← Beranda
BGN Akan Gunakan AI untuk Mengawasi Dapur MBG di Seluruh Indonesia
Dimas Choirul• Jumat, 25 September 2026 | 23.49 WIB
Ilustrasi aktivitas di sebuah dapur MBG. (Dok JawaPos.com)

JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan inovasi demi perbaikan sistem pengawasan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Inovasi ini berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) a

Teknologi tersebut nantinya digunakan untuk memantau aktivitas dapur MBG di berbagai daerah. Harapannya pengawasan ini akan melahirkan SPPG yang sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) BGN.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan saat ini pihaknya telah melakukan uji coba sistem tersebut di sejumlah dapur. Dalam skema yang disiapkan, rekaman CCTV di dapur dapat ditarik ke kantor pusat BGN untuk kemudian dianalisis menggunakan AI.

"BGN sekarang ini sedang mengupayakan, sudah ada piloting di sekian belas dapur di beberapa titik itu kemudian CCTV di dapurnya Bapak Ibu semua itu bisa ditarik gambarnya ke kantor pusat," kata Sudaryono melalui pernyataannya yang diunggah di akun instagram @sudaru_sudaryono pada Jumat (25/9).

Menurut dia, penerapan AI nantinya memungkinkan BGN memantau berbagai aktivitas di dapur. Mulai dari proses penerimaan dan penyimpanan bahan makanan hingga kepatuhan pekerja terhadap standar kebersihan.

"Kemudian kami berikan artificial intelligent atau AI sehingga kita bisa memantau dapur-dapur itu sesuai SOP atau tidak. Kemudian penerimaan barangnya benar apa tidak, disimpan dengan baik apa tidak, orang-orangnya itu kemudian pakai sarung tangan apa tidak, motong-motong kubisnya itu di lantai apa di meja dan lain sebagainya," ujarnya.

Sudaryono mengatakan sistem tersebut sedang diupayakan agar dapat diterapkan di seluruh dapur MBG di Indonesia. Pengawasan tidak hanya ditujukan pada proses pengolahan makanan, tetapi juga kedisiplinan tim dapur dan aktivitas orang yang keluar-masuk dapur.

 

"Sehingga kami bisa mengawasi, bukan hanya mengawasi jalannya dapur, mengawasi kedisiplinan dari tim dapur, mengawasi kapan masaknya, kapan matangnya, siapa yang datang dan lain sebagainya," katanya.

 

Dia menambahkan, rekaman CCTV juga dapat digunakan untuk menelusuri kejadian apabila terjadi persoalan di dapur. Termasuk untuk mengetahui kemungkinan adanya pihak luar yang masuk tanpa izin.

"Ada nggak sabotase-sabotase dari pihak-pihak luar, ada nggak misalnya orang dengan sembarangan masuk, keluar masuk dapur misalnya. Nggak boleh," ujar Sudaryono.

Sudaryono menekankan bahwa akses ke dapur MBG harus dibatasi. Sebab, orang dari luar dapat membawa kuman atau bakteri yang berpotensi mencemari makanan.

"Ya dapur itu nggak boleh sembarangan orang masuk, dari luar masuk gitu. Kenapa? Karena orang dari luar itu membawa, membawa kuman, membawa bakteri," tutur Sudaryono.

 

EDITOR: Diar Candra