← Beranda
54 Penyelam Lawan Arus Bawah Laut, Cari Korban di Badan KM Virgo Transport 8
Ardini Pramitha• Jumat, 25 September 2026 | 23.36 WIB
Tim penyelam berupaya masuk bangkai KM Virgo Transport 8 untuk mencari korban yang masih terjebak. (Basarnas)

JawaPos.com - 54 Penyelam gabungan terbaik berbagai Instansi di Indonesia saat ini tengah berkumpul di tengah Laut Jawa. 

Setiap hari, mereka bergantian turun menyelam dan melawan arus bawah laut Jawa, demi mencari korban KM Virgo Transport 8 yang masih terjebak di badan kapal.

Para penyelam itu menyusuri satu per satu bagian bangkai KM Virgo Transport 8 yang sudah berada di kedalaman sekitar 30 meter di bawah laut.

Di tengah kondisi bawah laut yang tidak selalu bersahabat, mereka berupaya membuka akses ke bagian dalam kapal untuk mencari korban yang diduga masih terjebak dan bisa dievakuasi.

Baca Juga: 5 Korban Meninggal KM Virgo Transport 8 Terdampar Ratusan Km dari Titik Karam

Termasuk pada hari ke-13 pencarian, Jumat (25/9), di mana operasi SAR gabungan kembali difokuskan pada badan kapal yang tenggelam di Laut Jawa. 

Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan, 54 penyelam itu terdiri dari 35 penyelam yang sebelumnya telah terlibat dalam operasi dan 19 penyelam tambahan dari TNI AL.

“Yang terakhir kami ada 35, kemudian tambahan 19 penyelam onboard di KRI Hiu,” ujar Yudhi dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kamis malam.

Para penyelam berasal dari berbagai unsur. Di antaranya Basarnas Special Group (BSG), TNI AL, Komando Pasukan Katak (Kopaska), Komando Pusat Penyelamatan Bawah Air (Koppeba), serta sejumlah potensi SAR lainnya.

Puluhan penyelam tersebut tidak diterjunkan secara bersamaan. Mereka dibagi dalam beberapa sortie atau gelombang penyelaman.

Baca Juga: Tragedi KM Virgo Transport 8: Publik Cari Nakhoda, Tuntut Tanggung Jawab

Tujuannya untuk menjaga efektivitas pencarian sekaligus mempertimbangkan kondisi fisik dan keselamatan personel.

Jika kondisi cuaca dan bawah laut sedang memungkinkan, jumlah sortie dapat ditambah.

“Kalau misalnya mendukung seperti hari ini bisa tiga sortie, mungkin kalau besok suasananya cerah sampai sore, kami mungkin bisa empat sortie, mungkin lebih maksimal lagi,” kata Yudhi.

Membuka Jalan Menuju Bagian Dalam Kapal

Mencari korban di dalam bangkai kapal bukan pekerjaan mudah. Sebelum masuk, penyelam harus terlebih dahulu menentukan jalur yang paling aman.

Salah satu akses yang beberapa kali digunakan oleh para penyelam adalah jendela kapal. 

Baca Juga: Penyelaman Kapal Virgo Transport 8 Berlanjut, 2 Jenazah Ditemukan di Kapal

Dalam penyelaman sebelumnya, sejumlah kaca ruangan kapal dibuka paksa untuk memungkinkan penyelam menjangkau bagian dalam dan melakukan evakuasi.

Kondisi bawah laut pada Kamis (24/9) relatif mendukung. Jarak pandang disebut lebih jernih dengan arus yang cukup rendah. Namun, angin dan gelombang di permukaan masih cukup kuat.

Karena itu, tidak seluruh bagian kapal dapat dimasuki penyelam. Tim menghindari sisi bawah kapal karena bangkai kapal masih berpotensi bergerak.

Untuk membantu menentukan jalur yang aman, tim juga menggunakan remotely operated vehicle (ROV).

Perangkat tersebut digunakan untuk memantau kondisi bangkai kapal sebelum penyelam memasuki bagian tertentu.

Baca Juga: Daftar Lengkap 9 Jenazah Korban Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Diidentifikasi

“Akan sangat berisiko jika penyelam masuk dari sisi lambung bawah kapal,” ujar Yudhi.

Keselamatan penyelam menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan pencarian. Tim di lapangan diminta tidak memaksakan diri ketika kondisi tidak memungkinkan.

“Yang jelas kami selalu menekankan kepada mereka yang ada di lapangan, khususnya para tim penyelam. Jaga keamanan, keamanan, dan keamanan,” kata Yudhi.

Sepuluh Jenazah Berhasil Dievakuasi

Di tengah pencarian yang terus berlangsung, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 10 jenazah pada hari ke-13 operasi sekitar pukul 12.00 WITA. 

Kepala Basarnas M Syafii mengatakan, lima jenazah ditemukan oleh tim penyelam gabungan dari dalam badan KM Virgo Transport 8.

Baca Juga: Hari ke-11 Pencarian, 9 Korban KM Virgo Transport Berhasil Dievakuasi dari Dalam Bangkai Kapal

“Lima korban kemudian dievakuasi ke KN SAR Kamajaya dan KRI Gusti Ngurah Rai dan akan dievakuasi melalui udara menggunakan Helly HR-3601 ke Lanud Syamsudin Noor,” kata Syafii.

Sementara itu, lima korban lainnya ditemukan ratusan kilometer dari titik karamnya kapal, tepatnya di pesisir Kalimantan Tengah di sekitar Teluk Kumai. 

Tiga korban ditemukan di sekitar selta sungai di area PT Kumai Sentosa, Kabupaten Sukamara. Dua korban lainnya ditemukan di Sandurian, Kabupaten Seruyan.

Para korban kemudian dievakuasi menuju RSUD Sukamara sebelum dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin untuk proses penanganan dan identifikasi lebih lanjut.

Dari total 243 orang berdasarkan manifes penumpang, sebanyak 160 orang telah ditemukan.

Baca Juga: Update KM Virgo Transport 8: 1 Korban Ditemukan Nelayan, 116 Masih Hilang

Rinciannya, 108 orang selamat dan 52 orang meninggal dunia. Sementara itu, 83 orang lainnya masih dalam pencarian.

Dari Bawah Laut Menuju Daratan

Setiap korban yang ditemukan dari dalam bangkai kapal melewati proses evakuasi yang panjang.

Setelah dibawa keluar oleh penyelam, korban dipindahkan ke kapal SAR untuk kemudian menjalani penanganan lebih lanjut.

Operasi pencarian juga melibatkan unsur laut dan udara. Penambahan 19 penyelam dari TNI AL membuat tim dapat bekerja secara bergantian.

Sehingga operasi dapat terus dimaksimalkan dengan tetap memperhatikan kondisi fisik para penyelam.

Baca Juga: Kecelakaan KM Virgo Transport 8, Pakar ITS Soroti Desain hingga Operasional Kapal

Jenazah yang telah ditemukan selanjutnya menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

Hingga Kamis malam, sebanyak 20 dari 42 jenazah telah berhasil diidentifikasi. Sementara 22 jenazah lainnya masih menjalani proses pemeriksaan, termasuk melalui pemeriksaan DNA.

Hari ke-13 operasi SAR KM Virgo Transport 8 kembali menjadi perjalanan panjang bagi para penyelam.

Mereka turun ke bawah permukaan laut, membuka akses yang sempit, menyusuri ruang-ruang gelap, lalu membawa korban yang ditemukan kembali ke permukaan.

Di laut, proses pencarian itu artinya pertaruhan nyawa penyelam melawan kuatnya arus laut Jawa.

Baca Juga: Update Operasi SAR Pencarian Korban KM Virgo Transport 8, Tim Temukan Sekoci

Di daratan, proses pencarian itu berarti satu hal bagi keluarga korban: menanti kepastian.

Di tengah upaya menemukan 83 orang yang masih dalam pencarian, tim SAR terus menyisir bangkai KM Virgo Transport 8 dengan puluhan penyelam.

Pencarian dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca, keadaan bangkai kapal, serta keselamatan seluruh personel.

“Kegiatan atau strategi saya kira tidak akan berubah, masih tetap sama dengan memaksimalkan penyelamatan sesuai dengan sortie yang telah dibagi tim,” ujar Yudhi.

Baca Juga: TNI AL Deteksi Objek Bawah Laut, Diyakini Bangkai Kapal Virgo Transport 8

EDITOR: Bayu Putra