JawaPos.com - Robot humanoid diproyeksikan merevolusi produksi mobil dengan kemampuan menangani pekerjaan membosankan tanpa istirahat dan tunjangan.
Kendati demikian, uji coba penggunaannya di pabrik otomotif saat ini menunjukkan kinerja robot tersebut belum menunjukkan efisiensi yang diharapkan.
Sebagaimana dikutip dalam siaran Carscoops pada Senin, BMW mengakui bahwa kerja robot humanoid yang sedang diuji coba di pabrik mereka di Spartanburg, South Carolina, Amerika Serikat, masih lebih lambat dibandingkan pekerja manusia.
Robot buatan Figure AI telah diuji coba di pabrik BMW di Spartanburg untuk memindahkan komponen dari kontainer ke troli. Robot itu bisa berjalan, mengambil suku cadang, dan menarik troli.
Namun, Wakil Presiden Logistik BMW Ulrich Wieland menyampaikan kepada The New York Times bahwa kerja robot humanoid tersebut masih lebih lambat daripada manusia.
Uji coba penggunaan robot humanoid dalam operasional pabrik mobil juga dilakukan oleh Mercedes-Benz, yang menguji pengoperasian robot humanoid buatan Apptronik untuk menangani dan memilah komponen.
Hyundai, produsen kendaraan asal Korea Selatan yang memiliki Boston Dynamics, juga berencana menggunakan robot mereka untuk membantu mengatur suku cadang bagi pekerja di lini perakitan.
Tesla punya ambisi yang lebih besar pada robot humanoid Optimus, dengan visi penerapan melampaui operasional perakitan mobil.
General Motors (GM) bereksperimen dengan robot yang dilengkapi lengan dan tangan, tetapi tidak didukung kemampuan berjalan layaknya manusia, untuk mendukung operasional pabrik mobil.
Kepala Produk GM Sterling Anderson sebelumnya menyatakan bahwa fungsi tangan dalam penanganan pekerjaan di pabrik sudah jelas, tetapi "kegunaan kaki belum jelas."
Efisiensi dan efektivitas penggunaan robot humanoid dalam operasional pabrik mobil sampai saat ini masih menjadi perdebatan.
Direktur Eksekutif Massachusetts Institute of Technology Industrial Performance Center Ben Armstrong menyebut robot humanoid bisa jadi merupakan "solusi bernilai jutaan dolar untuk masalah seharga seratus dolar."
Baca Juga: Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Kepada The New York Times dia mengemukakan bahwa otomatisasi yang lebih sederhana dapat menyelesaikan banyak pekerjaan repetitif dengan biaya yang lebih rendah ketimbang robot humanoid. (*)