← Beranda
9 Teknik Eco Driving agar Hemat BBM dan Ramah Lingkungan
Jhosua Anju Eko ManaluSelasa, 26 Agustus 2025 | 07.03 WIB
Ilustrasi berkendara irit BBM (Pexels/Robert Nagy)

JawaPos.com - Kebiasaan berkendara agresif seperti memanaskan mesin lama, akselerasi mendadak, dan penggunaan AC berlebihan semakin memperboros penggunaan bahan bakar.

Teknik eco driving memberi solusi sederhana namun signifikan mengurangi konsumsi BBM sekaligus menciptakan gaya hidup berkendara lebih berkelanjutan. Secara teknis, pendekatan ini juga membantu mengurangi emisi gas buang dan memperpanjang umur kendaraan.

Penasaran bagaimana cara menerapkannya? Inilah panduan lengkap eco driving yang bisa langsung Anda praktikkan dalam perjalanan sehari-hari, dilansir melalui Michelin dan Antara News.

Baca Juga: Manfaat Eco Driving, Berkendara Jadi Lebih Efisien dengan Mobil Ramah Lingkungan

1. Cek Tekanan Ban secara Rutin

Tekanan ban yang tepat membuat kendaraan tidak bekerja berlebihan. Ban kempis menambah beban mesin, sementara ban terlalu keras memang hemat BBM, tetapi mengurangi kendali dan memperpendek umur ban. Ide tekanan angin yang tepat biasanya tertera di buku manual atau pintu mobil.

2. Pilih Bahan Bakar yang Sesuai Spesifikasi

Menggunakan oktan sesuai rekomendasi pabrikan menjaga pembakaran efisien, sehingga mesin lebih optimal dan konsumsi BBM berkurang.

3. Kurangi Beban Tak Perlu Dalam Mobil

Muatan berat menambah beban kerja mesin sehingga boros bahan bakar. Selektif membawa barang esensial membantu efisiensi, apalagi jika menggunakan ban hemat energi dengan hambatan gulir rendah.

4. Berkendara dengan Antisipatif

Alih-alih ngebut lalu injak rem tiba-tiba, prediksi kondisi lalu lintas dan jaga jarak aman agar kendaraan melambat secara alami lebih hemat dan aman.

5. Hindari Mobil Stop-and-Go

Berhenti dan jalan secara mendadak meningkatkan konsumsi BBM. Dalam lalu lintas padat, berkendaralah lebih santai banyak mobil bahkan menyediakan mode eco driving khusus perkotaan.

6. Hindari Akselerasi Mendadak

Menginjak gas secara agresif menyedot energi ekstra. Akselerasi halus dan bertahap menghemat BBM dan menjaga komponen mesin dalam kondisi baik.

7. Pertahankan Kecepatan Stabil

Mengemudi dengan kecepatan konstan dan sesuai batas kecepatan tidak hanya aman tetapi juga efisien dari sisi bahan bakar dan emisi.

8. Matikan Mesin saat Tidak Diperlukan

Mesin menyala dalam posisi diam hanya memboroskan BBM. Saat berhenti lama seperti menunggu atau kemacetan parah sebaiknya matikan mesin.

9. Gunakan AC dengan Bijaksana

Penggunaan AC terus-menerus meningkatkan konsumsi BBM. Saat suhu tidak terlalu panas atau dalam kecepatan rendah, gunakan ventilasi udara atau buka jendela.

Penerapan teknik eco driving terbukti menekan pengeluaran operasional, memperpanjang umur kendaraan, dan mengurangi emisi. Pendekatan ini juga mendukung keselamatan berkendara, karena gaya halus dan antisipatif memberi waktu reaksi lebih baik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada panduan resmi tambahan, tetapi para ahli otomotif dan organisasi lingkungan terus mendorong eco driving sebagai praktek berkelanjutan.

Sembilan teknik eco driving ini bukan sekadar tips irit BBM, tetapi juga langkah konkret menuju gaya hidup berkendara lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan. Praktikkan mulai hari ini dan rasakan manfaat jangka panjangnya.

EDITOR: Candra Mega Sari