JawaPos.com - Dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 dan ST/2251/X/KEP/2026, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto turut mengganti beberapa pimpinan di level Polri. Melihat gelombang mutasi dan rotasi tersebut, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memprediksi mutasi dan rotasi masih akan terjadi.
Komisioner Kompolnas Choirul Anam menyatakan bahwa lewat mutasi dan rotas sejumlah pejabat Polri satu pekan belakangan, Mabes Polri di bawah kendali Jenderal Suyudi tampak ingin memastikan visi dan misi Polisi Bersama Masyarakat berjalan efektif. Karena itu, dalam surat telegram kedua pada 10 Oktober lalu, mutasi dan rotasi sampai ke rentang kendali paling bawah, yakni jajaran kapolres.
”Kemungkinan juga akan ada TR (surat telegram) berikutnya yang juga akan mengubah tatanan kapolres kewilayahan, di wilayah-wilayah, khususnya polres,” kata dia.
Baca Juga: Jika Kamu Ingin Meredam Ego dan Terhubung Kembali dengan Dunia, Lakukan 6 Strategi Efektif Ini
Semanjang untuk mewujudkan visi dan misi Polri yang semakin baik, tidak ada masalah bagi Kompolnas. Anam bahkan berharap perubahan yang dilakukan oleh Suyudi membawa efek baik dalam hal pelayanan kepada masyarakat. Sebab, dia menyebut, tantangan terbesar Polri saat ini adalah mewujudkan budaya dan pendekatan hukum sesuai tagline Suyudi. Yakni Polisi Bersama Masyarakat.
”Kehadiran itu tidak semata-mata sekedar hadir. Tapi, memastikan bahwa ada kolaborasi efektif antara Polri dan masyarakat, khususnya dalam konteks ketertiban dan pelayanan,” imbuhnya.
Yang tidak kalah penting, lanjut Anam, memastikan bahwa mutasi dan rotasi tersebut memberikan jaminan keamanan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Mengingat pergantian pejabat terjadi sampai level teknis seperti di jajaran Bareskrim Polri.
Baca Juga: 5 Trik Simpel Atasi Bau Menyengat di Tempat Sampah, Apa Saja?
”Tantangan juga tidak hanya soal pelayanan, tidak hanya soal ketertiban masyarakat, yang diharapkan diciptakan secara kolaboratif, tapi juga desain keamanan bisa terwujud. Desain keamanan itu penting misalnya tindak pidana terorisme dan sebagainya,” terang dia.
Mantan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) itu berharap, Kapolri Suyudi bisa meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Indonesia secara signifikan. Sebab, itu yang menjadi tugas pokok Polri sebagai aparat keamanan sekaligus penegak hukum di Indonesia.