaan sebaiknya tidak digunakan kembali, meski secara fisik masih terlihat normal. Benturan dapat merusak struktur pelindung bagian dalam yang tidak terlihat dari luar.
Cara Mengecek Tahun Produksi Helm
Banyak pengendara tidak menyadari bahwa helm memiliki informasi tanggal produksi. Umumnya, kode produksi terletak di bagian dalam helm, di bawah lapisan busa, atau pada strap pengikat.
Tanggal produksi penting diketahui untuk memperkirakan usia material helm, terutama jika membeli helm yang sudah lama tersimpan di toko.
Jangan sampai membeli helm baru tetapi sebenarnya sudah terlalu lama diproduksi dan kualitas materialnya mulai menurun.
Tips Merawat Helm Agar Lebih Awet
Agar usia pakai helm tetap optimal, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan pengendara:
Simpan helm di tempat sejuk dan tidak terkena sinar matahari langsung.
- Hindari menggantung helm di spion motor terlalu lama.
- Bersihkan visor dan bagian dalam helm secara rutin.
- Jangan menjatuhkan helm sembarangan.
- Gunakan tas atau cover helm saat disimpan.