JawaPos.com - Xpeng mulai menggeser fokusnya dari sekadar produsen kendaraan listrik menjadi perusahaan teknologi mobilitas dengan target menghadirkan mobil terbang ke tahap komersial pada 2027. Perusahaan asal Tiongkok itu menyiapkan produksi skala besar kendaraan udara tersebut sekaligus mengembangkan robot humanoid dan robotaxi sebagai bagian dari strategi memperluas bisnis di luar industri otomotif konvensional.
Langkah Xpeng mencerminkan perubahan strategi industri otomotif global, ketika perusahaan kendaraan listrik mulai berlomba memasuki bidang kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, dan teknologi udara. Selain Tesla milik Elon Musk yang mengembangkan ekosistem kendaraan otonom dan robot humanoid, perusahaan otomotif Tiongkok juga mempercepat investasi untuk membangun posisi dalam industri teknologi generasi berikutnya.
Dilansir dari Reuters, Selasa (21/7/2026), Presiden Xpeng Brian Gu mengatakan perusahaan memperkirakan dapat memulai produksi skala besar mobil "terbang" pada tahun depan, sementara produksi robot humanoid dijadwalkan memasuki tahap pengembangan lebih lanjut pada kuartal IV 2026.
Xpeng telah menerima lebih dari 7.000 pesanan mobil terbang, mayoritas berasal dari pasar Tiongkok, sembari menunggu persetujuan dari otoritas penerbangan negara tersebut.
Baca Juga: Hyundai dan KAI Siapkan Revolusi Transportasi, Mobil Terbang Dijadwalkan Meluncur 2028
"2027 akan menjadi tahun yang sangat penting untuk pengujian di seluruh dunia bersama para mitra," ujar Gu kepada Reuters menjelang Beijing Auto Show.
Dia menambahkan bahwa Xpeng juga berencana memulai pengujian robotaxi di Guangzhou, Tiongkok selatan, pada tahun ini dan berpotensi memproduksi ratusan hingga ribuan kendaraan robotaxi dalam 12 hingga 18 bulan ke depan.
Selain mengembangkan kendaraan udara dan kendaraan tanpa pengemudi, Xpeng juga memperluas kolaborasi internasional. Perusahaan tersebut melihat peluang besar untuk memperkuat kerja sama dengan produsen otomotif Jerman Volkswagen setelah kedua perusahaan mengembangkan kendaraan listrik bersama. Model kendaraan listrik pertama hasil kolaborasi keduanya telah memasuki produksi massal bulan lalu.
"Kami memiliki banyak area yang dapat menjadi ruang kerja sama dan benar-benar memberikan nilai satu sama lain,"kata Gu.
Dia menegaskan bahwa Xpeng juga terbuka menjalin kemitraan dengan produsen kendaraan lain. "Kami perlu gesit dan bersedia bermitra dengan berbagai pemain di berbagai wilayah."
Sementara itu, bisnis robot humanoid menjadi bagian penting dari ambisi jangka panjang Xpeng. Pada tahap awal, robot tersebut akan digunakan untuk fungsi seperti resepsionis atau tenaga penjualan yang berinteraksi langsung dengan pelanggan. Namun, Gu memperkirakan kebutuhan robot humanoid akan meningkat seiring semakin luasnya penggunaan teknologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
"Dalam 10 hingga 20 tahun ke depan, bisnis robot Xpeng seharusnya lebih besar daripada divisi otomotifnya karena akan ada lebih banyak penggunaan robot humanoid dalam kehidupan kita," ujar Gu.
Di tengah persaingan global kendaraan listrik, Xpeng juga memperluas jangkauan internasionalnya. Saat ini, perusahaan tersebut telah beroperasi di sekitar 60 negara di luar Tiongkok. Pada tahun lalu, sekitar 10 persen volume penjualan dan 15 persen pendapatannya berasal dari pasar luar negeri.
Ke depan, Xpeng menargetkan pasar global menjadi sumber utama pertumbuhan bisnisnya. Gu mengatakan dalam lima hingga 10 tahun mendatang, "lebih dari 50 persen pendapatan seharusnya berasal dari luar Tiongkok."
Target tersebut menunjukkan upaya perusahaan untuk bertransformasi dari produsen kendaraan listrik domestik menjadi pemain teknologi mobilitas global.
Baca Juga: GAC GOVY AirCab, Mobil Terbang Siap Produksi: Masa Depan Transportasi Mengudara Mulai Terbuka