← Beranda
Kabut Asap Karhutla Lumpuhkan 16 Bandara Papua, Penerbangan Terancam Batal
Ryandi Zahdomo• Jumat, 16 Oktober 2026 | 17.36 WIB
Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kementerian Perhubungan memantau ketat operasional 16 bandar udara di wilayah Papua yang terganggu akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Kamis (15/10). 

Pekatnya asap menurunkan jarak pandang secara drastis, sehingga berpotensi memicu keterlambatan, penundaan, hingga pembatalan penerbangan demi keselamatan pengguna jasa udara.

Laporan resmi dari Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X mengonfirmasi bahwa sebaran asap saat ini berdampak langsung pada fasilitas penerbangan di empat provinsi di wilayah Papua.

Baca Juga: Simak Perubahan BYD Danza D9 Terbaru yang Punya Baterai 115 kWh

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menegaskan, seluruh langkah operasional di lapangan diambil dengan menempatkan faktor keselamatan sebagai prioritas utama.

Dampak paparan asap Karhutla tersebar di empat wilayah provinsi di Papua. Di Provinsi Papua, Bandar Udara Sentani menjadi salah satu lokasi yang masuk dalam pemantauan ketat.

Sementara itu, di Provinsi Papua Tengah, gangguan terjadi di Bandar Udara Mozes Kilangin (Timika), Bandar Udara Ilaga, dan Bandar Udara Ilu.

Baca Juga: Penembakan di SD Oregon Tewaskan 4 Orang, Pelaku Berusia 16 Tahun Ditembak Warga

Untuk wilayah Provinsi Papua Pegunungan, tiga bandara utama turut terdampak, yakni Bandar Udara Wamena, Bandar Udara Oksibil, dan Bandar Udara Dekai.

Dampak terluas tercatat di Provinsi Papua Selatan dengan sembilan bandara yang terganggu.

Wilayah ini meliputi Bandar Udara Mopah (Merauke), Tanah Merah, Kepi, Ewer, Bade, Senggo, Manggelum, Yaniruma, hingga Bandar Udara Mindiptanah.

Data Kemenhub per 13 Oktober 2026 mencatat sebanyak 2.021 penerbangan berjadwal dalam negeri terdampak sejak 11 Agustus 2026.

Dari total tersebut, 919 penerbangan mengalami keterlambatan (delay) dan 1.067 penerbangan dibatalkan atau ditunda (cancelled/postponed).

Selain itu, 18 penerbangan terpaksa dialihkan (divert), 6 penerbangan kembali ke bandara asal (return to base), dan 11 penerbangan mengalami pemajuan jadwal (advance).

Gumpalan asap Karhutla bahkan menembus rute internasional. Sebanyak 12 penerbangan berjadwal rute Singapura – Pontianak pulang pergi terpaksa dibatalkan sepanjang periode 12–23 September 2026 akibat memburuknya cuaca di Bandar Udara Supadio, Pontianak.

Baca Juga: Ramalan Karier Zodiak Leo Jumat, 16 Oktober 2026: Tunjukkan Kreativitas dan Kepemimpinan

Di samping Karhutla, Kemenhub juga mencatat 18 penerbangan domestik lainnya batal beroperasi akibat erupsi abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta kebutuhan perawatan armada pesawat.

Pemerintah terus menggencarkan penanganan darurat di titik-titik kebakaran. Pada rentang 20 April hingga 12 Oktober 2026, operasi water bombing telah digelar sebanyak 5.035 kali penerbangan (flight cycle) menggunakan 38 pesawat dari 11 operator di berbagai wilayah rawan Karhutla.

Guna memastikan situasi tetap terkendali, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menginstruksikan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I hingga X untuk memperketat koordinasi bersama AirNav Indonesia, BMKG, pengelola bandara, maskapai, dan instansi terkait.

"Masyarakat dan pengguna jasa transportasi udara diimbau untuk tetap tenang dan memahami apabila terjadi penyesuaian jadwal penerbangan akibat kondisi asap," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, Jumat (16/10). 

Baca Juga: Ramalan Kesehatan Zodiak Cancer Jumat, 16 Oktober 2026: Seimbangkan Pikiran dan Istirahat

Lukman juga mengingatkan calon penumpang agar tidak mudah terpengaruh oleh isu atau informasi yang belum terverifikasi.

Masyarakat diharapkan aktif memeriksa perkembangan cuaca dan memantau status penerbangan terbaru melalui saluran resmi maskapai sebelum berkunjung ke bandara.

EDITOR: Bintang Pradewo