← Beranda
Omoway Geber Pasar RI, Motor Listrik OMO-X Dapat Subsidi Rp9 Juta
Nanda PrayogaJumat, 15 Mei 2026 | 18.24 WIB
Omoway OMO-X. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Produsen sepeda motor listrik asal Singapura, Omoway, bersiap meluncurkan motor listrik premium OMO-X pada Juni 2026 dengan menawarkan subsidi hingga Rp9 juta untuk konsumen yang melakukan pre-order.

Tak hanya menjual kendaraan, Omoway juga mulai membangun ekosistem kendaraan listrik lengkap, mulai dari dealer, service center, hingga jaringan charging station yang ditargetkan mampu mendukung perjalanan jarak jauh dari Jakarta sampai Bali.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Omoway untuk menarik minat pasar sekaligus memperkuat kepercayaan konsumen terhadap motor listrik premium terbarunya.

OMO-X sendiri akan hadir dalam dua varian dengan harga off the road mulai Rp44,5 juta hingga Rp61,5 juta. Selain menawarkan desain futuristis, motor ini juga dibekali teknologi double wishbone suspension di bagian depan untuk meningkatkan kenyamanan dan stabilitas berkendara.

General Manager Omoway Indonesia, Yulong Chen, mengatakan perusahaan saat ini lebih memprioritaskan pembangunan ekosistem kendaraan listrik dibanding sekadar mengejar penjualan unit.

“Yang paling penting adalah membangun sistem penjualan, sistem service center, sistem charging, dan membangun nama brand supaya dipercaya pengguna terlebih dahulu," ujar Yulong saat ditemui di Bogor, Jawa Barat, dikutip Jumat (15/5).

Menurut dia, keberadaan layanan purnajual dan infrastruktur pengisian daya menjadi faktor penting agar pengguna motor listrik merasa nyaman untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh.

Karena itu, Omoway mulai membangun jaringan dealer, service center, hingga charging station di sejumlah wilayah strategis di Pulau Jawa dan Bali. Kota-kota seperti Jakarta, Tangerang Selatan, Sukabumi, dan Bandung menjadi prioritas awal pengembangan pasar.

Omoway bahkan menargetkan pengguna OMO-X nantinya dapat melakukan perjalanan dari Jakarta hingga Bali dengan dukungan stasiun pengisian daya di sepanjang jalur utama.

Yulong menilai motor listrik saat ini sebenarnya sudah mampu bersaing dengan motor berbahan bakar bensin, terutama dari sisi efisiensi biaya operasional dan kemudahan perawatan.

"Sebenarnya motor listrik dan motor bensin itu kemampuannya hampir sama. Motor listrik unggul dalam biaya operasional karena tidak perlu isi bensin dan perawatannya lebih sederhana. Tapi kelemahannya masih di jarak tempuh dan infrastruktur charging station yang belum sebanyak SPBU,” katanya.

Menurutnya, tantangan terbesar kendaraan listrik roda dua di Indonesia saat ini masih terletak pada keterbatasan jarak tempuh dan belum meratanya jaringan charging station.

Selain memperluas jaringan di kota besar, Omoway juga berencana menjangkau kota-kota kecil secara bertahap seiring meningkatnya kebutuhan kendaraan listrik nasional.

Perusahaan menilai bisnis kendaraan listrik merupakan investasi jangka panjang sehingga penguatan kualitas tim internal, mulai dari teknisi servis hingga tenaga penjualan, juga menjadi fokus pengembangan mereka.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra