JawaPos.com - Kasus hilangnya tenaga dan tidak dinginnya AC pada unit Chery Tiggo 8 CSH yang viral kini menemukan titik terang. PT Chery Sales Indonesia (CSI)telah melakukan klarifikasi dan investigasi terhadap unit yang bermasalah tersebut.
Chery Tiggo 8 CSH milik konsumen berinisial S seperti diketahui viral dengan permasalahan terkait performa AC yang tidak dingin, kendaraan yang tiba-tiba berhenti, serta permasalahan jump-shift.
Viralnya kasus ini setelah (9/9) konsumen S menyampaikan beberapa keluhannya melalui sebuah postingan di komunitas Facebook pemilik Chery. Pada hari yang sama, pihak Chery segera menghubungi konsumen S dan mengarahkan agar mobil dibawa ke dealer, serta memulai pemeriksaan menyeluruh.
"Kasus ini langsung ditangani sesuai dengan hasil social-listening dan pelacakan kasus harian yang dijalankan perusahaan," tulis dalam pernyataan resmi CSI, kepada JawaPos.com, Selasa (23/9).
Mobil konsumen yang bermasalah tersebut berhasil diperbaiki sepenuhnya pada18 September 2025 dan dikembalikan kepada konsumen usai melalui tahap uji jalan. Dan hingga saat ini, kendaraan berfungsi normal.
Berikut penjelasan pihak Chery terkait masalah yang dialami salah satu konsumen pemilik Tiggo 8 CSH yang digunakan dari Jakarta menuju Surabaya:
Penjelasan Mengenai Kendaraan Berhenti
Berdasarkan data pada sistem, terlihat bahwa mobil masuk ke mode proteksi, di mana daya baterai bertegangan tinggi (State of Charge/SOC) dan tangki bahan bakar juga dalam kondisi habis total, sehingga mobil tidak dapat berjalan.
Penjelasan Mengenai Penurunan Jarak Tempuh
Perbedaan antara jarak tempuh yang ditampilkan dan jarak aktual dipengaruhi berbagai faktor seperti kecepatan, kondisi jalan, dan gaya berkendara.
Dalam kasus ini, mobil dikemudikan dengan kecepatan tinggi sehingga meningkatkan hambatan angin, di mana pola berkendara menunjukkan adanya akselerasi dan deselerasi cepat serta berulang, sehingga menyebabkan konsumsi energi instan yang lebih tinggi dan penurunan jarak tempuh yang lebih cepat dari biasanya.
Penjelasan Mengenai Performa AC yang Kurang Optimal
Mengendarai mobil dengan kecepatan sangat tinggi disertai akselerasi dan deselerasi berulang dapat menyebabkan kebutuhan daya kendaraan akan meningkat dan mengakibatkan kenaikan suhu pada baterai dengan cepat.
Untuk menjaga stabilitas kinerja, sistem kendaraan akan melakukan penyesuaian otomatis pada distribusi daya dan suhu. Dalam situasi ini, kinerja pendinginan AC kabin bisa saja berkurang sementara, namun akan kembali normal begitu suhu pada baterai kembali stabil.
Hasil Investigasi
Tim investigasi Chery menemukan adanya kebocoran berdasarkan hasil identifikasi awal, dimana air masuk ke area dashboard yang diduga berasal dari proses penggantian kaca film.
Kondisi ini menyebabkan gangguan pada modul BDM (Body Domain Module), sehingga mempengaruhi kinerja transmisi sinyal dan menghambat proses inisialisasi perpindahan gigi secara normal.
Catatan investigasi juga menunjukkan bahwa masalah ini bukan berasal dari cacat komponen, melainkan faktor eksternal dari aktivitas penggunaan. Saat ini, permasalahan telah berhasil ditangani kembali berfungsi dengan normal.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim PT Chery Sales Indonesia atas penanganan cepat dan responsif terhadap keluhan saya. Permasalahan telah diselesaikan dengan baik, dan kendaraan saya kini kembali dalam kondisi prima," ujar konsumen S.
Kasus ini sekaligus memberikan masukan bagi Chery dalam upayanya meningkatkan pelayanan yang lebih maksimal, serta memberikan edukasi bagi para pengguna, calon pengguna, hingga dealer.
Chery memberikan pemahaman terkait penggunaan kendaraan, di antaranya:
Dalam penggunaan sehari-hari, mobil dengan teknologi PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) akan memberikan performa lebih optimal saat bahan bakar dan daya baterai tersedia dalam batasan aman secara bersamaan.
Pada kondisi akselerasi dan deselerasi cepat yang terjadi secara berulang, sistem kendaraan akan memprioritaskan penyaluran daya serta menjaga suhu sistem penggerak agar tetap berada pada titik optimal.
Dengan situasi tersebut, distribusi daya dapat mempengaruhi kinerja pendinginan AC ke dalam kabin, hal ini adalah normal.
Pengemudi tidak perlu merasa khawatir, cukup menjaga kecepatan berkendara lebih stabil, dan performa AC akan kembali normal begitu suhu pada sistem penggerak kembali optimal.
Pihak CSI memberikan panduan terkait pemasangan kaca film yang sesuai standar bagi konsumen, hal ini guna mencegah kebocoran yang mengakibatkan masuknya air yang dapat berdampak terhadap sistem kelistrikan kendaraan.
Meskipun pihak CSI memberikan catatan investigasi yang menunjukkan bahwa masalah ini bukan berasal dari cacat komponen, melainkan faktor eksternal dari aktivitas penggunaan.
Bila klaim Chery hal tersebut dikarenakan aktivitas penggunaan konsumen, bagaimana bila ditemuin konsumen yang serupa? Apakah akan mengalami hal yang sama?