← Beranda
Guruh Soekarno Meninggal Dunia, SBY Mengaku Punya Banyak Kenangan Indah Bersama
Syahrul Yunizar• Sabtu, 26 September 2026 | 23.23 WIB
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menyampaikan sambutan di kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/9). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono mengaku punya banyak kenangan indah bersama Guruh Soekarno. Putra bungsung Bung Karno itu wafat pada Sabtu pagi (26/9).

Meski tidak ikut mengantarkan Guruh ke pemakaman di TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus), SBY sempat datang ke rumah duka di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel).

Kepada awak media, SBY mengaku ikut merasakan kehilangan. Baginya, Guruh bukan hanya putra proklamator Bangsa Indonesia, melainkan juga tokoh bangsa yang sudah memberikan banyak hal untuk negara, terutama melalui kesenian.

Baca Juga: Kapolri: Ulama Jadi Lentera dan Kompas bagi Bangsa dan Negara

”Semua tahu bahwa kecintaan Mas Guruh kepada Indonesia tercinta diekspresikan dalam karya seninya. Apakah lagu, apakah pagelaran seni dengan suara Mahardika yang sangat terkenal, dan lagu-lagu beliau, juga lukisan-lukisan beliau,” kata SBY.

Tidak hanya berkesenian, pemikiran-pemikiran Guruh juga dituangkan melalui jalan politik yang dipilihnya. Guruh adalah salah seorang politisi PDI Perjuangan yang cukup lama bertugas di parlemen.

”Sungguh peran yang tidak boleh kita lupakan. Hari ini kita mesti mengucapkan selamat jalan kepada Mas Guruh dengan iringan doa semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menerimanya dan hidup tenang di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala,” harap SBY.

Secara pribadi, lanjut SBY, dia mengaku punya kenangan indah dengan Guruh. Saat masih bertugas sebagai presiden, Guruh diundang ke Istana Negara. Keduanya cukup lama berbincang bersama tentang banyak hal.

Baca Juga: Ramalan Karier Zodiak Capricorn Sabtu, 26 September 2026: Cari Solusi dengan Cara Berbeda

”Mendengarkan pikiran-pikiran beliau, bukan justru bukan di bidang politik, tapi apa yang bisa dilakukan bangsa ini melalui pendekatan budaya, pendekatan seni. Sangat-sangat menarik,” imbuhnya.

Sampai menjelang Guruh meninggal dunia, SBY mengaku tetap menjaga silaturahmi. Meski tidak terlalu sering berjumpa, mereka tetap punya kesamaan dalam memandang kesenian.

”2 tahun yang lalu barangkali farewell saya dengan beliau, kami sama-sama diundang untuk menyumbangkan lukisan-lukisan kami dalam pameran lukisan yang diselenggarakan oleh Kompas,” ujarnya.

Tidak hanya itu, SBY juga menyinggung beberapa karya Guruh yang selalu dia ingat. Kala Sang Surya Tenggelam serta Galih dan Ratna, adalah 2 diantaranya. SBY tegas menyatakan, mengenang Guruh Soekarnoputra adalah mengenang seniman sekaligus budayawan besar Indonesia.

”Mengenang seseorang yang sangat mencintai negaranya, memiliki nasionalisme yang positif, dadanya berkobar-kobar apa yang bisa dilakukan oleh bangsa Indonesia,” pungkasnya.

EDITOR: Bintang Pradewo