← Beranda
IEE Series Angkat Tren Truk Tambang Full Electric dan Battery Swap
Nanda PrayogaSabtu, 12 September 2026 | 01.18 WIB
Ilustrasi truk besar (Tiberman)

JawaPos.com - Tren kendaraan listrik mulai merambah sektor alat berat termasuk truk yang digunakan dalam industri pertambangan. Teknologi truk tambang full electric vehicle (EV) dengan baterai yang dapat ditukar menjadi salah satu inovasi yang ditampilkan dalam Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series.

Deputy Event Director PT Pamerindo Indonesia Hanung Hanindito mengatakan truk berat dengan teknologi full EV menjadi salah satu teknologi yang mendapat perhatian dalam penyelenggaraan IEE Series tahun ini. Selain itu, terdapat pula truk berkapasitas besar yang telah menggunakan teknologi hibrid.

"Yang paling kami highlight adalah yang kami lihat sekarang itu yang cukup menarik di truk berat. Itu yang sudah full EV dan ada yang dalam truk kapasitas yang ukurannya besar itu sudah hibrid," kata Hanung saat ditemui JawaPos.com di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (11/9).

Menurut Hanung salah satu teknologi yang ditampilkan dalam pameran tersebut menawarkan sistem pertukaran baterai atau battery swap. Teknologi ini dinilai dapat menjawab salah satu persoalan dalam penggunaan kendaraan listrik di sektor pertambangan dan alat berat. Yakni waktu pengisian daya yang cukup panjang.

"Dan itu full EV-nya itu adalah salah satu yang menjawab pertanyaan dari teman-teman di industri tambang dan alat berat. Salah satunya truk yang digunakan full EV tapi baterai bisa ditukar," ujarnya.

 

Hanung menjelaskan lamanya waktu pengisian daya sebelumnya menjadi salah satu tantangan dalam proses peralihan alat berat menuju sistem listrik. Dengan baterai yang dapat ditukar, kendaraan tidak harus menunggu proses pengisian daya hingga selesai sebelum kembali digunakan.

 

"Jadi yang menjadi tantangan kemarin kenapa sih alat berat ini lama konfirmasinya ke listrik, karena charging time-nya yang cukup panjang. Salah satu eksibiter kami itu menjawab juga, mereka sudah menyiapkan yang baterainya sudah bisa di-swap,” ungkapnya.

 

Selain teknologi battery swap, Hanung menyebut elektrifikasi alat berat juga dinilai relevan dengan kondisi industri yang masih menghadapi ketidakpastian. Penggunaan alat berat listrik dapat mengurangi kebutuhan untuk menyimpan bahan bakar ketika kendaraan sedang tidak digunakan.

"Kemarin sempat ngobrol dengan dari Aspindo, mereka memang melihat dengan kondisi yang sedang uncertain ini di tambang, alat berat (listrik) sebenarnya menjadi solusi, karena mereka tidak perlu untuk stok solar, jadi kalau pakai alat berat listrik, andai kan alatnya harus parkir itu tidak ada kerugian, jadi memang alatnya parkir, waktu dibutuhkan tinggal dijalankan lagi," kata Hanung.

Pembahasan mengenai elektrifikasi juga muncul dalam rangkaian kegiatan IEE Series lainnya. Hanung mengatakan seminar yang digelar dalam pameran turut membahas perkembangan elektrifikasi di sektor industri.

Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik maupun hibrid berpotensi semakin meningkat seiring kebutuhan industri terhadap efisiensi. Meski demikian, Pamerindo masih mengumpulkan data untuk mengetahui besaran peningkatan permintaan tersebut.

"Seharusnya meningkat, untuk datanya sedang kami kumpulkan seberapa banyak peningkatannya, karena mereka berharapnya dengan efisiensi, mereka menggunakan EV, efisiensi dan tentunya outputnya jadi, misalnya dampaknya akan lebih jauh, dampak negatifnya bisa dikurangi,” tutur Hanung.

 

EDITOR: Diar Candra