← Beranda
Raja Juli Antoni Terjun Langsung Atasi Kebakaran Hutan di Tanjung Puting
Muhammad Ridwan• Sabtu, 17 Oktober 2026 | 06.50 WIB
Menhut Raja Juli Antoni saat meninjau penanganan karhutla di Hutan Lindung Liang Anggang, Kelurahan Landasan Ulin Barat, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, bersama Gubernur Kalsel H. Muhidin, Senin (12/10).

JawaPos.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni turun langsung mengawal upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Penanganan di lapangan dipusatkan pada tiga langkah utama, yaitu pemadaman api, pembukaan akses jalan, dan pembangunan sumur bor untuk menjamin ketersediaan air.

Raja Juli turut didampingi Sekretaris Daerah Kotawaringin Barat Rody Iskandar, Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Barat Samuel, Kapolres Kotawaringin Barat Joko Handono, Kepala BMKG Iskandar Nur Setiawan, Danrem 102/Panju Panjung Brigjen TNI Wimoko, serta Dandim 1014/Pangkalan Bun Letkol Inf. Makin.

Untuk mempercepat penanganan, personel gabungan dibagi menjadi tiga kelompok dengan tugas berbeda, yakni membuka jalan, membangun sumur bor, dan melakukan pemadaman. Strategi ini diterapkan agar akses menuju lokasi kebakaran segera tersedia, sekaligus memastikan pasokan air dapat menjangkau petugas yang bertugas di lapangan.

Tim pembuka jalan telah berhasil membuka akses berupa jalan setapak sepanjang kurang lebih 1,8 kilometer menuju Shelter Pesalat. Jalur tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung mobilisasi personel, pengangkutan peralatan, serta distribusi air untuk kebutuhan pemadaman.

“Akses jalan sudah berhasil kita tembus sekitar 1,8 kilometer menuju Shelter Pesalat, dan kita juga menentukan titik-titik sumber air, penempatan flexible tank atau portable tank, serta sumur bor,” kata Raja Juli di Tanjung Puting, Jumat (16/10).

Selain memantau pembukaan jalur, Raja Juli bersama jajaran terkait turut menentukan lokasi penempatan tangki air fleksibel atau flexible tank dan portable tank. Tim juga memetakan jalur distribusi air serta menetapkan titik pembangunan sumur bor dengan memperhatikan kebutuhan operasi pemadaman.

Sumber-sumber air disiapkan di sejumlah lokasi yang direncanakan terhubung dengan kawasan Shelter Pesalat. Langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar penyaluran air ke titik-titik yang membutuhkan dukungan pemadaman.

Raja Juli bersama tim juga berjalan kaki dari Tanjung Harapan melalui jalan setapak yang baru dibuka sepanjang sekitar 1,8 kilometer menuju Shelter Pesalat.

Dalam peninjauan itu, Raja Juli melihat langsung proses pembuatan embung yang dipersiapkan sebagai tempat penampungan air untuk selanjutnya disalurkan ke lokasi kebakaran.

Upaya penanganan berlanjut hingga malam hari. Raja Juli bersama personel TNI-Polri, BPBD, BMKG, dan masyarakat setempat masih melakukan pemasangan mesin pompa air. Ia meminta seluruh peralatan tersebut dapat terpasang pada malam itu agar segera bisa digunakan untuk mendukung pemadaman keesokan harinya.

“Dibagi dua tim yang memasang. Kita pasang malam ini, biar besok bisa langsung dipakai, kita bermalam biar dipastikan terpasang,” jelasnya.

Raja Juli menegaskan, upaya pengendalian karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting akan terus dioptimalkan dengan mengerahkan sumber daya yang tersedia. 

Pemerintah bersama TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya terus berkoordinasi serta bekerja di lapangan untuk menekan penyebaran api dan melindungi kawasan konservasi tersebut.

EDITOR: Estu Suryowati