← Beranda
Jangan Panik! Ini 6 Sumber Suara Berisik Mesin Mobil yang Bikin Jantung Deg-degan
Nanda PrayogaRabu, 1 Oktober 2025 | 17.13 WIB
Ilustrasi mekanik mengecek mesin mobil. (Freepik)

JawaPos.com - ​Pernahkah kamu menyalakan mobil dan tiba-tiba mendengar suara aneh yang membuatmu langsung menoleh ke kap mesin? Suara berisik dari mesin mobil bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga bisa jadi alarm bahaya yang tak boleh kamu abaikan. 

Mesin adalah jantung kendaraanmu, dan setiap bunyi tak wajar, mulai dari desisan, decitan melengking, hingga ketukan ritmis adalah kode rahasia yang mengisyaratkan ada komponen yang sedang bermasalah.

Memahami "bahasa" mesin adalah langkah pertama untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dan mahal.

​Lantas, apa saja biang keladi di balik suara bising yang mengganggu itu? Dari masalah sederhana seperti kurangnya pelumas hingga isu serius dalam sistem pembakaran, mesin memiliki beragam cara untuk "berteriak" meminta perhatian. 

Sebelum kamu buru-buru membawa mobil ke bengkel, yuk kenali dulu enam sumber suara paling umum yang sering membuat mesin mobilmu menjadi lebih berisik dari biasanya seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!

​1. Masalah Kualitas dan Kuantitas Oli Mesin

​Oli adalah nyawa bagi mesin mobil. Fungsinya sangat krusial sebagai pelumas yang mencegah gesekan langsung antara komponen-komponen logam yang bergerak cepat di dalamnya. 

Ketika kamu mendapati tingkat oli di dipstick sudah jauh berkurang, atau jika kualitasnya sudah sangat menurun, menjadi hitam pekat dan encer, kemampuan pelumasannya akan berkurang drastis. 

Akibatnya, gesekan antar logam tanpa pelumas yang memadai ini akan menghasilkan suara yang sangat kasar, gemeretak, atau bahkan bunyi ketukan (knocking) yang mengkhawatirkan dan bisa merusak komponen internal mesinmu.

​2. Sabuk Kendaraan (Tali Kipas) yang Aus atau Kendur

​Sabuk kendaraan, sering disebut tali kipas, adalah penghubung yang bekerja keras memutar berbagai komponen penting seperti alternator, kompresor AC, dan pompa power steering. 

Seiring penggunaan, sabuk ini wajar menjadi kendur, retak, atau permukaannya aus. Saat kondisi ini terjadi, sabuk akan slip atau bergetar kuat pada pulley-nya, yang akhirnya menimbulkan suara decitan atau jeritan bernada tinggi yang sangat khas.

Suara ini biasanya paling jelas terdengar saat mesin pertama kali dinyalakan di pagi hari atau setiap kali kamu mengaktifkan AC.

​3. Kompresor AC yang Kehabisan Pelumas atau Kotor

​Komponen kompresor AC memang aktif menghasilkan suara saat bekerja, tetapi seharusnya bunyinya konstan dan tidak terlalu keras. Jika kamu mendengar suara berisik yang berasal dari kompresor, seperti bunyi kasar, ngiung, atau dengungan keras yang tidak normal, ini seringkali merupakan tanda adanya masalah internal. 

Penyebab umum adalah level oli pelumas kompresor yang sudah rendah atau adanya kotoran yang menyumbat di dalam sistem pendingin. Selain itu, seiring bertambahnya usia, komponen internal pada kompresor itu sendiri juga bisa mulai aus dan menimbulkan friksi berlebihan.

​4. Keausan Alami pada Komponen Internal Mesin

​Layaknya semua mesin yang bekerja, komponen-komponen di dalam mesin mobil memiliki masa pakai yang terbatas. Bearing (bantalan), roda gigi, dan bagian bergerak lainnya lama-kelamaan pasti akan mengalami keausan alami. 

Keausan ini akan menciptakan celah atau ketidakseimbangan antara komponen yang seharusnya presisi. Hasilnya adalah bunyi-bunyi tidak wajar seperti suara gemuruh, derak, atau bunyi logam yang saling menggerinda, dengan intensitas yang biasanya akan meningkat seiring bertambahnya kecepatan mobilmu.

​5. Celah Katup Mesin yang Tidak Presisi

​Di bagian kepala mesin terdapat katup yang bertugas mengatur aliran bahan bakar masuk dan gas buang keluar. Katup ini dirancang dengan celah yang sangat presisi (biasanya diukur dalam pecahan milimeter). Ketika jarak tempuh mobilmu sudah tinggi, celah ini bisa berubah, menjadi terlalu longgar atau justru terlalu rapat. 

Celah yang tidak tepat akan menyebabkan rocker arm mengetuk batang katup dengan tidak semestinya, menghasilkan suara "tek-tek-tek" atau ketukan yang ritmis dan cepat dari bagian atas mesin. Ini sering dikenal sebagai valve tick.

​6. Masalah Sistem Pembakaran yang Memicu "Knocking"

​Masalah pada sistem pembakaran seperti timing pengapian yang tidak tepat atau penggunaan kualitas bahan bakar yang buruk (oktan terlalu rendah) dapat menyebabkan fenomena "mesin ngelitik" atau knocking. 

Ini adalah jenis suara ketukan keras yang sangat berbahaya, terjadi ketika campuran bahan bakar dan udara terbakar secara tidak sempurna atau terlalu dini di dalam silinder. Bunyi knocking ini sangat mengancam dan jika terus dibiarkan tanpa perbaikan, berpotensi merusak piston dan komponen mesin lain secara permanen.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra