← Beranda
10 Cara Mengemudi Mobil Listrik supaya Hemat Daya dan Tetap Aman
Dinarsa KurniawanSelasa, 28 April 2026 | 06.00 WIB
Ilustrasi sebuah mobil listrik dikendarai di jalan tol. (Gemini AI)

 

 

JawaPos.com-Mobil listrik memang masih merupakan badang baru di Indonesia. Karena itulah, banyak pengemudi masih menggunakan gaya berkendara mobil konvensional, padahal mobil listrik memiliki karakteristik berkendara yang berbeda dibandingkan mobil konvensional. Berikut panduan lengkap mengendarai mobil listrik agar hemat daya dan tetap aman.

1. Gunakan akselerasi halus, bukan agresif

Mobil listrik dikenal punya torsi instan—tenaga langsung keluar sejak pedal diinjak. Inilah yang sering membuat pengemudi tergoda untuk berakselerasi cepat. Padahal, kebiasaan ini justru menguras baterai lebih cepat.

Dengan menekan pedal secara halus dan bertahap, konsumsi energi bisa lebih stabil sekaligus menjaga kenyamanan penumpang.

 

2. Manfaatkan regenerative braking secara maksimal

Salah satu keunggulan mobil listrik adalah fitur regenerative braking, yaitu sistem yang mengubah energi saat deselerasi menjadi listrik untuk mengisi baterai.

Cara terbaik memanfaatkannya adalah dengan melepas pedal gas lebih awal saat ingin melambat. Dengan begitu, mobil akan memperlambat laju secara alami tanpa harus sering menginjak rem, sekaligus menghemat daya.

 

3. Jaga kecepatan tetap stabil

Perubahan kecepatan yang terlalu sering, berakselerasi lalu mengerem, akan membuat konsumsi daya menjadi boros. Mengemudi dengan kecepatan stabil, baik di dalam kota maupun di jalan tol, membantu menjaga efisiensi baterai.

Selain itu, berkendara stabil juga meningkatkan kenyamanan dan mengurangi risiko kecelakaan.

 

4. Gunakan mode ECO untuk penggunaan harian

Sebagian besar mobil listrik dilengkapi beberapa mode berkendara, termasuk mode ECO. Mode ini secara otomatis mengatur respons akselerasi dan penggunaan energi agar lebih efisien.

Dalam kondisi lalu lintas padat atau perjalanan santai, mode ini sangat membantu menjaga konsumsi daya tetap rendah tanpa mengorbankan kenyamanan.

 

5. Hindari pengereman mendadak

Pengereman mendadak bukan hanya berbahaya, tetapi juga tidak efisien pada mobil listrik. Energi yang seharusnya bisa dikembalikan melalui regenerative braking menjadi terbuang.

Dengan membaca kondisi jalan lebih awal dan mengurangi kecepatan secara bertahap, pengemudi bisa menghemat energi sekaligus menjaga keselamatan.

 

6. Pastikan tekanan ban selalu ideal

Ban yang kurang tekanan akan meningkatkan hambatan gulir, sehingga motor listrik harus bekerja lebih keras. Dampaknya adalah konsumsi daya meningkat dan jarak tempuh berkurang.

Menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menjaga stabilitas dan keamanan berkendara.

 

7. Hindari membawa beban berlebih

Setiap tambahan beban pada kendaraan akan membutuhkan energi ekstra untuk bergerak. Oleh karena itu, penting untuk tidak membawa barang yang tidak diperlukan.

Dengan menjaga bobot kendaraan tetap ringan, mobil listrik dapat melaju lebih efisien dan baterai tidak cepat terkuras.

 

8. Gunakan AC secara bijak

Sistem pendingin kabin pada mobil listrik mengambil daya langsung dari baterai. Penggunaan AC secara berlebihan, terutama pada suhu sangat rendah, bisa mempercepat penurunan daya.

Mengatur suhu secara wajar dan memanfaatkan mode otomatis dapat membantu menjaga keseimbangan antara kenyamanan dan efisiensi.

 

9. Rencanakan rute perjalanan dengan baik

Kemacetan yang parah dan kondisi stop-and-go ekstrem dapat memengaruhi efisiensi, meskipun mobil listrik tetap unggul dalam situasi ini dibanding mobil konvensional.

Dengan merencanakan rute menggunakan aplikasi navigasi, pengemudi bisa memilih jalur yang lebih lancar dan menghindari pemborosan energi.

Baca Juga: Mobil Listrik Diduga BYD Patah As Roda Depan di Samarinda Kaltim, Masalah Teknis?

10. Jaga level baterai tidak terlalu rendah

Mengemudi dengan baterai yang hampir habis tidak hanya berisiko, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan baterai dalam jangka panjang. Idealnya, baterai dijaga di atas 20 persen. Selain memberikan rasa aman, kebiasaan ini juga membantu menjaga performa baterai tetap optimal. (*)

EDITOR: Dinarsa Kurniawan