← Beranda
Menhub Minta Hak Asuransi Korban KMP Batu Mandi Segera Cair 
Ryandi Zahdomo• Kamis, 22 Oktober 2026 | 22.57 WIB
Menhub, Dudy Purwagandhi mengatakan pihaknya akan mengevakuasi insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2, Surabaya, Senin dini hari (3/8). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menginstruksikan PT ASDP Indonesia Ferry dan PT Jasa Raharja untuk segera mempercepat pencairan klaim asuransi serta ganti rugi bagi 420 penumpang KMP Batu Mandi yang tenggelam di Pelabuhan Merak, Banten, pada Rabu (21/10) malam.

Langkah ini diambil guna memberikan kepastian hak bagi seluruh korban pasca-insiden kebakaran dan tenggelamnya kapal penyeberangan tersebut.

Kemenhub memastikan seluruh proses pendataan kerugian material kini tengah dikawal ketat agar hak para penumpang terpenuhi sesuai regulasi.

Baca Juga: Perlindungan Anak di Ruang Digital Diperkuat, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo Sasar 9 Sekolah

"Kami meminta seluruh pihak terkait memastikan penanganan penumpang berjalan dengan baik, termasuk tindak lanjut terhadap hak-hak mereka sesuai ketentuan yang berlaku, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap tahapan penanganan insiden," ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Jakarta, Kamis (22/10).

Panduan Pengajuan Klaim Asuransi dan Ganti Rugi

Guna memberikan kepastian bagi para korban, Kemenhub meminta pendataan kerugian material dilakukan secara teliti. 

Pengandangan data dan verifikasi dokumen kini tengah berjalan berkolaborasi dengan Jasa Raharja.

Baca Juga: Qatar-Prancis Minta Israel Tarik Pasukan dari Gaza

Bagi penumpang yang terdampak, pengajuan klaim dapat dilakukan melalui saluran pengaduan resmi yang telah disediakan oleh PT ASDP Indonesia Ferry. 

Penumpang diimbau menyiapkannya bersama dokumen pendukung yang sah agar proses verifikasi berjalan lancar.

 

Pengamanan Alur Pelayaran dan Rencana Operasi Salvage

Selain penanganan hak penumpang, prioritas utama Kemenhub saat ini adalah mengamankan alur masuk Pelabuhan Merak agar tidak mengganggu aktivitas kapal lain dan nelayan setempat.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) bersama ASDP menyiagakan penanda khusus berupa buoy (pelampung penanda) di titik lokasi tenggelamnya KMP Batumandi, disertai penerbitan peringatan navigasi bagi seluruh kapal yang melintas.

Baca Juga: Sering Gugup hingga Perhatian, 6 Tanda Pria Diam-Diam Jatuh Cinta kepada Anda

"Keselamatan pelayaran harus tetap terjaga, terutama di sekitar alur masuk Pelabuhan Merak yang menjadi jalur penting penyeberangan masyarakat dan distribusi logistik," ujar Menhub.

Menhub Dudy menambahkan, langkah lanjutan berupa penentuan operasi pengangkatan kapal (salvage) masih menunggu hasil asesmen teknis terkait posisi dan kondisi bangkai kapal, dengan tetap mempertimbangkan faktor keamanan perairan dan kelestarian lingkungan laut.

Layanan Penyeberangan Merak–Bakauheni Tetap Berjalan

Meski ada proses penanganan insiden di alur masuk pelabuhan, Kemenhub memastikan operasional penyeberangan lintas Merak–Bakauheni tetap berjalan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan pasokan logistik.

Masyarakat yang hendak menyeberang diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi resmi mengenai jadwal keberangkatan serta mematuhi instruksi petugas lapangan di Pelabuhan Merak.

EDITOR: Bintang Pradewo