← Beranda
Mobil Baru Makin Tak Terjangkau, Warga AS Berbondong-bondong Buru Mobil Bekas
Dony Lesmana Eko PutraMinggu, 26 April 2026 | 23.22 WIB
Mobil bekas Toyota Land Cruiser VX-80, makin tua makin mahal. (Facebook Marketplace)

JawaPos.com - Fenomena menarik terjadi di pasar otomotif Amerika Serikat. Di tengah harga mobil baru yang semakin mahal, konsumen kini beramai-ramai beralih ke mobil bekas.

Data dari Cox Automotive mencatat, penjualan mobil bekas pada Maret 2026 mencapai sekitar 1,62 juta unit. Angka ini melonjak dibanding Februari yang berada di kisaran 1,37 juta unit.

Kenaikan ini menunjukkan perubahan pola beli masyarakat. Mobil bekas kini menjadi alternatif utama karena harga mobil baru yang semakin sulit dijangkau.

Secara bulanan, melansir dari laman carscoops, Minggu (26/4) penjualan mobil bekas naik signifikan. Bahkan, tingkat penjualan harian meningkat sekitar 7 persen dan menjadi yang tertinggi dalam satu tahun terakhir.

Meski sedikit lebih rendah dibanding Maret tahun lalu, performa ini tetap menunjukkan pasar yang sangat kuat. Lonjakan ini juga mengingatkan pada kondisi saat pandemi, ketika pasokan mobil baru terbatas dan konsumen beralih ke mobil bekas.

Stok Menipis, Pasar Makin Ketat

Di sisi lain, meningkatnya permintaan membuat stok kendaraan bekas semakin menipis. Jumlah unit yang tersedia kini hanya sekitar 1,95 juta unit, turun drastis dibanding bulan sebelumnya. Bahkan, ini menjadi level terendah sejak 2019.

Pasokan kendaraan juga menyusut menjadi hanya 37 hari. Artinya, mobil bekas semakin cepat terserap pasar.

Harga Mulai Naik, Mobil Murah Kian Langka

Kondisi ini ikut mendorong harga mobil bekas naik, meski masih relatif stabil. Rata-rata harga mobil bekas kini berada di kisaran 25.390 dolar AS. Sementara itu, mobil dengan harga di bawah 15.000 dolar AS semakin sulit ditemukan.

Sebagai perbandingan, harga mobil baru di AS sudah menembus 50.000 dolar AS, membuat mobil bekas jadi pilihan paling realistis bagi banyak konsumen.

Pasar mobil bekas di AS masih didominasi merek-merek besar dari negara Jepang seperti Toyota, Honda, Nissan ada juga pabrikan neggara AS diantaranya Ford dan Chevrolet. Kelima merek ini menyumbang lebih dari separuh total penjualan mobil bekas.

Apakah Tren Ini Bisa Terjadi di Indonesia?
Fenomena di Amerika ini berpotensi terjadi di negara lain, termasuk Indonesia. Jika harga mobil baru terus naik, pasar mobil bekas bisa menjadi pilihan utama masyarakat.

Selain lebih terjangkau, mobil bekas juga menawarkan banyak pilihan model dengan harga yang lebih fleksibel. Lonjakan pasar mobil bekas di Amerika Serikat menjadi sinyal perubahan besar di industri otomotif. Saat mobil baru semakin mahal, mobil bekas justru menjadi primadona baru.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra