JawaPos.com - Membeli mobil bekas memang bisa jadi pilihan cerdas. Kamu harus tetap ekstra teliti sebelum membeli kendaraan bekas. Salah satu risiko terbesar adalah mendapat unit yang pernah tabrakan. Bagian depan sangat krusial bagi struktur kendaraan.
Masalahnya banyak bekas kerusakan yang sudah “dirapikan”. Karena itu, bekas kerusakan terlihat sekilas normal dan tak mudah dikenali.
Amnnda perlu tahu tanda-tanda tersembunyi agar tidak salah pilih. Tanda itu mencegah kamu menyesal di kemudian hari.
Berikut 4 tanda mobil bekas pernah tabrak depan. Informasi ini dirangkum dari laman Ibid Astra!
1. Pola Las Tidak Lagi Seperti Bawaan Pabrik
Saat bagian depan mobil pernah terkena benturan keras, struktur sasis harus diperbaiki. Perbaikan ini mengubah tampilan titik-titik las yang semula rapi khas pabrikan.
Kalau kamu melihat area sasis terlalu mulus atau tak menunjukkan pola las standar, hal itu patut dicurigai. Itu tanda hasil perbaikan di bagian sasis.
2. Ada Bekas Dempul dan Lipatan yang Disamakan
Coba perhatikan ruang mesin dengan lebih detail. Bila kamu temukan permukaan tidak rata, bekas lipatan, atau dempul, besar kemungkinan pernah tabrakan.
Dempul biasanya dipakai untuk menyamarkan bekas penyok dan kerutan setelah tabrakan. Jadi, ada indikasi mobil pernah rusak parah.
3. Struktur Sasis Terlihat Tidak Lurus
Perhatikan bagian tulang sasis di area depan, terutama sekitar radiator. Jika terlihat tidak sejajar atau sedikit miring, itu indikasi struktur pernah bengkok.
Perbaikan di bagian ini sulit sempurna seperti kondisi awal pabrik. Jadi, harus dicermati dengan hati-hati.
Baca Juga: Pasar Mobil Bekas Kian Menggeliat, Kini Beli Unit Second Tak Lagi Bikin Waswas
Baca Juga: Jangan Sampai Ketipu! Begini 5 Cara Deteksi Mobil Bekas Berkarat Sebelum Kamu Menyesal
4. Lampu Indikator Airbag Tidak Normal
Perhatikan panel instrumen saat mobil dinyalakan. Biasanya, indikator airbag menyala sebentar lalu mati.
Namun jika lampu tetap menyala, bisa jadi airbag pernah aktif saat kecelakaan. Hal itu berarti belum diperbaiki secara menyeluruh untuk menghemat biaya. (*)