← Beranda
Pengemudi Online Hadapi Risiko Tinggi di Jalan, Asuransi Kecelakaan untuk Beri Rasa Tenang
Nanda PrayogaRabu, 22 April 2026 | 02.40 WIB
Pengemudi ojek online (ojol) menunggu penumpang di dekat Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Senin (5/5/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia mencapai 141.608 kasus selama 2025. Menurut data Korlantas Polri, kecelakaan dominasi kendaraan roda dua, yakni  68–72 persen.

Dalam kecelakaan lalu lintas, profesi pengemudi online memiliki risiko tinggi.Karena, mereka berada di jalan cukup lama. Ditambah pula dengan  kondisi lalu lintas yang padat dan tidak dapat diprediksi. Oleh karena itu, pengemudi online patut mendapat perlindungan dari kecelakaan. Hal demi menjaga stabilitas finansial dan kesehatan.

Managing Director Lalamove Indonesia Andito B Prakoso mengatakan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan layanan pengantaran dan mobilitas, pihaknya memahami bahwa pengguna dan mitra pengemudi saat ini tidak hanya mengharapkan kecepatan dan kemudahan. Mereka juga butuh rasa aman bekerja.

“Perlindungan selama perjalanan dan pengantaran telah menjadi kebutuhan yang semakin penting bagi seluruh ekosistem," kata Andito di Jakarta, Selasa (21/4).

Baca Juga: Driver Ojol Dianiaya di Labuan Bajo, Dianggap Jemput Turis Asing di Sekitar Bandara

Untuk itu, Lalamove memberikan dukungan kepada mitra pengemudi dan pengguna dengan menghadirkan sistem perlindungan yang andal dan relevan, 

Menurut dia, asuransi berperan sebagai jaring pengaman saat terjadi hal yang tidak diinginkan. Mulai dari menanggung biaya pengobatan hingga memberikan santunan dalam kasus cacat tetap atau meninggal dunia.

Selain itu, keberadaan asuransi juga menghadirkan rasa aman bagi pengemudi. Sehingga, pengemudi onlinedapat bekerja lebih tenang dan fokus. Mereka tidak lagi dibayangi kekhawatiran terhadap risiko di jalan.

Sejalan dengan ini, Lalamove memperkuat aspek keamanan bagi pengguna dan mitra pengemudi dengan kolaborasi bersama PT Asuransi Tokio Marine Indonesia (TMI) dan PT Mitra Jasa Pratama (Qoala). Langkah itu menghadirkan perlindungan menyeluruh guna meminimalkan risiko selama proses pengantaran maupun perjalanan, sehingga memberikan rasa aman bagi seluruh pihak dalam ekosistem layanan.

Melalui inisiatif tersebut, perusahaan menyediakan perlindungan Group Personal Accident yang mencakup berbagai risiko selama aktivitas perjalanan dan pengantaran. Perlindungan ini dapat dimanfaatkan oleh mitra pengemudi saat menjalankan pesanan maupun oleh pengguna layanan.

Baca Juga: BHR Ojol Dinilai Tak Bereskan Akar Masalah Pengemudi, Atur Regulasi Lebih Penting

Sementara itu, Chief Distribution Officer PT Asuransi Tokio Marine Indonesia Heryudi mengatakan, langkah ini sebagai bentuk perlindungan yang dirancang untuk memberikan rasa tenang bagi seluruh ekosistem Lalamove di Indonesia. Kerja sama itu mencakup dua cakupan utama, yaitu perlindungan untuk Lalamove Driver Partners dan Lalamove Passengers, serta perlindungan untuk Lalamove Delivery Driver Partners.

“Kolaborasi ini menjawab kebutuhan akan solusi perlindungan yang relevan dengan aktivitas perjalanan dan pengantaran yang berlangsung melalui platform Lalamove, sekaligus mencerminkan komitmen bersama dalam menghadirkan layanan yang semakin dekat dengan kebutuhan pengguna sehari-hari,” ungkapnya.

Direktur Utama PT Mitra Jasa Pratama (Qoala) Ian Ramelan mengatakan, kolaborasi bersama Tokio Marine dan Lalamove mempertegas perannya sebagai broker asuransi terpercaya dalam menghadirkan perlindungan Group Personal Accident yang relevan bagi mitra pengemudi dan penumpang.

“Didukung teknologi, kami memastikan proses klaim yang cepat dan transparan, sehingga perlindungan ini tidak hanya memberikan perlindungan finansial bagi mitra di lapangan, tetapi juga meningkatkan rasa aman dan kepercayaan pengguna dalam setiap aktivitas mobilitas,” tukas dia.

EDITOR: Ilham Safutra