← Beranda
Jangan Panik Dulu! Ini Biang Kerok Bagian Bawah Pintu Mobil Cepat Karatan dan Rusak
Nanda PrayogaRabu, 13 Mei 2026 | 13.28 WIB
Ilustrasi: Cat anti karat mempunyai manfaat yang akan mengurangi kerusakan pada mobil. (NH Oil).

JawaPos.com - Banyak pemilik mobil baru sadar bagian bawah pintu mulai berkarat saat kondisinya sudah cukup parah. Padahal area ini termasuk salah satu titik yang paling rentan mengalami korosi karena sering terkena air, lumpur, hingga perubahan suhu setiap hari. 

Jika dibiarkan, kerusakan bisa merambat ke bagian lain dan membuat biaya perbaikan membengkak. Masalahnya, bagian bawah pintu sering luput dari perhatian karena posisinya tidak terlalu terlihat. 

 Padahal tanpa perawatan yang tepat, kelembaban dan kotoran dapat menumpuk di dalam sela-sela pintu dalam waktu lama. Berikut 6 penyebab yang membuat pintu mobil lebih cepat rusak dan berkarat seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia! 

Baca Juga: Mensos: 600 Ribu Penerima Bansos Dicoret karena Terindikasi Judi Online

 1. Air Terjebak di Dalam Pintu 

Saat hujan atau setelah mobil dicuci, air sebenarnya bisa masuk ke bagian dalam pintu melalui celah kaca. Kondisi ini masih tergolong normal karena pabrikan sudah menyediakan lubang pembuangan di bagian bawah pintu. 

Namun masalah muncul ketika saluran tersebut tersumbat lumpur atau debu. Air akhirnya tidak bisa keluar dan mengendap terlalu lama di dalam pintu. Jika terus terjadi, karat akan mulai muncul dari bagian dalam tanpa disadari. 

2. Debu dan Lumpur Menumpuk 

Baca Juga: Pendapatan Siloam 2025 Tembus Rp 12,8 Triliun, Bamsoet hingga Yasonna Laoly Isi Kursi Komisaris

Bagian bawah pintu berada sangat dekat dengan permukaan jalan sehingga lebih sering terkena cipratan lumpur, debu, pasir, dan air kotor. Kotoran tersebut bisa masuk lewat sela kecil dan sulit dibersihkan secara menyeluruh. 

Ketika kotoran terus menumpuk, area pintu menjadi lembap dalam waktu lama. Kondisi inilah yang mempercepat proses korosi pada lapisan logam. 

3. Perubahan Suhu Bikin Pintu Lembap 

Perbedaan suhu antara bagian luar dan dalam mobil juga bisa memicu munculnya embun di area pintu. Kondisi ini biasanya terjadi saat cuaca panas lalu tiba-tiba hujan atau ketika mobil berada di area dingin setelah digunakan. 

Jika embun terus terbentuk, bagian dalam pintu akan selalu lembap. Dalam jangka panjang, kelembapan tersebut mempercepat munculnya karat. 

Baca Juga: Hakim Sebut Mark Up Chromebook Rp 4 Juta per Unit Rugikan Negara Rp 5,2 Triliun

4. Lapisan Anti Karat Mulai Menipis 

Bagian luar mobil umumnya lebih sering dicuci, dipoles, atau diberi perlindungan tambahan. Sebaliknya, area bawah pintu sering terabaikan sehingga lapisan pelindungnya lebih cepat menurun. 

Saat perlindungan anti-karat mulai menipis, logam menjadi lebih mudah terkena air dan udara lembap. Akibatnya, korosi lebih cepat muncul. 

5. Sering Terkena Gesekan dan Benturan 

Tanpa disadari, bagian bawah pintu cukup sering terkena gesekan sepatu saat kamu keluar masuk mobil. Selain itu, kerikil kecil dari jalan juga bisa menghantam area tersebut ketika berkendara. 

Baca Juga: V+Short Diluncurkan di Hong Kong, Berambisi Eksis di Pasar Global

Lama-kelamaan cat akan tergores atau terkelupas. Ketika lapisan cat rusak, permukaan logam terbuka dan menjadi lebih mudah berkarat. 

6. Cuaca Ekstrem Mempercepat Kerusakan 

Paparan panas matahari dan air hujan secara terus-menerus juga dapat mempercepat kerusakan pada pintu mobil. Terlebih jika mobil sering diparkir di luar ruangan tanpa perlindungan. 

Perubahan cuaca membuat kondisi udara menjadi lebih lembap dan memicu munculnya korosi lebih cepat, terutama pada bagian bawah pintu yang jarang diperhatikan.

EDITOR: Bintang Pradewo