← Beranda
AISMOLI: Motor Listrik Bisa Jadi Instrumen untuk Kurangi Konsumsi BBM
Antara• Jumat, 1 Mei 2026 | 05.29 WIB
Pramuniaga memeriksa kelengkapan motor listrik di sebuah dealer di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (24/9/2024). (ANTARA FOTO/Abdan Syakura)

 

 

JawaPos.com-Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) menyampaikan bahwa sepeda motor listrik bisa menjadi salah satu instrumen untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada masa harga bahan bakar fosil meningkat.

"Dengan populasi kendaraan roda dua yang telah melampaui 130 juta unit, dengan pertambahan sekitar enam juta unit per tahun, maka potensi dampaknya terhadap pengurangan konsumsi BBM sangat besar," kata Public Relation & Event Executive AISMOLI Riniwaty Sinaga saat dihubungi dari Jakarta, Kamis.

Rini menyampaikan bahwa sepeda motor listrik bisa menjadi bagian dari solusi yang dapat dijalankan untuk mengurangi ketergantungan pada BBM.

"Sepeda motor listrik merupakan instrumen yang paling relevan dan scalable untuk mengurangi ketergantungan nasional terhadap BBM sejalan dengan cita-cita visi Asta Cita Presiden pada aspek kemandirian dan efisiensi energi," katanya.

Ia mengemukakan bahwa kenaikan harga BBM bisa mendorong peningkatan penggunaan kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan kalau didukung oleh kebijakan yang tepat.

"Namun, momentum ini hanya akan efektif jika ditopang komitmen kebijakan yang tepat, terarah, dan cepat dieksekusi. Tanpa itu, masyarakat cenderung menunda keputusan pembelian, yang bertolak belakang dengan tujuan percepatan transisi ke kendaraan nol emisi," ia menjelaskan.

AISMOLI mengonfirmasi adanya peningkatan minat terhadap sepeda motor listrik menyusul kenaikan harga BBM akibat perang yang berdampak pada lalu lintas kapal pengangkut minyak di Selat Hormuz, yang berada di antara Teluk Persia dan Teluk Oman.

Rini menyampaikan bahwa penerbitan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT) untuk sepeda motor listrik pada Januari dan Februari 2026 meningkat menjadi berturut-turut 3.565 dan 3.066 SRUT dari masing-masing 2.103 dan 2.158 SRUT pada Januari dan Februari 2025.

Data SRUT mencerminkan jumlah kendaraan yang sudah lolos uji tipe dan siap dipasarkan, memberikan gambaran mengenai jumlah kendaraan yang siap dijual.

"SRUT diurus APM (Agen Pemegang Merek) ketika ada penjualan atau indikasi penjualan (booking)," katanya.

Baca Juga: AISI Tunggu Keputusan Pemerintah soal Kelanjutan Subsidi Motor Listrik

Ia menambahkan, perusahaan menyiapkan suplai kendaraan berdasarkan potensi permintaan konsumen. (*)

 

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan