JawaPos.com - Ketika sebuah proyek mobil dihentikan, biasanya tidak pernah diperlihatkan ke publik. Namun ada beberapa pengecualian, seperti yang pernah dilakukan Volkswagen dengan prototipe Volkswagen Phaeton second generation prototype, serta sejumlah model Saab yang muncul setelah perusahaan tersebut tutup.
Kini, giliran Ford yang membuka “rahasia” mereka. Melalui unggahan eksekutif Doug Field di LinkedIn, terungkap sebuah SUV listrik tiga baris yang sebelumnya dibatalkan pada 2024.
Menurut pernyataan resmi Ford, model tersebut kini berfungsi sebagai kendaraan riset yang akan menjadi dasar pengembangan mobil listrik generasi berikutnya. Artinya, meski gagal masuk jalur produksi, pengaruhnya akan tetap terasa di masa depan.
Secara desain, prototipe ini tampil sangat berbeda dari lini produk Ford saat ini. Mobil ini mengusung bentuk aerodinamis ekstrem dengan bagian depan membulat, kaca depan miring, dan atap panjang yang melandai ke belakang.
Tampilan ini membuatnya terlihat futuristik dan efisien secara aerodinamika.
Detail lain yang mencuri perhatian adalah bodi yang halus, handle pintu minimalis mirip Ford Mustang Mach-E, serta penggunaan velg khusus untuk meningkatkan efisiensi udara.
Bagian belakangnya dibuat hampir tegak untuk memaksimalkan ruang kabin.
Ford sebelumnya menyebut model ini sebagai SUV listrik tujuh penumpang dengan konsep “bullet train”. Mobil ini diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 563 km dalam sekali pengisian daya.
Bahkan, dengan pengisian cepat DC, jarak tempuh hingga 160 km bisa didapat hanya dalam sekitar enam menit.
Tak hanya itu, Ford juga sempat merencanakan varian dengan range extender yang mampu menjangkau hingga 885 km tanpa berhenti.
Sayangnya, semua rencana tersebut batal direalisasikan. Ford kini memilih menyesuaikan strategi elektrifikasi mereka dan lebih fokus pada pengembangan kendaraan listrik yang lebih terjangkau.
Salah satu proyek yang tengah disiapkan adalah pickup listrik dengan harga sekitar USD 30.000 atau setara Rp 480 jutaan, yang diharapkan dapat menjangkau pasar lebih luas.
Meski gagal diproduksi, SUV listrik tiga baris ini membuktikan bahwa inovasi tidak pernah benar-benar hilang—melainkan menjadi fondasi untuk teknologi masa depan.