JawaPos.com – Entertainment Software Association (ESA) selaku penyelenggara E3 berikan kabar mengejutkan belum lama ini.
Kabar tersebut disampaikan oleh penyelenggara pameran Electronic and Entertainment Expo atau yang biasa dikenal sebagai E3 melalui laman twitter mereka (@E3)
“Setelah 2 dekade acara ini berlangsung, sudah waktunya kami mengucapkan selamat tinggal, terimakasih atas segala kenangannya,” Tulis akun resmi E3 tersebut pada Selasa (12/12).
E3 2023 Gagal Berlangsung
Setelah gagal diselenggarakan selama beberapa tahun akibat pandemi covid 19, ESA berusaha menyelenggarakan kembali E3 pada 2023.
Mereka berencana kembali mengadakan acara tersebut dengan menghadirkan para perusahaan dan pengembang game secara fisik ke Los Angeles, Amerika Serikat.
Mengutip Sky News, ajang perkenalan produk video game yang berlangsung tiap musim panas tersebut pada akhirnya gagal berlangsung pada tahun ini.
Hal itu disebabkan banyak perusahaan-perusahaan besar yang biasanya meramaikan acara tersebut menyatakan tidak akan menghadiri E3 pada tahun ini.
Baca Juga: Software Aplikasi Digital Kian Inovatif dan Fungsional, Ini Keunggulannya
Dilansir dari IGN, Kyle Marsden-Kish selaku Wakil Presiden dari Reedpop yang menjadi partner penyelenggaraan E3 2023 berikan keterangan terkait pembatalan acara tersebut.
“ini adalah keputusan yang sangat sulit bagi kami, namun kami harus lakukan yang terbaik untuk perkembangan industri ini dan acara E3 dimasa depan,” ungkapnya.
“kami menghargai keputusan dari para perusahaan yang tak bisa sediakan demo dari produk-produk mereka untuk tahun ini,” ujar Wakil Presiden Reedpop itu.
pada tahun ini acara tersebut seharusnya diselenggarakan pada 13 Juni hingga 16 Juni 2023 di Los Angeles Convention Center.
Faktor-Faktor Penyebab E3 Hentikan Penyelenggaraan
Acara yang telah berlangsung sejak 1995 itu selalu menghadirkan hal-hal yang menarik dan layak dinantikan oleh para gamers di seluruh dunia.
Perusahaan-perusahaan besar seperti PlayStation, Nintendo, Xbox hingga beberapa studio game ternama seringkali memperkenalkan game yang sedang mereka kerjakan ke publik melalui acara tersebut.
Dilansir dari The Washington Post, Stanley Pierre-Louis nyatakan memang sudah waktunya untuk menghentikan penyelenggaraan E3 untuk selamanya.
Baca Juga: Gamers Sedih, E3 2022 Batal Digelar
“kami tahu ini keputusan yang berat, tetapi ini hal yang seharusnya dilakukan untuk memberikan peluang baru bagi para industri untuk berinteraksi dengan penggemar mereka,” ujarnya.
Pandemi Covid 19 membuat perubahan besar pada industri hiburan, termasuk perkembangan industri video game.
Pada 2011, salah satu perusahaan asal Jepang yakni Nintendo menghadirkan sebuah program yang dikenal sebagai Nintendo Direct.
Dalam acara tersebut, perusahaan yang menciptakan karakter Mario dan Link tersebut mencoba perkenalkan produk-produk baru mereka dalam format berita singkat.
Salah satu produk video game lain yakni PlayStation juga memutuskan untuk tak hadiri E3 pada 2019 lalu. Keputusan tersebut membuat banyak perusahaan lain yang turut mundur dari acara itu.
“perusahaan saat ini miliki berbagai cara untuk berinteraksi dengan para penggemarnya, salah satunya dengan mengadakan pameran mereka sendiri,” ujar Stanley.
“hal itu sangat menarik untuk perkembangan industri video game yang ada saat ini dan mereka berhasil temukan metode yang tepat untuk mendapat penggemar lebih banyak lagi,” pungkasnya.
Baca Juga: AMD EPYC Generasi Dua Tenagai Oracle Cloud Infrastructure Compute E3
Saat ini Sony selaku pengembang PlayStation telah miliki program untuk perkenalkan produk-produk mereka yakni State of Play.
Selain itu, Microsoft pada akhirnya turut memproduksi tayangan untuk memamerkan produk-produk dari studio game mereka melalui Xbox Games Showcases.
Selain itu mundurnya Geoff Keighley dari kolaborator E3 di 2019 membuat penyelenggaraan E3 semakin terpuruk.
Pada akhirnya ia memutuskan untuk memproduksi acara sendiri seperti The Game Awards dan Summer Game Fest yang bisa dikatakan cukup berhasil hingga saat ini.
***