JawaPos.com - Populasi motor EV makin agresif, kenaikan biaya bahan bakar dan meningkatnya kesadaran terhadap polusi udara sebagai salah satu pemicu. Ini membuat kendaraan listrik roda dua semakin diminati masyarakat Indonesia.
Di tengah tren tersebut, motor listrik hadir bukan hanya sebagai alternatif transportasi hemat biaya operasional, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan gaya hidup menuju mobilitas rendah emisi yang lebih modern dan efisien.
Kondisi harga BBM yang fluktuatif menjadi salah satu faktor pendorong masyarakat mulai mempertimbangkan kendaraan listrik untuk aktivitas sehari-hari.
Selain lebih hemat dari sisi operasional, motor listrik juga dikenal memiliki biaya perawatan yang lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar konvensional.
Fenomena tersebut turut mendorong produsen otomotif menghadirkan beragam pilihan motor listrik dengan karakter dan kebutuhan penggunaan yang berbeda.
Mulai dari skuter perkotaan hingga motor listrik bergaya adventure, seluruhnya dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas modern yang semakin dinamis.
Salah satu model yang mencuri perhatian di segmen motor listrik dual-purpose adalah RX6000. Motor listrik ini hadir dengan desain bergaya trail dan kemampuan jelajah yang dirancang untuk penggunaan harian maupun perjalanan lintas medan ringan.
Dengan kecepatan maksimum hingga 100 km/jam dan jarak tempuh mencapai 120 kilometer dalam sekali pengisian daya, motor ini menjadi gambaran perkembangan teknologi kendaraan listrik roda dua yang semakin kompetitif.
Di segmen perkotaan, hadir pula motor listrik C2000 bergaya klasik modern yang menawarkan kepraktisan dan kenyamanan berkendara harian.
Karakter desain ringkas, dek luas, hingga posisi berkendara ergonomis menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan fleksibel untuk mobilitas di area padat perkotaan.
Selain soal efisiensi, tren kendaraan listrik juga semakin erat dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang mulai peduli terhadap isu lingkungan.
Penggunaan motor listrik dinilai mampu membantu mengurangi polusi udara dan mendukung target transportasi rendah emisi di Indonesia.
Direktur PT Terang Dunia Internusa Tbk, Andrew Mulyadi, menyebut kendaraan listrik kini menjadi bagian dari transformasi mobilitas masa depan yang lebih modern dan efisien.
"Perkembangan ekosistem kendaraan listrik membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar adopsinya dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan," ujarnya dalam pernyataan resminya, Jumat (15/5).
Pertumbuhan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya, layanan purna jual, hingga meningkatnya pilihan model kendaraan listrik juga diyakini akan mempercepat pergeseran pasar otomotif nasional menuju era elektrifikasi.
Dengan kondisi tersebut, motor listrik diprediksi bakal menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk mobilitas harian dalam beberapa tahun ke depan.