← Beranda
Jangan Sampai Ketipu! Ini Cara Menemukan Karat Tersembunyi pada Body Mobil Sebelum Terlambat
Nanda PrayogaSabtu, 16 Mei 2026 | 14.21 WIB
Ilustrasi karat pada bodi mobil. (WD-40 Australia)
JawaPos.com - Karat pada body mobil sering kali muncul diam-diam di area yang jarang terlihat. Banyak pemilik kendaraan baru menyadarinya ketika kondisi sudah parah, mulai dari cat mengelupas hingga bagian rangka yang mulai keropos. 

Jika dibiarkan terlalu lama, karat bukan hanya merusak tampilan mobil, tetapi juga bisa mengurangi kekuatan struktur kendaraan.

Karena itu, pemeriksaan karat sebaiknya tidak hanya dilakukan pada bagian luar yang mudah terlihat. Ada beberapa titik tersembunyi yang justru paling rawan mengalami korosi. Dengan pengecekan rutin dan teliti, kamu bisa mendeteksi tanda-tanda karat lebih awal sebelum kerusakannya semakin meluas.

Berikut 8 cara menemukan karat yang tersembunyi pada bodi mobil seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!

1. Periksa Sambungan Antar Panel Body Mobil

Bagian sambungan antar panel menjadi area yang paling sering memunculkan karat. Hal ini terjadi karena dua permukaan logam saling bersentuhan dan mengalami gesekan dalam jangka waktu lama. Saat lapisan cat pelindung mulai terkikis, kelembapan akan lebih mudah masuk dan memicu korosi.

Kamu bisa mulai mengecek area seperti pertemuan antara pintu dengan spakbor, sekitar kap mesin, hingga sambungan di bagasi belakang. Perhatikan apakah ada perubahan warna, retakan kecil pada cat, atau bekas karat tipis di sela-sela sambungan tersebut.

2. Amati Kondisi Cat pada Bagian Eksterior

Kondisi cat mobil bisa menjadi petunjuk awal adanya karat yang tersembunyi di bawah permukaan. Karena itu, lakukan pemeriksaan menyeluruh pada bagian luar mobil, terutama di area pintu, fender, dan sisi bawah body.

Jika kamu menemukan gelembung kecil pada cat, warna yang mulai memudar tidak merata, atau lapisan cat yang mengelupas, jangan dianggap sepele. Kondisi tersebut sering menjadi tanda bahwa korosi mulai berkembang dari bagian dalam logam.

3. Jangan Lupa Cek Kolong Mobil

Kolong mobil termasuk area yang paling rentan terkena karat karena sering terpapar air, lumpur, dan kotoran jalan. Untuk memeriksanya, kamu bisa menggunakan senter agar bagian bawah mobil terlihat lebih jelas.

Fokuskan pengecekan pada rangka chassis, sambungan logam, dan area dekat roda. Biasanya karat ditandai dengan bercak kecokelatan, permukaan yang mulai mengelupas, atau muncul kerak pada besi.

4. Perhatikan Bagian Dalam Pintu Mobil

Area dalam pintu juga sering menjadi tempat munculnya karat tanpa disadari. Air yang masuk melalui celah kaca biasanya akan keluar lewat lubang drainase di bagian bawah pintu. Namun jika saluran tersebut tersumbat, air bisa mengendap dan memicu korosi dari dalam.

Coba buka pintu mobil lalu periksa bagian lipatan bawahnya. Pastikan tidak ada kotoran menumpuk atau tanda-tanda lembap yang berlebihan di sekitar lubang pembuangan air.

5. Angkat Karpet Bagasi dan Periksa Area Ban Serep

Banyak orang jarang memeriksa bagian bawah karpet bagasi, padahal area ini cukup rawan mengalami kelembapan. Air yang masuk dari celah karet atau rembesan kecil dapat terperangkap dan memicu munculnya karat secara perlahan.

Kamu bisa mengangkat karpet bagasi dan mengecek area sekitar ban serep. Jika tercium bau apek, terdapat noda air, atau permukaan terasa lembap, bisa jadi karat mulai terbentuk di bagian tersebut.

6. Cek Area di Dalam Kap Mesin

Ruang mesin juga memiliki beberapa titik yang rentan berkarat, terutama di sekitar dudukan shockbreaker dan sambungan rangka. Kombinasi suhu panas mesin dan kelembapan dapat mempercepat munculnya korosi pada area logam.

Saat membuka kap mesin, coba amati apakah ada bercak karat, cat yang mulai retak, atau perubahan warna di sekitar sambungan besi. Pemeriksaan sederhana ini bisa membantu mendeteksi masalah sejak dini.

7. Gunakan Magnet untuk Mendeteksi Bekas Dempul

Salah satu cara sederhana untuk mengetahui apakah body mobil pernah mengalami karat adalah menggunakan magnet kecil. Tempelkan magnet pada beberapa bagian body mobil yang terlihat mencurigakan.

Jika magnet terasa kurang menempel kuat pada area tertentu, kemungkinan terdapat lapisan dempul yang cukup tebal di balik cat. Hal ini sering menjadi indikasi bahwa bagian tersebut pernah mengalami kerusakan atau karat yang sudah ditutupi.

8. Kenali Tanda dari Tekstur dan Bau

Selain pemeriksaan visual, kamu juga perlu memperhatikan perubahan tekstur dan aroma di dalam mobil. Bau lembap atau apek biasanya menandakan adanya air yang terjebak di suatu area tersembunyi.

Sementara itu, permukaan body yang terasa kasar atau cat yang tampak bergelombang bisa menjadi tanda korosi mulai muncul dari bagian dalam logam. Semakin cepat tanda-tanda ini disadari, semakin mudah pula penanganannya.

EDITOR: Bintang Pradewo