JawaPos.com - Musim hujan kerap membawa risiko banjir yang bisa merusak kendaraan. Banyak pemilik mobil mengandalkan asuransi untuk menanggung kerugian. Namun, tidak semua klaim asuransi mobil akibat banjir bisa langsung disetujui. Ada syarat dan prosedur yang harus dipenuhi agar klaim dapat diproses tanpa kendala.
Kesalahan kecil, seperti menyalakan mesin setelah mobil terendam, justru bisa membuat klaim ditolak. Karena itu, penting memahami langkah yang benar sejak awal agar proses klaim berjalan lancar.
Sebelum mengajukan klaim, pemilik kendaraan juga perlu memahami jenis asuransi mobil yang dimiliki. Sebab, tidak semua polis otomatis menanggung risiko banjir.
Baca Juga: Pengguna EV Wajib Tahu! Ini 10 Cara Merawat Baterai Mobil Listrik agar Awet dan Tahan Lama
Jenis Asuransi Mobil yang Perlu Diketahui
Secara umum, ada dua jenis asuransi mobil yang sering digunakan. Pertama adalah asuransi comprehensive atau all risk, yang menanggung berbagai risiko kerusakan, termasuk bencana alam, namun biasanya harus ditambah perluasan banjir.
Kedua adalah asuransi TLO (Total Loss Only), yang hanya menanggung kerusakan besar di atas 75 persen atau kehilangan kendaraan. Artinya, jika kerusakan akibat banjir tidak tergolong parah, klaim bisa saja tidak berlaku.
Karena itu, memastikan adanya perluasan jaminan banjir dalam polis menjadi langkah awal yang krusial sebelum mengajukan klaim.
1. Pastikan Polis Menanggung Risiko Banjir
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengecek isi polis asuransi. Banyak pemilik mobil mengira asuransi all risk otomatis mencakup banjir, padahal perlindungan tersebut biasanya merupakan tambahan (perluasan). Jika tidak ada perluasan banjir, maka klaim kemungkinan besar tidak dapat diproses.
2. Jangan Nyalakan Mesin Setelah Terendam
Kesalahan fatal yang sering terjadi adalah mencoba menyalakan mobil setelah terendam banjir. Tindakan ini bisa memperparah kerusakan, terutama pada mesin. Dalam proses klaim, hal tersebut bisa dianggap sebagai kelalaian dan berpotensi membuat klaim ditolak. Oleh karena itu, sebaiknya biarkan kendaraan dalam kondisi apa adanya dan segera hubungi pihak asuransi.
3. Segera Laporkan ke Pihak Asuransi
Waktu pelaporan sangat penting. Umumnya, klaim harus diajukan maksimal 5x24 jam setelah kejadian. Semakin cepat dilaporkan, semakin besar peluang klaim diproses dengan lancar. Pihak asuransi juga dapat segera memberikan arahan atau bantuan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
4. Siapkan Dokumen yang Dibutuhkan
Agar klaim dapat diproses, pemilik kendaraan harus melengkapi sejumlah dokumen penting, seperti:
-
Fotokopi SIM
-
STNK kendaraan
-
Formulir klaim asuransi
-
Bukti kerusakan (foto atau video)
-
Kronologi kejadian secara lengkap
Dokumen yang lengkap akan mempercepat proses verifikasi oleh pihak asuransi.
5. Pastikan Kerusakan Murni Akibat Banjir
Klaim hanya dapat diproses jika kerusakan benar-benar disebabkan oleh banjir, bukan karena kesalahan pengguna, seperti sengaja menerobos genangan air. Pihak asuransi biasanya akan melakukan survei untuk memastikan penyebab kerusakan sebelum menyetujui klaim.
6. Ikuti Prosedur Klaim dengan Benar
Setelah semua dokumen diserahkan, pihak asuransi akan melakukan proses verifikasi dan survei kendaraan. Pemilik kendaraan hanya perlu menunggu hasil penilaian. Jika disetujui, kendaraan akan diarahkan ke bengkel rekanan untuk perbaikan. Kunci utama dalam tahap ini adalah tidak melewati prosedur atau melakukan perbaikan sendiri sebelum ada persetujuan.
7. Hindari Loncat Langkah dalam Proses Klaim
Mengajukan klaim asuransi harus dilakukan secara berurutan. Mulai dari pelaporan, pengumpulan dokumen, hingga proses survei. Melompati tahapan tertentu justru bisa memperlambat proses atau bahkan menyebabkan klaim ditolak.
8. Pahami Pentingnya Perluasan Banjir
Bagi pemilik mobil yang tinggal di wilayah rawan banjir, perluasan jaminan banjir sebaiknya menjadi bagian penting dalam polis asuransi. Perlindungan ini bukan sekadar tambahan, tetapi bentuk antisipasi terhadap risiko yang sering terjadi.
Tips agar Klaim Asuransi Disetujui
Selain mengikuti prosedur, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar klaim tidak ditolak. Di antaranya adalah memberikan informasi yang jujur, tidak memanipulasi kronologi, serta memastikan semua dokumen valid. Selain itu, hindari tindakan yang dapat memperparah kerusakan kendaraan setelah banjir terjadi.
Baca Juga: 7 Penyebab Rantai Motor Berisik dan Cara Mengatasinya, Jangan Dianggap Sepele!