JawaPos.com - Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memerintahkan anak buahnya untuk gencar menggerebek sarang narkotika yang sudah terdeteksi. Langkah itu diambil di awal masa kepemimpinannya lantaran dia menilai peredaran naskoba saat ini sudah semakin masif.
Belakangan, Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri dan jajaran polda telah melakukan penggerebekan di beberapa daerah seperti Jakarta, Sumatera Utara (Sumut), Riau, Sumatera Selatan (Sumsel), dan beberapa daerah lain di Sulawesi serta Kalimantan.
”Saya ingin membersihkan Indonesia dari peredaran narkoba yang sekarang sudah semakin masif. Kita harus lebih masif dalam bertindak,” kata Suyudi dalam keterangan resmi pada Selasa (13/10).
Sejak awal Oktober 2026, Polri dibawah Kepemimpinan Suyudi menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, pemerintah daerah, dan unsur terkait lain mengintensifkan operasi pemberantasan narkotika di sejumlah kawasan rawan narkoba.
Baca Juga: Viral Sindiran Netizen soal Karhutla, Pernyataan Prabowo pada 2015 Kembali Diungkit
Di Jakarta Barat, operasi gabungan pada Jumat (9/10) menyasar Kampung Ambon di Cengkareng dan Kampung Boncos di Palmerah. Sebanyak 24 orang diamankan dalam penindakan tersebut. Langkah tersebut dibarengi penyitaan sejumlah barang bukti.
Operasi serupa juga dilakukan di Sumut dengan menyasar sembilan titik yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba. Sebanyak 36 orang diamankan. Petugas juga menyita sekitar 102 gram sabu dan sejumlah barang bukti lainnya dari lokasi penggerebekan.
Di Riau, tidak kurang dari 68 orang diamankan dalam operasi di sebuah tempat hiburan malam. Sebanyak 63 orang diantaranya positif mengonsumsi narkotika berdasar hasil tes urine. Selain itu, penindakan juga berlangsung di Makassar, Palu, Palembang, dan Palangka Raya.
Di kawasan Borta, Kecamatan Tallo, Makassar, sebanyak 104 orang diamankan, termasuk 3 orang yang diduga sebagai bandar. Rangkaian operasi tersebut menjadi bagian dari upaya Polri untuk menindak pelaku sekaligus mengungkap jaringan peredaran narkoba di berbagai daerah.
”Pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kerja sama seluruh pihak agar peredaran narkotika dapat dicegah dan ruang gerak bandar semakin terbatas,” ucap Suyudi.
Orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu memastikan, langkah tersebut sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat yang menempatkan perlindungan dan keamanan sebagai bagian penting dari pelaksanaan tugas kepolisian. Dia juga meminta partisipasi masyarakat untuk membantu mencegah peredaran narkoba.